MARI KITA SUKSESKAN PEMILIHAN PRESIDEN 2014

.

Senin, 30 Desember 2013

Perayaan Natal Ditengah Lingkungan Muslim Madura


Pamekasan | Jatimnet - Perayaan hari Natal tahun 2013 bagi umat Kristiani, yang berlangsung ditengah-tengah kentalnya tradisi Islam di Pulau Madura tetap berlangsung dengan khidmat dan tanpa gangguan dari pihak manapun.
Jikapun tanpa dikawal oleh pihak kepolisian, perayaan Natal tersebut rasanya tidak akan terganggu, sebab warga Muslim Madura merupakan penganut Islam yang taat, dan mempelajari Islam secara kaffah (menyeluruh), sehingga mengganggu peribadatan ummat non Muslim, bukan salah satu ajarannya.
Stigma keras dan bringas yang disandangkan kepada orang Madura, bukanlah pada wilayah perbedaan agama, atau perbedaan cara berfikir, tetapi lebih pada harga diri dan penistaan agama, jika itu yang terjadi, maka akan berbeda jalan ceritanya.
Sejak masuknya agama Kristen di Pulau Madura pada pertengahan abad ke-19, dimana saat itu ada seorang penduduk pulau Jawa keturunan Madura yang bernama Tosari yang telah menjadi orang Kristen pada tahun 1843, dan diteruskan oleh misionaris asal Belanda yang ikut menyebarkan ajaran Kristen, dan hingga kini umat kristiani hidup rukun dan berdampingan dengan umat Muslim di wilayah itu.
Ada beberapa hal yang menjadi catatan. Pertama, Masyarakat Madura yang mayoritas Muslim, sangatlah toleran terhadap perbedaan keyakinan, kedua, masyarakat Madura tidak suka mencampuri urusan keyakinan beragama orang lain, dan yang ketiga, enggan mengganggu dan menjelek-jelakkan agama orang lain.
Dari catatan itu tentu ada pengecualiannya, selama orang Madura tidak direndahkan dan harga dirinya tidak di injak injak, apalagi keyakinan agamanya dinistakan maka ceritanya akan berbeda.
Sebab jika itu terjadi maka alur ceritanya akan berbeda. Jika orang Betawi punya istilah “Ente jual, ane beli”, maka di Madura ada kata yang berbeda “lebih baik putih tulang dari pada putih mata”.(does)

Read more...

Pekerjaaan Mega Proyek Kali Jombang Menelan Korban


Pamekasan | Jatimnet - Pengerjaan mega proyek pengendali banjir kali Jombang, yang terletak di sisi jalan Trunojoyo Pamekasan, menelan korban. Seorang pekerja yang tengah mengerjakan pemasangan beton cor di sisi sebelah barat, tertimpa patahan beton cor dan mengenai kepalanya, hingga membuat pekerja tersebut harus dilarikan kerumah sakit umum setempat, sebab darah terus keluar dari kepalanya.
Berdasarkan pantauan Jatimnet, pekerja yang bernama Hartono (20) asal Surabaya, dibawa kerumah sakit dengan menggunakan sepeda motor, dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Slamet Martodirdjo Pamekasan.
Proyek tersebut yang pendanaannya dari APBN, dan termasuk diantara proyek yang pernah dijanjikan oleh menteri PU sebesar 189 milyar, Proyek pengendali banjir di kali Jombang itu, dianggarkan sebesar 28 Milyar, dan dana tersebut merupakan bagian dari dana direktif Presiden.
Seperti yang telah dijanjikan oleh Menteri PU, dana sebesar Rp.189 milyar itu, untuk pembangunan berbagai proyek di wilayah Kabupaten Pamekasan, termasuk tiga proyek embung besar di Desa Bangkes, Desa Lancar, dan desa Palengaan Laok, selain itu masih ada proyek lainnya, yakni proyek embung kecil, irigasi desa, Pengendali banjir kali semajid serta kali Jombang, dan dua proyek tangkis laut.
Kali jombang dianggarkan sebesar Rp. 28 Milyar, kali semajid Rp.7 Milyar,embung besar Rp.12 Milyar, sedangkan untuk proyek tangkis laut sebesar Rp.40 Milyar.(does)

Read more...

Prabowo Subianto Presiden Masa Depan


Pamekasan |Jatimnet - Prabowo Subianto diyakini akan menjadi Presiden Republik Indonesia masa depan pada Pilpres yang akan digelar pada tahun 2014 mendatang, hal itu berdasarkan ramalan Masriyadi, Penjaga Makan Raja Pertama Pamekasan Ronggo Sukowati, Kelurahan Kolpajung Kecamatan Pamekasan Madura
Embah Yadi Pangilan Akrapnya  memang sering meramal berbagai peristiwa besar di Indonesia, dan menurut informasi yang berhasil dihimpun oleh Jatimnet, ramalan Embah Yadi itu sering akurat, dan ia terbiasa meramal berbagai hal, termasuk meramal berbagai peristiwa besar di Indonesai.
Embah Yadi Sering Kali membicarakan yang menjadi presiden yang akan datang  menurut ramalanya dan wangsit yang datang kepadanya bahwa yang akan menjadi Presiden RI Sosok yang tegas  tidak melempem  Sikap tegas ini ada Prabowo, “tegasnya
Saat ditanya tentang kandidat Presiden yang akan menang pada Pilpres tahun 2014 mendatang, Embah yang masih Muda itu mengatakan bahwa Probowo Subianto akan menang dan menjadi Presiden Republik Indonesia.
“Probowo akan menang dan memimpin Indonesia,”katanya dengan tegas. Tetapi, Mantan Danjend Kopassus itu diprediksi akan mendapatkan saingan berat dari Wiranto yang tidak lain adalah mantan atasannya semasa aktif menjadi tentara.
Beberapa nama calon lain yang disampaikan kepada embah Muzakki diramalkan tidak akan bisa mengalahkan Prabowo Subianto yang saat ini menjabat sebagai ketua dewan Pembina Partai bernomor urut 6, yakni Partai Gerindra. Calon lainnya tidak akan menang melawan Pak Prabowo, Prabowo tetap Presiden,” tegasnya.
Tetapi saat ditanya partai yang akan menang pada pemilu tahun 2014 mendatang, Embah Yadi justru enggan menjawab, bahkan setelah disebutkan nama-nama partai peserta Pemilu 2014 mendatang, ia tetap enggan menjawab.(does)

Read more...

STAIN Pamekasan Berubah IAIN


Pamekasan | Jatimnet - Proposal Perubahan nama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, menjadi Institute Agama Islam Negeri (IAIN), diserahkan langsung oleh pihak STAIN  kepada Menteri Agama (Menag). Sabtu 21/12 malam.
Proposal tersebut diserahkan langsung oleh Pembantu Ketua (PK) II STAIN Pamekasan Achmad Muchlis kepada menteri agama Surya Dharma Ali disela-sela acara dialog dengan ulama serta pengasuh pondok pesantren di Pendopo ronggosukowati Pamekasan.
 Kehadiran menteri Agama di Kabupaten Pendidikan itu, dalam rangka menghadiri acara Madura Bersholawat, yang digelar oleh jamaah Majelis Maulid Wat Ta’Lim Riyadlul-Jannah, dan acara tersebut ditempatkan di Munomen Arek Lancor.
Sebelumnya, Achmad Muchlis mengatakan, peralihan Nama Menjadi IAIN, STAIN Pamekasan masih terkendala beberapa hal, salah satunya kampus tersebut masih kekurangan Lahan, dimana syarat untuk peralihan nama itu STAIN harus mempunyai lahan sebanyak 10 hektar.
Saat ini lahan kita hanya 3,6 Hektar hampir empat hektar, kekurangannya masih 6,4 hektar,” katanya. Lebih lanjut Muhlis sapaan akrabnya mengatakan, saat ini pihaknya telah meminta bantuan kepada Bupati Pamekasan Achmad Syafii untuk membantu kekurangan lahan tersebut.
Dijelaskan, disebelah timur kampus tersebut ada lahan sekitar 4 Hektar yang siap untuk dijual kepada pihak STAIN dengan harga murah. Harganya lumayan murah, yaitu Rp.200 ribu,/meter mintanya seperti itu,”terangnya.
Persyaratan lainnya yang harus dipenuhi untuk peralihan nama itu sudah dipenuhi oleh pihaknya, tinggal beberapa syarat lainnya. Persiapan alih status itu semua sudah siap, segala kebutuhannya sudah siap, SDMnya siap, mahasiswanya juga siap,”katanya.
Saat ini STAIN Pamekasan sudah mempunyai 16 doktor, dalam Persyaratannya untuk menjadi IAIN minimal mempunyai 16 doktor, selain itu kampus tersebut juga harus mempunyai 3400 mahasiswa.
Persyaratannya kan 16 doktor dan mempunyai minimal 3400 mahasiswa, sedangkan saat ini mahasiswa Stain sudah sebanyak 3813 yang aktif,”paparnya.Ia berharap, perubahan nama menjadi IAIN itu bisa segera terealisasi, dan pihaknya akan terus berusaha agar cita-cita STAIN  menjadi IAIN itu bisa segera terwujud, “harapanya (does)

Read more...

Hari Kedua Natal Terminal Pamekasan Sepi Dari Penumpang


Pamekasan | Jatimnet - Memasuki hari kedua libur Natal, penumpang bus di terminal Pamekasan dari Pamekasan menuju Surabaya terpantau sepi.
Berdasarkan pantauan Jatimnet, sejumlah bus dengan tujuan Surabaya penumpangnya hanya beberapa orang saja, kelihatan banyak kursi kosong dan tidak seperti hari-hari biasnya, tetapi bus dari arah Surabaya menuju Madura tidak ada perubahan, masih seperti hari-hari biasa. 
Jika di hari-hari biasa penumpang di terminal yang terletak di jalan raya Panglegur itu sesak, tetapi pada hari libur Natal tahun 2013 ini nampak sepi.
Petugas piket Dishubkominfo Pamekasan Abd Jamali mengatakan, sepinya penumpang tersebut karena memasuki hari libur kedua hari Natal. Kondisi ini karena memasuki libur hari kedua Natal mas,” katanya. (does)

Read more...

Jumat, 20 Desember 2013

Pupuk Langka Petani Menjerit


Pamekasan | Jaatimnet  - Memasuki musim tanam  tahun 2013, Petani di Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan, kesulitan untuk mendapatkan pupuk jenis urea bersubsidi, kondisi tersebut sudah dialami sejak 10 hari yang lalu.
Jenis pupuk tersebut meskipun ada harganya sudah melambung tinggi, dari harga awal Rp.90 ribu, hingga Rp.105 ribu.
Kelangkaan tersebut diduga akibat datangnya musim tanam, sehingga banyak permintaan diwaktu yang bersamaan, akibatnya stok yang ada di kios-kios tidak mencukupi.
Salah satu petani asal Desa Pangtonggal Kecamatan Proppo,Kabupaten Pamekasan Nur Hasan mengatakan, di beberapa agen dan pengecer sudah lama tidak menyediakan pupuk jenis urea, padahal sebelum masa tanam datang, stok pupuk jenis tersebut masih banyak. Sebelum musim tanam datang, urea masih banyak  mas, tetapi sekarang kok malah sulit, kalaupun ada harganya mahal,” keluhnya.
Menanggapi hal itu, kepala bagian sumber daya alam (SDA) Pemkab Pamekasan Jumhari Ghani saat dikonfirmasi melalui teleponnya, membantah adanya kelangkaan pupuk jenis urea yang disubsidi oleh pemerintah itu.
Dijelaskan, kelangkaan tersebut karena permintaan dari seluruh kabupaten di Jawa Timur terjadi dalam waktu bersamaan, sehingga akibatnya pengiriman pupuk ke Kabupaten Pamekasan mengalami sedikit kesulitan,” Paparnya (does)

Read more...

Pembangunan Sport Center Belum Jelas Kelanjutanya



Pamekasan | Jatimnet - Setelah sempat mangkarak selama satu tahun lamanya, proyek pembangunan lanjutan stadion di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, yang direncanakan pada 2014 mendatang ternyata belum jelas kepastiannya. Hingga kini, sejumlah pihak terkait enggan berbicara terkait kelanjutan megaproyek itu.
Alhasil, publik Madura khususnya Kota Gerbang Salam semakin penasaran ingin mengetahui kepastian kelanjutan proyek di tahun mendatang itu. Pantauan Jatimnet di lokasi, stadion terlihat berbeda, penjagaan tidak seketat biasanya. jika sebelumnya wartawan dilarang mengambil gambar di lokasi oleh petugas keamanan, kemarin 17/12 tidak demikian, penjaga begini mereka mempersilakan wartawan masuk dan mengambil gambar. Silakan Mas,” kata petugas.
Pejabat yang bertugas sebagai pengguna anggaran (PA) Kepala Disporabud Pamekasan Jhon Yulianto, enggan menjelaskan secara detail rencana lanjutan pembangunan stadion. Melalui pesan singkat, Jhon mengatakan agar Jatimnet konfirmasi pada bagian Administrasi Pembangunan Pemkab Pamekasan. Kalau  lelang tanya Kabag Pembangunan saja,” singkatnya.
Untuk mendapat keterangan lebih detail, Kabag administrasi Pembangunan Pemkab Pamekasan Akh. Bashri Yulianto dikonfirmasi. Namun, Basri panggilan akrabnya-juga enggan menjelaskan, hanya saja dirinya mengatakan masih dalam proses persiapan lelang. Ditanyakan kepastian anggaran serta jadwal lelang akan dimulai, dirinya meminta menunggu pengumuman lelang. Dalam pengumuman lelang itu akan dicantumkan mengenai jadwal dan besar anggaran yang akan digelontorkan. ”Tunggu pengumuman lelang jadwal dan anggaran baru bisa diketahui,” pungkasnya singkat.
Sekadar diingat, pembangunan stadion lanjutan atau tahap II di 2013 mangkrak. Hal itu terkendala oleh sejumlah dokumen lelang yang sempat bermasalah. Padahal, anggaran yang disiapkan cukup besar, yaitu Rp 7 m  untuk pembangunan lapangan dan finishing tribun serta dinding.
Sebelumnya pada 2012, pembangunan stadion tahap I telah menelan anggaran sekitar Rp 23 miliar. Anggaran sebesar itu menyelesaikan pembangunan tiga lantai tribun utama dan tribun keliling. Informasinya, anggaran di 2013 yang tidak terserap akan dianggarkan kembali dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2014. (does)

Read more...

Pembangunan Gedung Olah Raga Terancam Molor


Sampang | Jatimnet - Pembangunan Gedung Olah-raga (GOR) di Kecamatan Kedungdung terancam  molor. Hingga kemarin 17/12 pembangunan GOR yang menelan biaya Rp 400 juta tersebut masih dalam tahap penyelesaian. Warga di sekitar lokasi dibangunnya GOR yakin jika pembangunan tidak akan selesai dalam waktu dekat ini.
Menurut H.Tohir  LSM Laskar Merah Putih Kabupaten Sampang, mengatakan pembangunan baru bisa selesai tahun ini jika pengerjaannya dikebut. Dia khawatir, GOR tidak selesai akan berdampak pada keberadaan fasilitas yang semestinya sudah bisa dinikmati tahun depan. Pembangunan GOR sepertinya tidak akan selesai bulan Desember, kecuali dikebut pekerjaannya.” ungkapnya.
Dikonfirmasi, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Djuwardi mengaku telah mewanti-wanti agar proyek GOR itu selesai sesuai ketetapan kontrak. Ya, yang jelas pembangunan GOR harus selesai Desember,” ungkapnya. Dikatakan, disbudparpora telah melakukan pengawasan atas perkembangan pembangunan GOR tersebut.
Menurut Djuwardi pengawasan tersebut dilakukan melalui tim pengawas lapangan. Sudah ada pengurus untuk pembangunan GOR Kedungdung,. Dia mengaku jika selama ini pihaknya telah memotivasi dan mengingatkan agar pembangunan bisa segera selesai. Saya sudah memotivasi, kalau perlu penkerjaannya bisa lembur,” ucap Djuwardi.
Namun, lanjut Djuwardi, jika pembangunan  proyek GOR tidak selesai sesuai kontrak, rekanan bisa dikenakan sanksi berupa pemutusan kontrak. Ya harus bisa selesai sesuai dengan kesepakatan. Pemenang tender kan. sudah sepakat dengan semua ketentuan termasuk dalam target penyelesaian,” ucapnya.
Djuwardi berharap pembangunan GOR bisa selesai sesuai kontrak, sehingga harapan masyarakat Kedungdung untuk memiliki GOR bisa segera terpenuhi. Mudah-mudahan pembangunan GOR selesai Desember. Tapi kalau dilihat sekarang, sepertinya bisa selesai dalam minggu dekat ini. Sebab, keramik dan atap sudah ada. Kan tinggal finishingnya saja,” harapnya.
Terkait dengan anggaran yang diekeluarkan untuk pembangunan GOR tersebut, Djuwardi mengatakan dana yang dianggarkan Rp 400 juta lebih. “Dana untuk itu sekitar 400 juta lebih,” pungkasnya. (does)

Read more...

Tiap Tahun Sampang Jadi Langganan Banjir


Banjir Lagi Banjir Lagi

Sampang | Jatimnet - Hujan deras yang terjadi di Kabupaten Sampang, membuat kota tersebut kembali dilanda banjir, bahkan jika hujan tidak kunjung reda, ketinggian air akan semakin meningkat dan melumpuhkan kota tersebut. Rabu 18/12
Warga kota Sampang Mulyo mengatakan, wilayah itu memang menjadi langganan banjir, apabila hujan deras mengguyur wilayah utara Kabupaten tersebut, sehingga aliran sungai yang berada di dalam kota meluap. Ya kalau terus hujan maka pasti kota sampang banjir, dan itu sudah sering mas,” keluhnya.
Diperkirakan, wilayah Kota Sampang yang akan mendapatkan kiriman air itu yakni, Desa Pangelen, Banyu Mas, Gunung Maddah, Panggung, bahkan diperkirakan di Kelurahan Dalpenang serta Rong Tengah, Kecamatan Kota Sampang, ketinggian air hingga mencapai 50 cm.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang Wisnu Hartono mengatakan, banjir yang melanda kota sampang itu akibat meluapnya sungai Kemuning, kerena hujan yang berkepanjangan di wilayah utara Kabupaten Sampang.
Diperkirakan banjir ini tidak akan membesar, dan segera surut jika diwilayah utara tidak hujan lagi, sebab banjir yang terjadi di kota Sampang adalah banjir kiriman dari utara. Ia berharap, bajir yang terjadi di kota Sampang tidak berlangsung lama, dan bisa segera surut.” Paparnya (Does)

Read more...

Minggu, 15 Desember 2013

Hasil Test CPNS Ketegori Umum Akan Segera Diumumkan


Pamekasan | Jatimnet  Hasil test calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari kategori umum, akan diumumkan pada tanggal 24 Desember mendatang.Kepastian pengumuman hasil test CPNS itu berdasarkan surat dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dengan nomor R/572/M.PAN/-RB/12/2013,yang telah diterima oleh seluruh Badan Kepegawaian Daerah di seluruh Indonesia.
Menurut Kepala BKD Kabupaten Pamekasan, Lukman Hedy Mehdia mengatakan, pengumuman tersebut akan dilakukan secara serentak, dan peserta yang telah mengikuti test bisa melihat pengumuman kelulusan itu beberapa papan pengumuman yang akan diletakkan di kantor-kantor pemerintahan setempat. Selain itu hasil test, bisa dilihat dan diakses melalui websitenya Kemen PAN-RB atau di website BKD Pamekasan,” katanya.
Dijelaskan, sampai saat ini, pihaknya masih belum mendapatkan bocoran jumlah peserta yang lulus untuk formasi THL K2, tetapi seperti yang telah diinformasikan sebelumnya, jumlah THL K2 yang akan diambil sebanyak 30 persen dari total THL K2 di Kabupaten / Kota seluruh Indonesia. Ditunggu saja nanti pada akhir Januari 2014 mendatang,”terangnya.
Jumlah THL K2 di Kabupaten Pamekasan dari berbagai SKPD sebanyak 1.435. Dan delapan orang tidak melengkapi administrasinya sehingga tidak mengikuti tesy CPNS dari kategori K2, sehingga yang disetorkan sebanyak 1.443 orang orang.(does)

Read more...

Proyek Milyaran Dari APBN Untuk Pamekasan, Terancam Hangus


Pamekasan | Jatimnet  - Dana Proyek Pembangunan dari APBN untuk Kabupaten Pamekasan yang pernah dijanjikan oleh menteri PU sebesar 189 milyar terancam hangus, mengingat beberapa proyek yang menggunakan dana direktif Presiden itu, pengerjaannya masih pada tahap awal,
Sedangkan proyek-proyek tersebut harus selesai pada bulan Desember tahun ini. Dana tersebut untuk pembangunan sejumlah mega proyek, diantaranya pembangunan tiga Embung besar di tiga lokasi, yakni di Desa Lancar Kecamatan Larangan,Desa Bangkes Bangkes Kecamatan Kadur, serta Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan. Anggaran masing-masing proyek tersebut sebesar Rp.12 Milyar.
Itu dana APBN dan langsung dari pusat, dan proyek itu dananya bagian dari direktif Presiden diberbagai wilayah Indonesia, seperti yang telah dijanjikan oleh Menteri PU saat berkunjung ke sini,” kata Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Pamekasan, Totok Suhartono.
Dijelaskan, Menteri PU menjanjikan dana sebesar Rp.189 milyar untuk pembangunan berbagai proyek di wilayah Kabupaten Pamekasan, termasuk tiga proyek embung besar itu, selain itu masih ada proyek lainnya, yakni proyek embung kecil, irigasi desa, Pengendali banjir dan tangkis laut.
Kali Jombang dananya sebesar Rp. 28 M,kali semajid Rp.7 M,embung besar Rp.12 M, untuk tangkis laut sebesar Rp.40 M di dua lokasi, serta proyek-proyek lainnya yaitu embung kecil serta irigasi desa,”paparnya.
Dan seluruh dana dari proyek tersebut yakni total sebesar Rp.189 juta, langsung dari pusat tidak melalui pemerintah daerah.. Dana itu dari APBN, langsung dari pusat, tidak melalui kita, ”terangnya.
Totok sapaan akrabnya berharap, seluruh pembangunan yang masuk dalam  program itu segera diselesaikan pada akhir tahun 2013, sebab jika tidak selesai dana itu bisa hangus, dan kembali ke  kas negara.
Pelaksanan Proyek tersebut bulan Desember ini harus selesai, jadi proyek itu terus dilaksanakan, saya berharap dana itu tidak hangus, tentu ada denda keterlambatan, ”pungkasnya .(does)

Read more...

Maling Motor Jadi Bulan- Bulanan Dimassa


Pamekasan | Jatimnet  - Maling sepeda motor menjadi bulan-bulanan massa, saat tertangkap tangan mencuri motor di rumah salah satu warga Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan.
Dalam melakukan aksinya tersangka yang diketahui bernama Nur Salam, asal Palengaan, tidak sendirian, tetapi bersama rekannya yang berhasil melarikan diri, berinisial R, asal Kabupaten Sampang,
Warga disekitar lokasi kejadian, Ahmad mengatakan, tersangka tertangkap saat melakukan pencurian dirumah warga yang lettaknya tidak jauh dari rumah kepala Desa Plakpak. Kepala desa yang menangkap mas, lokasinya kan di sekitar rumah kepala desa,” katanya
Ia juga mengatakan, warga yang mendengar ada maling motor tertangkap, langsung mendatangi lokasi, dan menghajar maling itu beramai-ramai. Beruntung amukan massa itu tidak berlangsung lama, sebab petugas kepolisian dari Polres Pamekasan mendatangi lokasi, dan berhasil mengamankan tersangka yang kemudian dibawa ke Mapolres Pamekasan.
Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP.Moh.Nur Amin membenarkan, tersangka sempat menjadi bulan-bulanan massa hingga beberapa bagian tubuhnya terluka, yakni di bagian kepalanya mengalami luka parah. Tersangka memang sempat diamuk massa, tetapi berhasil kita amankan,” katanya kepada sejumlah wartawan.
Dijelaskan, saat ini tersangka sudah berada di Polres Pamekasan untuk menjalani serangkaian pemeriksaan dan mempertanggung jawabkan perbuatannya, semenatar rekan tersangka yang berhasil melarikan diri, masih dalam pengejaran. Satu orang melarikan diri, dan masih kita lakukan pengembangan untuk melakukan penangkapan,” warga sampang. (does)

Read more...

Beras Raskin Tidak Layak Di Konsumsi

Dikeluhkan Warga

Pamekasan | Jatimnet  - Setelah sebelumnya beras bantuan untuk rakyat raskin (Raskin) dikeluhkan oleh warga Kadur dan Larangan karena kondisinya membusuk, kali ini kondisi serupa juga terjadi di Dusun Pacampah, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan. Warga di Dusun tersebut mengeluh, karena beras yang diterimanya itu ada jamurnya, dan berulat serta baunya sudah apek tidak layak di konsumsi.
Ketua RT setempat, Muhammad Hatib mengaku bingung dengan beras yang didapatnya itu, sebab ia khawatir bila di distibusikan kepada warga, maka akan mendaptkan penolakan. Kalau kondisi berasnya begini, nanti kalau saya bagikan kepada warga, pasti warga akan menolak,” katanya.
Dijelaskan, ia mendapatkan 14 sak raskin, masing masing berisi 15 kilo gram, untuk dibagikan kepada 62 kepala keluarga (KK). Bulan lalu yang kami terima tidak seperti ini, tetapi sekarang ini kok kondisinya seperti ini dan kami minta kepada pihak bolog  kalau beras seperti ini jangan dikasikan sama masyarakat berasnyai tidak layak dimakan manusia ini yang cocok untuk makanan hewan,” keluhnya.
Dengan kondisi beras yang seperti itu, pihak RT masih belum membagikan beras tersebut kepada warga, tetapi terlebih dahulu membersihkan beras tersebut. Ia juga mengatakan, apabila warga tidak mau menerima beras tersebut, maka pihaknya akan mengembalikan kepada kepala desa setempat agar dikembalikan kepada Bulog wilayah itu.
Sampai berita ini diturunkan, masih belum ada keterangan resmi terkait buruknya kondisi beras raskin tersebut, dari pihak Bulog Pamekasan. (does)

Read more...

Sabtu, 14 Desember 2013

Sesuai Surat Edaran Mendagri Pilkades Serentak akan Digelar tahun 2015


Pamekasan,Jatimnet  Berdasarkan surat edaran (SE) Mendargi, nomor 140/7635/PMD tahun 2013 tentang penundaan pelaksanaan pemilihan kepala desa, bagi desa desa yang masa jabatan kepala desanya berakhir pada tahun 2014, maka di Kabupaten Pamekasan Pilkades akan digelar pada tahun 2015 mendatang.
Kepala Bapemas Pemdes Mohammad  Zakir mengatakan, pihaknya telah  menerima SE Mendagri tersebut, tetapi masih belum disampaikan kepada seluruh camat di 13 kecamatan wilayah itu. Kami akan menyelenggarakan Pilkades pada tahun 2015, dan kita akan gelar secara serentak,” katanya melalui sambungan teleponnya. Dijelaskan, untuk kepala Desa (Kades) yang habis masa jabatannya pada tahun 2013, masih ada kesempatan menggelar Pilkades terakhir pada bulan februari tahun 2014. Terakhir bisa digelar pada bulan februari, jadi masih ada kesempatan selama dua bulan di tahun 2014 itu,” paparnya.
Mantan kepala Dinsosnakertran kabupaten pamekasan juga mengatakan, pada tahun 2013 ini, masih ada 2 desa yang masih belum menyelenggarakan Pilkades, yakni Desa Batu Kerbuy dan Desa Tamberu.  Pada tahun 2014 ada 33 kepala Desa yang habis masa jabatannya, jadi nanti kita gelar Pilkades serentak pada tahun 2015,” papanya.
Untuk mengisi kekosongan jabatan Kades itu, sesuai dengan edaran dari Mendagri, yakni Sekdes PNS, pihaknya masih akan menyampaikan  kepada Bupati, sebab jika Sekdes PNS yang menjabat kekosongan jabatan kepala Desa tersebut, melanggar ketentuan yang ada.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Pamekasan,
Suli Faris mengkritisi SE tersebut, sebab menurutnya, alasan yang mendasari dikeluarkannya SE tersebut, yakni karena di tahun 2014 ada pesta demokrasi berupa Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres, tujuannya untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang tidak di inginkan seperti chaos dan ketegangan lainnya yang dapat mengancam stabilitas dan keamanan nasional, terlalu berlebihan.
Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu, mengatakan, pada penyelenggaraan Pileg maupun Pilpres tahun 2009 lalu, Pilkades juga tetap digelar, tetapi tidak terjadi apa-apa. Seharusnya Mendagri tidak perlu menampakkan sikap pesimis dan  ketakutan yang berlebihan, apalagi wewenang untuk melaksanakan pilkades, sudah menjadi bagian dari wewenang  yang  melekat pada daerah otonom,” ulasnya.
Suli sapaan akrabnya juga memaparkan, di seluruh Kabupaten/ kota se Indonesai sudah memiliki aturan  berupa Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) yang  terkait dengan tahapan pelaksanaan pilkades dan aturan tentang pilkades. Peraturan-peraturan itu tidak bisa di intervensi pemberlakuaannya hanya dengan surat edaran Mendagri itu, sebab menurut kedudukan dan sifatnya SE tidak termasuk pada hirarki peraturan perundang undangan yang berkekuatan hukum mengikat,” paparnya.
Dijelaskan, SE itu tidak mempunyai implikasi hukum, oleh karena itu, Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia dapat mengabaikan amanat Surat edaran mendagri tersebut. Bagi saya kisruh tidaknya Pileg, Pilpres dan Pilkades, sangat tergantung pada panitia, bila panitia dapat melaksanakan semua tahapan Pemilu dengan profesional,jujur dan adil tentu yang di hawatirkan oleh Mendagri tidak akan terjadi, akan tetapi bila panitia tidak netral dan tidak mengedapankan rasa keadilan dan mengabaikan aturan yang ada, maka sekalipun pilkades akan ditunda sampai tiga tahun lagi, maka potensi kisruh di masyarakat akan tetap terjadi,” ulasnya.
Suli mengaku heran, mengapa pilkades di kaitkan dengan  Pileg dan Pilpres, sebab menurutnya, Pileg dan Pilres berbeda jauh dengan Pilkades, dari sisi kepanitiaan saja beda, Pileg dan Pilpres panitianya adalah KPU, sementara pilkades panitianya adalah  masyarakat setempat yang di bentuk oleh Badan perwakilan desa (BPD), dan Kepala daerah sekalipun tidak bisa mengintervensi pemerintah desa dalam  pelaksanaan pilkades tersebut.
Yang sangat  lucu di SE Mendagri tersebut, juga ada ketentuan yang mengatur tentang penjabat Kepala Desa, dimana sepanjang penundaan Pilkades, Bupati wajib mengangkat penjabat kepala desa yang diambilkan dari PNS, padahal dalam UU no 32 th 2004 tentang pemerintahan daerah dan PP nomor 73 tahun 2005 tentang desa, sudah di atur dengan tegas, apabila kepala desa berahir masa jabatanya, berhenti atau di berhentikan maka PLT kepala desa di jabat oleh sekretaris desa,”jelas Suli.
Sehingga, sambungnya, SE mendagri tersebut dapat menimbulkan pemahaman yang biasa dan berbeda-beda antara kelompok yang satu dengan kelompok  yang lain, sehingga ia menilai, SE tersebut justru yang akan menjadi memicu konflik ditingkatan bawah.(does)

Read more...

Kepala Sekolah SMPN 1 Pademawu Akhirnya Dicopot


Pamekasan,Jatimnet Setelah laporang dugaan penyelewengan dana bos yang dilakukan oleh Kepala SMPN 1 Pademawu Idam Kholid, ditangani oleh Inspektorat, akhirnya kepala Sekolah tersebut dicopot dari jabatannya dan ditarik menjadi staf di Dinas Pendidikan wilayah itu.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan Yusuf  Suhartono mengatakan,pihaknya telah menarik kepala sekolah tersebut menjadi staf di Disdik. Kami tarik sementara pak Idham Kholid agar suasana kondusif dulu, sambil menunggu hasil pemeriksaan Inspektora,” katanya.
Sementara,untuk mengisi kekosongan jabatan Kasek di sekolah itu, untuk sementara dijabat oleh Wakil Kepala Sekolah. Sementara itu, Kabid Ketenagaan Disdik Pamekasan Suryanto, saat ditanya terkait kemungkinan Idham Kholid diberhentikan dari kepegawainnya, mengatakan, pihaknya masih menunggu dari Inspektorat terkait hal itu. Yang mempunyai kewenangan kan Inspektorat, sebab yang menangani masalah ini adalah Inspektorat, kalau bicara kemungkinan, ya mungkin aja,”katanya.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Kepala Sekolah SMPN 1 Pademawu itu dilaporkan oleh beberapa guru dan orang tua siswa, karena diduga telah menyelewengkan dana BOS, anggaran  buku, uang seragam siswa, dana SMP terbuka dan sejumlah uang sekolah lainnya, dana tersebut diperkirakan hingga mencapai kurang lebih, Rp.350 juta.(does)

Read more...

Kadisdik Akan Tindak Tegas Guru Yang malas Mengajar


Pamekasan | Jatimnet  - Adanya informasi tentang banyaknya guru PNS yang malas mengajar dan justru memanfaatkan guru tidak tetap (GTT) untuk mengisi jam pelajarannya, akan ditindak tegas, hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Pamekasan, Yusuf Suhartono.
Kami memang banyak mendapatkan informasi tentang hal itu, termasuk dari rekan-rekan media, tetapi kami masih menelusurinya, jika ditemukan hal itu, maka kami akan mengambil tindakan tegas,” katanya usai menghadiri hearing bersama Komisi A DPRD Pamekasan. Jumat 12/13 pagi.
Yusuf sapaan akrabnya juga mengatakan, seharusnya guru PNS memberikan contoh yang baik kepada Guru sukwan, dan disiplin dalam  melaksanakan tugasnya, bukan  malah  memanfaatkan guru sukwan. Seharusnya Guru PNS memberikan contoh yang baik bagi guru sukwan, bukan malah sebaliknya,” papar Yusuf.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Lembaga Pengkajian Kebijakan Daerah (LPKD), Sodik El-Fajar, menurutnya, guru PNS sudah digaji oleh negara dengan menggunakan uang rakyat, dan  tidak seharusnya melalaikan tugas pokoknya untuk mengajar.
Guru PNS itu kesejahteraannya sudah dijamin oleh Negara dan gajinya sangat tinggi, belum lagi jika mendapatkan sertifikasi, sedangkan guru sukwan  itu hanya mendapatkan Honor, itupun tidak seberapa, paling setiap bulannya hanya Rp.150 ribu, hingga Rp.250 ribu,” katanya.
Menurut Ketua Gerpas Kabupaten Pamekasan itu, Abdus Samad juga mengatakan, Disdik memang harus mengambil langkah yang  tegas apabila menemukan guru PNS yang memanfaatkan guru sukwan, sebab selama ini hal itu sering terjadi di berbagai sekolah di Kabupaten Pendidikan itu.
Mentang-mentang guru PNS, lalu malas mengajar karena ada guru sukwan, apa dia tidak  malu dengan gaji yang dia makan, bukankah itu uang rakyat yang  harus dipertanggung jawabkan dihadapan Tuhan,”tegasnya.
Sodik sapaan akrabnya juga mengatakan, hal itu terjadi karena saat ini guru sukwan dianggap sebagai  orang  yang  sangat  membutuhkan pekerjaan, dan sangat sulit untuk mencari tempat sukwan, sehingga guru PNS membebani mata pelajarannya, meskipun bukan waktunya untuk mengajar. Itu tidak boleh terjadi lagi, Diknas harus terus memantau bawahannya, mulai dari kepala Cabang dinas, kepala sekolah hingga guru-guru yang ada dibawah naungannya,” pungkasnya.(does)

Read more...

Jumat, 13 Desember 2013

Proyek Jalan Raya Provinsi di Pamekasan

Belum Serah Terima Dari Kontraktor  ke Pemprov Jatim Jalannya Sudah Ambles

Pamekasan | Jatimnet  - Setelah sebelumnya jalan raya Slempek, Desa Montok, Kecamatan Larangan, Ambles saat dilalui oleh truk, kali ini jalan provinsi yang baru diperbaiki itu kembali ambles setelah dilalui oleh Bus.
Sebuah Bus yang hendak menurunkan penumpang di pinggir jalan itu terperosok dan ambles hingga bagian kiri depan bus tersebut masuk kedalam bagian jalan.
Kepala UPT Bina Marga Pamekasan, meliputi empat kabupaten Yakni Kabupaten Sumenep,Pamekasan,Sampang, Bangkalan, Moch.Djunaidi mengatakan, di jalan KM 125 itu masih baru ditimbun dan dalam pelaksanaan penimbunan itu kemungkinan ada material yang kurang baik, sehingga apabila turun hujan, dan dilalui oleh kendaraan berat, jalan itu ambles.
Kemarin kan hujan dan banjir, mungkin ada salah satu titik yang ambles, dan barangkali ada material yang kurang baik,” katanya kepada Jatimnet Kamis 12/12 siang.
Tetapi, sambungnya, pihaknya telah memerintahkan pada kontraktor yang mengerjakan proyek jalan itu, untuk segera memperbaiki bagian jalan yang ambles tersebut.
Sudah kita perintahkan untuk diperbaiki mas, Itu kan masih tanggung jawab rekanan, sebab masih belum ada PH0 (Provesial hand Over) atau penyerahan dari kontraktor ke bagian Proyek merto 1 Pemprov Jatim,” ulasnya.
Djunaidi juga mengatakan, setelah penyerahan itu, nantinya masih ada masa pemeliharaan selama satu tahun.(doers)

Read more...

Mendagri Larang Pilkades Digelar Tahun 2014

Surat Edaran Dinilai Terlalu Berlebihan
 
Pamekasan | Jatimnet  - Surat edaran (SE) Mendargi, nomor 140/7635/PMD tahun 2013 tentang penundaan pelaksanaan pemilihan kepala desa, bagi desa desa yang masa jabatan kepala desanya berakhir pada tahun 2014, dinilai terlalu berlebihan.
Alasan yang mendasari SE tersebut karena di tahun 2014 ada pesta demokrasi berupa Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres, tujuannya untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang tidak di inginkan seperti chaos dan ketegangan lainnya yang dapat mengancam stabilitas dan keamanan nasional.
Dengan adanya SE itu, sepanjang tahun 2014, di seluruh Kabupaten/ Kota, tidak diperkenankan untuk menggelar pilkades, dan harus menunda pada tahun 2015.
Wakil ketua DPRD Pamekasan Suli Faris mengatakan, SE yang dikeluarkan pada bulan november tahun 2013 oleh Mendagri itu, terlalu berlebihan, dan tidak mendasar, sebab pada penyelenggaraan Pileg maupun Pilpres tahun 2009 lalu, Pilkades juga tetap digelar, tetapi tidak terjadi apa-apa.
Seharusnya mendagri tidak perlu menampakkan sikap pesimis dan ketakutan yang berlebihan, apalagi wewenang untuk melaksanakan pilkades, sudah menjadi bagian dari wewenang yang melekat pada daerah otonom,” katanya kepada sejumlah wartawan saat ditemui di kantornya. Kamis 12/12 pagi.
Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu, juga mengatakan, di seluruh Kabupaten/ kota se Indonesai sudah memiliki aturan berupa Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) yang terkait dengan tahapan pelaksanaan pilkades dan aturan tentang pilkades.
Peraturan-peraturan itu tidak bisa di intervensi pemberlakuaannya hanya dengan surat edaran Mendagri itu, sebab menurut kedudukan dan sifatnya SE tidak termasuk pada hirarki peraturan perundang undangan yang berkekuatan hukum mengikat,” paparnya.
Dijelaskan, SE itu tidak mempunyai implikasi hukum, oleh karena itu, Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia dapat mengabaikan amanat Surat edaran mendagri tersebut.
Bagi saya kisruh tidaknya Pileg,Pilpres dan Pilkades, sangat tergantung pada panitia, bila panitia dapat melaksanakan semua tahapan Pemilu dengan profesional,jujur dan adil tentu yang di hawatirkan oleh Mendagri tidak akan terjadi, akan tetapi bila panitia tidak netral dan tidak mengedapankan rasa keadilan dan mengabaikan aturan yang ada, maka sekalipun pilkades akan ditunda sampai tiga tahun lagi, maka potensi kisruh di masarakat akan tetap terjadi,” ulasnya.
Suli sapaan akrabnya, mengaku heran, mengapa pilkades di kaitkan dengan pileg dan pilpres, sebab menurutnya, Pileg dan Pilres berbeda jauh dengan Pilkades, dari sisi kepanitiaan saja beda, pileg dan pilres panitianya adalah KPU, sementara pilkades panitianya adalah masarakat setempat yang di bentuk oleh Badan perwakilan desa (BPD), dan Kepala daerah sekalipun tidak bisa mengintervensi pemerintah desa dalam pelaksanaan pilkades tersebut.
Yang sangat lucu di SE mendagri tersebut, juga ada ketentuan yang mengatur tentang penjabat kepala desa, dimana sepanjang penundaan Pilkades, Bupati wajib mengangkat penjabat kepala desa yang diambilkan dari PNS, padahal dalam UU no 32 th 2004 tentang pemerintahan daerah dan PP nomor 73 tahun 2005 tentang desa, sudah di atur dengan tegas, apabila kepala desa berahir masa jabatnnya,berhenti atau di berhentikan maka PLT kepala desa di jabat oleh sekretaris desa,”jelas Suli.
Sehingga, sambungnya, SE Mendagri tersebut dapat menimbulkan pemahaman yang bias dan berbeda-beda antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain, bahkan menurutnya, SE tersebut justru yang akan menjadi memicu konflik ditingkatan bawah.(does)

Read more...

Kamis, 12 Desember 2013

Ranmor 2013 Meningkat Ketimbang 2012


Pamekasan | Jatimnet - Peningkatan pelanggaran pada tahun 2013  Sebanyak 676 kendaraan bermotor (Ranmor) ditilang selama operasi zebra tahun 2013 digelar oleh jajaran Satlantas Polres Pamekasan.Operasi yang digelar atas edaran dari kepolisian republik Indonesia (Polri) itu dimulai sejak hari kamis (28/11/13) lalu, dan berakhir pada hari rabu (11/12/13) kemarin, di sejumlah titik Kabupaten Pamekasan.
Jumlah ranmor yang ditindak karena melakukan berbagai pelanggaran itu meningkat darastis dari tahun dari tahun 2012 lalu, dimana pada tahun lalu jumlah Ranmor yang ditilang hanya 133 sedangkan pada operasi Zebra tahun 2013 ini jumlah tersebut meningkat hingga mencapai jumlah 676 kendaraan.
Kasatlantas Polres Pamekasan AKP. Bambang Soegiharto melalui Kanit Laka Lantas Moh.Adnan, mengatakan, sejumlah kendaraan yang ditilang itu, rata-rata karena tidak dilengkapi dengan surat-surat lengkap.
Rata-rata kendaraan yang ditilang itu karena tidak dilengkapi dengan surat-surat, tidak menghidupkan lampu disian hari dan kelengkapan kendaraan seperti tidak ada spion, ” katanya.(does)

Read more...