Diduga Stres, Cucu Gorok Leher Neneknya Hingga Tewas
Pamekasan | Jatimnet – Diduga stres seorang cucu yang bernama Rudi (21) tega membunuh neneknya sendiri yang bernama Sittina (65), didalam rumahnya jalan Trunojoyo Gg 6, Kelurahan Patemon, Kecamatan Pamekasan, dengan cara digorok di bagian lehernya. Senin 07/04 siang.
Peristiwa itu diketahui pertama kali oleh Ibu pelaku yang bernama Rumina sekitar pukul 14.00 WIB, ia curiga setelah anaknya datang dan bersujud dikakinya dan minta maaf, padahal Rudi yang diduga stres karena di pecat dari tempat kerjanya itu biasanya hanya diam.
Kepada sejumlah wartawan Rumina mengatakan, selain karena diberhentikan dari tempat kerjanya, stres yang dialami Rudi yang berprofesi sebagai sales itu, juga diduga karena ditolak oleh seorang perempuan di Sampang. Karena saya curiga akhirnya saya datang kesini (Rumah Sittina), dan ternyata dari leher li’ (Panggilan untuk Sittina) mengeluarkan darah dari lehernya,” terang Rumina.
Mengetahui Sittina sudah tidak bernyawa akhirnya ia meminta tolong kepada tetangganya, hingga akhirnya kabar tersebut menyebar dan warga mulai berdatangan ke lokasi kejadian.
Setelah melakukan perbuatan kejinya itu, Rudi tidak lari tetapi hanya diam dirumahnya, dan akhirnya ia ditangkap oleh jajaran kepolisian dari Polres Pamekasan.
Berdasarkan pantauan Jatimet, saat ini jasad nenek malang itu telah dibawa ke rumah sakit dr. Slamet Martodirdjo Pamekasan. Sementara rumah korban telah diberi Police line.
Hingga berita ini diturunkan, masih belum ada keterangan resmi dari pihka kepolisian tentang peristiwa pembunuhan sadis tersebut. Tetapi Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP.Moh Nur Amin yang berada di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya masih akan melakukan otopsi terhadap korban dan belum bisa memberikan keterangan. Tersangka saat ini sudah dibawa ke Polres Pamekasan,” katanya singkat.(does)
Peristiwa itu diketahui pertama kali oleh Ibu pelaku yang bernama Rumina sekitar pukul 14.00 WIB, ia curiga setelah anaknya datang dan bersujud dikakinya dan minta maaf, padahal Rudi yang diduga stres karena di pecat dari tempat kerjanya itu biasanya hanya diam.
Kepada sejumlah wartawan Rumina mengatakan, selain karena diberhentikan dari tempat kerjanya, stres yang dialami Rudi yang berprofesi sebagai sales itu, juga diduga karena ditolak oleh seorang perempuan di Sampang. Karena saya curiga akhirnya saya datang kesini (Rumah Sittina), dan ternyata dari leher li’ (Panggilan untuk Sittina) mengeluarkan darah dari lehernya,” terang Rumina.
Mengetahui Sittina sudah tidak bernyawa akhirnya ia meminta tolong kepada tetangganya, hingga akhirnya kabar tersebut menyebar dan warga mulai berdatangan ke lokasi kejadian.
Setelah melakukan perbuatan kejinya itu, Rudi tidak lari tetapi hanya diam dirumahnya, dan akhirnya ia ditangkap oleh jajaran kepolisian dari Polres Pamekasan.
Berdasarkan pantauan Jatimet, saat ini jasad nenek malang itu telah dibawa ke rumah sakit dr. Slamet Martodirdjo Pamekasan. Sementara rumah korban telah diberi Police line.
Hingga berita ini diturunkan, masih belum ada keterangan resmi dari pihka kepolisian tentang peristiwa pembunuhan sadis tersebut. Tetapi Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP.Moh Nur Amin yang berada di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya masih akan melakukan otopsi terhadap korban dan belum bisa memberikan keterangan. Tersangka saat ini sudah dibawa ke Polres Pamekasan,” katanya singkat.(does)
