MARI KITA SUKSESKAN PEMILIHAN PRESIDEN 2014

.

Senin, 11 November 2013

Ombak Besar Nelayan Tetap Melaut


Pamekasan | Jatimnet - Meski gelombang di beberapa perairan Pamekasan masih tinggi, beberapa nelayan memaksakan diri tetap melaut. Resiko tersebut tetap dilakukan demi memenuhi kebutuhan ekonomi setiap harinya.
Salah satunya dilakukan nelayan di Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan. Beberapa nelayan di desa itu tetap mencari ikan di laut. Seperti yang diutarakan sahrul, dirinya terpaksa menantang laut untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Sebab, selain menjadi nelayan dirinya tidak mempunyai mata pencaharian lain.
Kalau tidak cari ikan, keluarga saya mau makan apa? ini adalah sumber ekonomi keluarga satu-satunya” ucapnya.
Menurutnya, itu bukan hal yang baru. Ombak besar sudah menjadi temannya mencari nafkah setiap hari.
Hal itu sudah resiko menjadi nelayan, setiap hari harus bergelut dengan angin dan ombak. Kalau takut ombak, tidak akan mendapat apa-apa. Baginya, gelombang diperairan tempatnya mencari uang saat ini tidak seberapa. Sehingga, masih memungkinkan untuk dilalui untuk mencari ikan.Bahkan, gelombang yang lebih besar pernah dialaminya pada saat berada di lautan. Gelombang saat ini masih normal tidak membahayakan.” tuturnya.
Sebelumnya, badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) mengimbau agar nelayan tidak melaut. Sebab akan membahayakan keselamatan. Dalam catatannya, gelombang di beberapa perairan di Kabupaten Pamekasan berkisar antara 2.5 hingga 3 meter.
Dengan ketinggian itu, sangat membahayakan untuk perahu kecil. Untuk beberapa hari ke depan. gelombang di perairan Pamekasan masih tinggi,” terang Endriyono, petugas BM KG Sumenep melaui fia telpon. (does)

Read more...

Minggu, 10 November 2013

Keterbukaan Informasi Publik di Pamekasan

Masih Bermasalah

Pamekasan | Jatimnet - Keterbukaan akses informasi publik di Kabupaten Pamekasan hingga kini masih bermasalah, sehingga sebagian satuan kerja perangkat daerah di Kota Gerbang Salam itu harus berurusan dengan Komisi Informasi (KI).
Buktinya sebanyak 23 SKPD di lingkungan Pemkab Pamekasan kini dilaporkan ke KI Jatim, karena menutup akses informasi kepada lembaga pemohon informasi. Khususnya terkait dengan realisasi penggunaan APBD untuk berbagai kegiatan dan proyek pembangunan.
Wakil Ketua KI Jatim Imadoeddin menjelaskan, SKPD yang dilaporkan bermasalah dan menutup akses informasi publik sebanyak 23 SKPD. Laporan sengketa informasi itu telah diterima KI beberapa waktu lalu dan kini masih dalam proses penelitian.
Semua jenis laporan pasti akan kami usut, karena ini menyangkut amanah undang-undang tentang keterbukaan informasi publik,” kata Imadoeddin yang dihubungi wartawan melalui telepon dari Pamakasan.
Ia menjelaskan, SKPD di lingkungan Pemkab Pamekasan yang dilaporkan ke KI Jatim, karena tidak transparan dalam menyajikan informasi yang dibutuhkan badan publik itu, terkait penggunaan dana APBD, “Jelasnya
Inilah sejumlah SKPD di lingkungan pemkab Pamekasan, yang dilaporkan ke Komisi Informasi (KI) Jatim karena menutup akses informasi publik, terutama terkait dengan penggunaan dana anggaran yang diduga banyak digelembungkan atau dimark up.
Masing-masing di Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Badan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Balitbangda), Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Koperasi dan UKM, serta Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Pemkab Pamekasan.
Selanjutnya Dinas Pemuda Olahraga dan Kebudayaan (Disporabud), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Kantor Ketahanan Pangan (KKP), Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun), Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan.
SKPD lainnya ialah Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil (Dispenduk Capil), Kantor Pelayanan Terpadu, Inspektorat, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapemas), Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan, “jelas Imad
Lanjut Wakil Ketua KI Jatim Imadoeddin, dari sebanyak 23 sengketa informasi yang disampaikan ke KI Jatim itu, memang ada beberapa yang perlu diperbaikan oleh pelapor, karena kurang lengkap.
Untuk sementara, berdasarkan hasil pemeriksaan staf, ada 15 yang sudah lengkap dan layak diproses,” tutur Imadoeddin.
Secara umum, sengketa informasi yang disampaikan ke KI di lingkungan Pemkab Pamekasan itu, tentang transpansi penggunaan anggaran dan proyek pembangunan. Pelapor, yakni Koalisi Parlemen Mahasiswa Jalanan (Kopaja), menginginkan data penggunaan dana proyek dalam APBD, namun tidak diberi oleh instansi pemkab dengan alasan itu rahasia negara.
Ketua Kopaja Pamekasan Kholil Iam mengatakan, pihaknya ingin mengetahui laporan detail tentang penggunaan alokasi APBD itu, karena selama ini mencurigai adanya penyimpangan, dan penggelembungan penggunaan dana.
Bahkan ada beberapa program yang nilainya ratusan juta sampai dengan milyaran, seperti program hutan kota di Dinas Kehutanan dan Perkebunan, tapi realisasinya dipertanyakan,” ujar Kholil Iam.
Selain itu, menurut dia, penggunaan alokasi anggaran sebagaimana ketentuan yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, tidak termasuk yang dikecualikan.
Sebagaimana dijelas pada Bab V Pasal 17 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 itu, informasi yang dikecualikan ada sepuluh poin. Antara lain adalah jenis informasi publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon Informasi Publik dapat menghambat proses penegakan hukum.
Kedua, bisa mengganggu kepentingan perlindungan hak atas kekayaan intelektual dan perlindungan dari persaingan usaha tidak sehat, dan dapat membahayakan pertahanan dan keamanan negara.Atau, yang juga masuk dalam pengecualian apabila informasi itu bisa merusak ketahanan ekonomi nasional.
Kalau transparansi penggunaan APBD, saya kira tidak akan merusak perekonomian nasional, justru bisa menyelamatkan bangsa ini dari upaya berbuat korupsi oknum pejabatnya.
Kalau mereka merasa tidak melakukan perbuatan yang merugikan negara, saya yakin mau memberika data itu. Makanya kami sengketakan saja ke KI,” “kata Kholil. (does)

Read more...

Sabtu, 09 November 2013

Dana Pesangon DPRD Sampang Periode 1999-2004 Diusut

Bupati Tangapi Dingin
Sampang | Jatimnet - Kasus aliran dan pesangon anggota DPRD Sampang Periode 1999-2004 terus menjadi wacana hangat di lingkungan Sampang, jika 41 anggota dewan yang ikut menerima aliran dana itu diusut, maka semakin banyak tokoh penting Sampang yang akan terkuak keterlibatanya. Pengusutan kasusus tersebut ditangapi dingin Bupati samapang Fannan Hasip.
`Saat ditanya saoal dana pesangon tersebut waktu itu Fannan yang juga anggota dewan saat itu,menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada Kejaksaan Negeri Sampang, sebab menurutnya hal itu merupakan ranah hukum yang harus dipatuhi.
Ya mau keputusan hokum seperti itu harus sesuai dengan ketentuan hokum terserah kalau kejaksaan akan menindaklanjuti dana pesangon itu kita selaku warga Negara wajib patuh Hukum, “tegas Bupati Fannan.
Sementara itu Malik Amrullah yang juga Tim Anggaran (Banggar) pada periodaeh yang di permasalahkan itu menegaskan, Keputusan ada dana pesangon memang di plenokan. Pengambilan Keputusannya di lakukan oleh kalangan Legeslati dan eksekutif.
Tapi kebijakan itu dari pengambil keputusanyaitu pimpinan Dewan, jadi empat pimpinan sebagai inisiator,”tegas Malik yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinsosnakertaran Sampang.
Saat di konfirmasi Humas Kajari Sampang, Sucipto mengaku masih melakukan pengkajian internal, pihaknya kini mulai engan berkomentar bahwaterkait nasib ke 41 anggota Dewan itu, Pantau saja kita masih belum bisa memberikan keterangan lebih jauh,”terang sucipto dihubungi melalui saluran telpon.
Sebelumnya pernyataan berbeda dengan Malik Amrullah disampaikan Faidhol Mubarok, salah satu Dewan Periode 1999-2004 itu mengaku hanya sekedar membahas, sedangakan pengajuannya bersal dari eksekutif,
Sehingga dirinya berharap agar tidak hanya legislatif yang disorot, mestinya yang pertama disorot pengguna anggaran yaitu Eksekutif, ini bukan lagi keputusan perseorangan tapi keputusan bersama antara Legeslatif dan Eksekutif,”terang Fadhol
Sementara itu Arman Syaputra selaku kuasa hukum pimpinan dewan terpidana mengatakan dukungan masyarakat Sampang tersebut dinilai wajar, sebab Hukum seharusnya tidak pandang bulu, baik Pimpinan maupun anggota yang juga menikmati dana pesangon juga harus diusut ,”terang Arman (does)

Read more...

Butuh Lahan 6 Ribu Hektare, 2014 Targetkan Pabrik Gula


Bangkalan | Jatimnet - para petani tebu berpotensi besar sedangkan peminat petani  tebu menim, di Bangkalan harus bersabar dengan hasil panennya untuk di olah pabrik, sebab saat ini pendirian pabri dalam wacana,
Hal itu mengingat untuk mendiriakan pabrik tebu di butuhkan lahan produksi skitar 5-6 ribu hektare, untuk mendirikan pabrik tebu las lahan tebu harus mencapai 5-6 ribu hektare, persyaratan belum terpenuhi di Bangkalan.
Menurut Kabid Pengembangan Produksi dan Peredaran Hasil Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Bangkalan Sumarmi, direncanakan pada tahun 2014 dan 2015 baru didirikan pabrik tebu di Bangkalan.
Karena belum ada pabrik gula di Bangkalan maka pengelolaan hasil panen tebu petani saat ini dikirim ke pabrik gula di jawa, diantaranya pabrik gula(PG) Krembung, Krian, dan pabrik gula Candi Sidoarjo, alternative kmimnag ke PG terdekat  ke Wilayah Bangkalan,” menurutnya
Data di Dishutbun Bangkalan sementara, Luas Lahan tebu masa tanam 2012/2013 di PTPN X hanya 465,478 hektare, sedangkan ke pg Candi 9,135 hektar sehingga totalnya 560,372 hektare.
Kedepan pendirian pabrik gula di Madura penting guna mengurangi biaya operasional pengangkutan tebu ke Jawa setiap masa panen, “Jelasnya (does)

Read more...

Tolak Dugem Party With Gelar Demo Di Kantor Dewan



Pamekasan | Jatimnet - Aksi penolakan pesta dugem bertajuk party night with DJ Jimmy di Stadion R. Soenarto Hadiwidjojo, tidak hanya dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum. Melainkan juga dari kalangan siswa. Mereka rela meninggalkan ruang kelasnya untuk melakukan demonstrasi ke kantor DPRD Pamekasan. Apa penyebabnya?
Maraknya penolakan atas rencana pesta dugem di Pamekasan, juga dilakukan siswa-siswa SMP dan SMA sederajat. Hal itu terlihat kemarin (8/11) setelah puluhan siswa di Pamekasan, menggelar demonstrasi ke kantor DPRD Pamekasan. sekitar pukul 09.00.
Aksi yang dilakukan sekitar 50 siswa dan beberapa guru. serta pemuda itu, meminta agar pesta dugem sejati bakal digelar sabtu malam nanti di gagalkan.
Itu karena diyakini akan merusak moral anak dan pemuda Pamekasan kedepan. ”Lihat anak-anak generasi penerus di Pamekasan ini.
Besok dia akan disuguhkan pesta dugem yang tak baik adalah pesta setan Lalu mau dididik apa adik- adik kita yang masih sekolah ini. Apakah akan dijadikan tukang dugem besok setelah remaja,” teriak Zainal Abidin, salah satu guru di Pamekasan
Sengaja mengajak beberapa muridnya untuk demo menolak pesta dugem, sebagai wujud keprihatinannya terhadap keadaan di Pamekasan yang dirasa sudah umum meninggalkan nilai-nilai ke-Islamannya.
Kami sebagai guru selalu melakukan penanaman moral dan akhlak sejak dini kepada siswa. Tapi dengan diselenggaranya pesta dugem ini, apakah tidak akan merusak moral anak didik. Percuma guru mendidik murid-muridnya di sekolah setiap hari. tapi di lapangan disuguhkan kegiatan yang aneh-aneh,” teriak Zainal.
Diungkapkan pula jika Pemkab Pamekasan tidak konsisten dalam menjalankan pemerintahan. Sebab menurutnya, Pamekasan dengan degan (Berdian Pengembangan Masyarakat islam Gerbang salam ternyata yang dilakukan pemkab dengan memberi izin pergelaran pesta dugem, sangat bertolak belakang dengan Gerbang Salam selama ini.
Salah satu siswa, Roni, mengalun paham terhadap apa yang dilakukannya saat demo. Dirinya mengaku rela meninggalkan ruang kelas, demi masa depan Gerbang Salam, dan masa depan dirinya sebagai generasi penerus. Katanya akan ada pesta dugem secara terbuka, itu melanggar syariat.” kata siswa kelasi/I itu kepada Jatimnet.
Menurut korlap aksi, Wahyu Mulyati dirinya mengajak teman-temannya dan siswa demo ke DPRD untuk meminta pertanggung jawaban para wakil rakyat dalam fungsi pengawasannya kepada eksekutif. “Mana nyalimu hai para anggota DPRD, terutama kamu semua yang dari partai islam. Kok bisa pesta dugem ini mendapat izin dari eksekutif (Pemkab Pamekasan, Red) papar wahyu.
Aksi damai yang dilakukan di luar pagar utara kantor DPRD, tepatnya di sisi selatan Jalan Kabupaten, akhirnya ditemui Wakil Ketua DPRD Suli Fans. dan Wakil Kema Komisi A Heidir Rahman.
Dalam tanggapannya baik Suli maupun Heidir, menyatakan jika dirinya baru tahu hari itu, saat ada demo, jika akan digelar pesta dugem di Pamekasan “Selama ini tidak ada koordinasi antara pemkab dengan kami (komisi A, Red). Tapi setelah saya krosoek bawaan, pergelaran itu sah,” kata Heidir. Hal senada juga diutarakan Suli.
Menurutnya, ke depan komisi A dimandatkan untuk memanggil pihak terkait dari eksekutif guna pertautan ada di komisi A. Biar komisi A yang bertindak jika adik-adik semua menginginkan pesta dugem itu ditiadakan. Karena bertentangan dengan Gerbang Salam, kami pun sepakat dengan adik-adik.” pukas Suli.
Mendengar penjelasan ini. para pedemo merasa puas. Akhirnya mereka bubar dengan tertib. Para siswa kembali ke sekolahnya untuk melanjutkan proses belajarnya. (does)

Read more...

Tangkis Laut Buatan Warga Hancur Disapu Ombak


Bangkalan | Jatimnet - Tangkis laut buatan warga di Pantai Sepulu sebagian mulai hancur. Itu karena penahan ombak hanya mengandalkan kekuatan baru yang dibatasi dengan bambu tanpa semen sama sekali.
Maklum, warga membangun tangkis laut dengan bahan seadanya. Itu pun dilakukan untuk melindungi sawah dan permukiman warga yang berada tidak jauh dari pantai tersebut. Namanya juga tangkis laut buatan warga sendiri, jadi wajar kalau cepat ambrol.” Kata Usaman, warga setempat. 
Meski begitu, warga mengaku tidak putus asa, batu-batu yang ambrol karena gerusan ombak tersebut akan disusun lagi tangkis laut jebol, bambu-bambu yang sudah rapuh akan diganti dengan bambu yang baru untuk menahan batu.
Tangkis laut ini memang penahan ombak yang bersifat sementara hingga nanti dapat bantuan penanganan dari pemerintah.” pungkasnya (does)

Read more...

Jumat, 08 November 2013

Warga Soroti Kwalitas Pondasi Jembatan


Pamekasan | Jatimnet - Pembangunan Jembatan Desa di dusun Songlesong Desa Bujur Timur Kecamatan Batu Marmar disoroti masyarakat sekitar proyek, pasalnya masyarakat sekitar menilai kwalitas bahan dasar yang di gunakan pondasi khususnya cor coran dinilai kurang bagu berkwalitas rendah dan kayaknya tidak sesuai bistek yang ada,
Masyarakat kwatir jika campuran semin dan pasir kayak gitu pondasinya berkwalitas rendah akan berdampak pada kwlitas jembatan akan cepat roboh.
Menurut salah satu warga setempat Baihaki mendesak pelaksana proyek jembatan untuk memperhatikan kwalitas cor pada pada pondasi dan tiang penyangah jembatan, sebab menurut pengamatannya kwalitas cor sangat rendah, campuran semin tidak sesuai dengan ukuran, bahkan hasil bangunan dasar yang di sentuh mudah protol , sementara aliran sugai ketika musim hujan sangat deras ” tuturnya
Saat  Jatimnet ke lokasi disisi selatan jembatan mulai tertata batu gunung, dibagian dasar jembatan yang diselipkan cor,tetapi warnanya kurang hitam gak kelihatan kalau itu coc coran, kuat dugaan campuran semen untuk menguatkan struktur pondasi jembatan minim tidak sesuai dengan ukuran beton, dalam hal ini harus di kaji ulang agar tidak membahayakan warga yang melintas,”katanya
Masih Baihaki mahasiswa yang melanjutkan S 2 nya di Kediri, selain itu belum terlihat tiang penyangah dari besi, dari bawah hanya tertata batu gunung, hal ini yang akan nantinya bisa menjadi penyebab cepat rusaknya jembatan, mestinya agar lebih kuat ada tiang besi dikanan kirinya,
Terkait lebar jembatan seharusnya tidak mempersempit lauas aliran sungai, sebab hal ini akan akan membuat kaki jembatan mudah tergerus, warga berharap pembangunana jembatan itu perlu ditinjau ulangmumpung saat ini baru dimulai pembangunanya, “papar baihaki.
Waktu Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pamekasan Totok Hartono ketika di konfirmasi mengatakan akansegera melakukan kroscek lapangan, sebab proyek itu baru dimulai dan pihaknya berjanji untuk segera mencari tahu ke PPK dan Pengawas Lapangan. “Kami akan Kroscek ke PPKnya dulu mas,”jawab Totok ketika ditanya.(does)  

Read more...

Belum Dipasang Traffik Light Kondis Lalu Lintas Sembrawut


Sampang | Jatimnet - Meski di wilayah kecamatan, namun volume kendaraan yang melintas di pertigaan jalan di pusat kota Kecamatan Ketapang. Sampang, setiap hari cukup ramai.
Sebab jalur pantura itu menjadi perlintasan kendaraan dari tiga arah, yakni dari timur, barat, dan selatan.  Akibatnya, kondisi lalu lintas di pertigaan tersebut semrawut dan tak jarang membuat pengendara nyaris bersenggolan saat melintas.
Apalagi, di pertigaan tersebut belum dipasang Traffic light. Tidak hanya siang hari, malam hari kendaraan tetap ramai,” kata warga yang biasa berada di pertigaan tersebut.
Kabid Perhubungan Darat Dishubkominfo Sampang Fadeli mengatakan, terkait lampu rambu lalu lintas di Ketapang, pihaknya akan mengusulkan di anggaran 2014.
Tidak hanya pertigaan Ketapang, tapi juga di Kecamatan Banyuates. Untuk pertigaan Ketapang, terangnya, masih tahap kajian. Jika hasil kajian nanti butuh yang lengkap (lampu hijau, kuning, dan merah). segera diusulkan untuk anggaran 2014. “Tunggu saja hasil kajian tim. nanti kita informasikan,” pungkasnya. (does) 

Read more...

Kamis, 07 November 2013

Nebang pohon Jati di Ladang Sendiri

Digelandang ke Polres Pamekasan

Pamekasan  | Jatimnet - Perbuatan yang dilakukan Hairullah (70), penebangamn pohon jati yang di lakukannya berakibat masuk penjara,padahal kakek asal Dusun Brumbung Desa ponjenan Barat kecamatan Batu Marmar.
Penebanganm dilakukan di perkarangannya sendiri,pohon jadi yang di tebang kemudian dijual itu adalah pohon jati dan tanahnya warisan dari orang tua isrinya Surani sejak dulu.
     Tanpa disadari ternyata tindakan Hairullah itu di persoalkan oleh keponakanya sendiri Ahmad Effendi yang tidak lain anak kandung dari saudaranya istri Hairullah, Ahmad melaporkan ke Polisi dengan tuduhan pencurian kayu jati sebab pohon jati yang ditebang diklaim miliknya dan tumbuk ditanah miliknya.
Itu di buktikan dengan hak kepemilikan tanah (sertifikat tanah) yang sudah atas nama Ahmad Efendi.
Surani mendatabgi Mapolsek Batu Marmar untuk menjelaskan pokok persoalan yang sebenarnya ,dia tidak terima suaminya ditahan di Polres Pamekasan atas tuduhan pencurian kayu jati.
Pohon jati yang ditebang itu milik itu milik kami yang diwarisi orang tua, kok malah suami saya yang dituduh mencuri,”tutur surani lirih
Surani dating Ke Mapolsek dengan Keluarganya juga berniat melaporkan pemalsuan sertifikat yang dilakukan Ahmad, sebab versi surani tanah yang ditumbuhi pohon jati adalah miliknya,tanah tersebut merupakan tanah pmberian dari orang tuanya kok saat ini sertifikatnya atas nama Ahmad Efendi.
Waktu pembuatan sertifikat kok aku tdak pernah dikasik tahu biasanya aku juga menandatangani berkas pengajuan pembuatan sertifikat dan juga tanpa kesaksian kepala desa setempat dan dari pihak keluarga yang lain. ‘Kata Surani
Kami berani menebang pohon jati itu karena memang milik saya ternyata malam hari Polisi datang ke rumah menjemput suami saya dengan tuduhan pencurian pohon jati kami terkejut pohon jati yang mana masalahnya kami nebang pohon jati yang ada di tanah sendiri apa itu salah,”tambahnya.
Untuk itu kami datang Ke Mapolsek untu mencari keadilan agar suami saya bisa bebas dan dugaan kongkalikong pembuatan sertifikat yang bisa diproses atau ditrbitkan sertifikat, agar suami saya bebas dari hukuman, pembuatan setifikat ini akan kami tlusuri kenapa kok sampai terbit sertifikat ,kalau miming terbukti palsu akan kami tuntut balik terkait proses pembuatan sertifikat yang tak jelas tersebut,”jelas Surani lirih  
Termasuk,saksi saat pengukuran tidak ada dari pihak saudara sayangnya kedatangan Surani ke Mapolsek Batu Marmar sia sia, pasalnya Polsek menolak Laporan Surani,Anggota polsek menyarankan ke Polres karena kasusa tersebut dilapporkan ke Mapolres. Laporkan ke Polres saja, soalnya kasusnya sudah ditangani Polres, “kata Kanit Reskr Polsek Batu Marmar Aiptu Imam Rojikin.
Untuk mencari keadilan istri hairullah rabu 6/11 mendatangi Mapolres Pamekasan untuk mencari keadilan bahwa suaminya tidak bersalah ingin menemui kanit Pidana Umum Aipda Tirto tapi sayang kanit Pidum tidak ada ditempat sedang ada tugas ke Jakarta, kadas sudah surani untuk mencari Keadilan suaminya.
Tapi saya tidak akan putus asa saya tetap untuk mencari keadilan, suami saya kan tidak bersalah Tuhan tetap akan memberi Jalan bagi orang yang tidak bersalah, ”pungkasnya (does)

Read more...

Rabu, 06 November 2013

Hari Jadi Sumenep ke 744

Nuansa Keraton Soengenep Tempo Doeloe

Sumenep | Jatimnet - Memperingati Hari Jadi Sumenep ke 744, digelar Prosesi dan pawai seni budaya, yang melibatkan 1000 pendukung acara, mulai penari, teater, hingga pemusik tradisional.
Acara yang dipusatkan di depan Masjid Agung Sumenep diawali dengan penobatan Arya Wiraraja sebagai Adipati pertama di Sumenep. Dalam prosesi tersebut, digambarkan penyambutan gegap gempita rakyat Soengenep (sumenep: red) atas penobatan Arya Wiraraja.
Mereka dengan sukacita mempersembahkan hasil panen dan ternak mereka, sebagai pertanda dukungan terhadap penobatan Arya Wiraraja sebagai Adipati. Acara prosesi dilanjutkan dengan penyerahan pataka dari Adipati ke Bupati, yang diterima langsung Bupati Sumenep, A.Busro Karim.
Proses tersebut kental dengan nuansa keraton Soengenep tempo doeloe. Seluruh pendukung acara berpakaian adat keraton. Bahkan Bupati Sumenep bersama istri, berpakaian ala raja keraton.
Demikian juga dengan jajaran Forum Pimpinan Daerah. Semuanya berpakaian adat keraton. Prosesi penobatan tersebut juga diiringi tari-tarian tradisional, mulai tari 'muang sangkal', hingga tari kolosal yakni tari keris, yang melibatkan 600 penari.
"Acara ini merupakan ajang promosi seni budaya, dan objek wisata bagi turis mancanegara. Ini juga sebagai ajang kreasi para pelaku seni tradisional Sumenep," kata Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah raga (Disbudparpora)  Kabupten Sumenep Bambang Irianto.
Sementara Bupati Sumenep, A. Busyro Karim mentargetkan kunjungan wisatawan ke Sumenep tahun 2014 mencapai 1 juta orang. "Ini target yang masuk akal, karena melihat grafik yang ada, kunjungan wisatawan ke Sumenep terus meningkat dari tahun ke tahun, “ kata Bupati.
Bupati berharap agar Prosesi dan Pawai Budaya dalam rangkaian peringatan hari jadi Sumenep, bisa dijadikan ikon budaya. Acara tersebut merupakan tata nilai kreatifitas seni yang terbangun pada tradisi. "Jadi ada komitmen mempromosikan potensi wisata sumenep. Mubadzir kalau potensi yang dimiliki tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya
Bupati menambahkan, tari kolosal yang disajikan sengaja mengambil tema keris, mengingat Kabupaten Sumenep diakui sebagai daerah dengan pengrajin keris terbesar di Asia Tenggara.
"Sumenep ini punya 543 pengrajin Keris. Terbanyak dibanding daerah-daerah lain. Keris dijadikan tema dalam tarian kolosal ini, karena keris memiliki nilai filosofi luhur, yakni dinamika dan kejayaan," tuturnya.
Usai prosesi penobatan, acara dilanjutkan dengan pawai budaya keliling kota Sumenep. Jajaran kepala dinas juga mengikuti pawai tersebut menggunakan becak hias. Acara spesial tersebut tak urung menyedot perhatian berbagai pihak.
Ribuan masyarakat Sumenep pun 'tumplek blek' di areal alun-alun kota, menyaksikan prosesi penobatan Arya Wiraraja dan tari kolosal. Bahkan acara tersebut juga disaksikan puluhan turis asal Inggris, Uzbekistan, dan beberapa negara lain.(does)

Read more...

Siswa Tenggelam Sehabis Sertijab Ketua Osis


Sumenep | Jatimnet - Setelah prosesi serah terima jabatan osis dilakukan, korban bersama temannya mandi bersama di sungai Pangareman di desa tersebut. Tapi sialnya, mantan Ketua Osis ini malah tewas tenggelam. Diduga Ainun tewas karena tidak bisa berenang,dengan kedalaman sungai sekitar 5 Meter.
Meski sempat ditolong oleh lima teman lainnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.mengingat pencarian korban lama,memakan satu jam lamanya.
Mendengar kejadian itu,petugas kepolisian langsung ke lokasi melakukan evakuasi dan membawa mayat korban ke RSUD untuk dilakukan otopsi.
Isak tangis keluarga dan teman korban mengiringi kepergiannya saat mereka datang ke RSUD Moh Anwar Sumenep. Setelah diotopsi, jenazah korban diangkut ambulance Rsud Moh Anwar dibawa pulang ke kediamannya untuk dikebumikan. (does)

Read more...

Hujan Turun Petani Tembakau Kawatir Harga Anjlok


Pamekasan | Jatimnet - Hujan yang turun pada hari Senin, menjadi pukulan hebat pada para petani tembakau, karena saat ini, merupakan musim panen tembakau. Turunnya hujan kemarin akan berdampak pada menurunnya kwalitas dari tembakau yang berimbas pada anjloknya harga jual.
Hal ini dirasakan Mostar asal Desa Pangtonggal Kecamatan Proppo Pamekasan, saat ditemui Jatimnet, Mostar nampak bersama istri dan anaknya menjemur tembakau yang baru dirajang tadi malam tersebut,
Sambil membersihkan kotoran yang menempel di tembakaunya, Mostar berharap cuaca hari ini dan besok cerah, karena proses pengeringan tembaku membutuhkan 2 hari.
Menurut Mostar saat ini, harga tembakau di pengepul berkisar antara 20 hingga 25 ribu rupiah, yang tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkannya, mulai dari musim tanam hingga proses panen dan pengeringannya yang biayanya jauh lebih besar pada hal petani yang menanam tembakau hanya sedikit sekitar 10 % yang menanam tahun ini,”punkasnya 
Pihaknya berharap harga tembakau bisa jauh lebih tinggi sesuai dengan harapan para petani. Pemerintah Kabupaten Pamekasan diminta untuk mengendalikan harga tembakau terutama di kalangan  petani.
“Karena saat ini para petani sering dikecewakan oleh para pedagang yang mempermainkan harga tembakau, “Harapanya (does)

Read more...

Selasa, 05 November 2013

Tempat Prostitusi Marak Di Kota Gerbang Salam


Pamekasan | Jatimnet - Maraknya tempat maksiat yang ada di Kabupaten Pamekasan, membuat Bupati Pamekasan Achmad Syafii geram. Di kota Gerbang Salam itu banyak tempat yang dijadikan lokasi mesum, mulai tempat kost, warung remang-remang, hotel dan tempat karaoke.
Sudah kami kasik tempat milik pemerintah, seharusnya tidak dijadikan tempat maksiat, sebab lahan yang ditempati itu milik pemerintah yang diperuntukkan bagi masyarakat yang betul-betul ingin berwirausaha, bukan malah dijadikan transaksi wanita,” katanya usai melepas pawai obor senin 04/11 malam
Bahkan politisi partai Demokrat itu mengancam akan menutup seluruh tempat yang dijadikan lokasi maksiat itu. Kami akan rampas hak pemilik tempat yang berdiri di atas tanah negara jika melakukan kegiatan maksiat,” tegasnya.
Ia mencontohkan, salah satu tempat yang dijadikan lokasi prostisusi telrselubung itu ialah di Pasar 17, dimana di lokasi tersebut banyak warung remang-remang yang melakukan praktik prostitusi. Tidak ada toleransi terhadap semua tempat yang dijadikan transaksi prostitusi itu, semunya akan kita tutup,” terangnya.
Dijelaskan, saat ini pihaknya telah mempunyai data lokasi yang kerap dijadikan lokasi transaksi prostitusi, bahkan ia akan melakukan penertiban sendiri dengan didampingi oleh petugas penegak perda yaitu Satpol PP.
Sehingga ia mengajak semua pihak,untuk ikut serta dalam memberantas praktik maksiat itu, dan memberikan informasi kepada pihaknya apabila mempunyai informasi lokasi prostitusi terselubung di wilayah tersebut di jadikan ttempat maksiat ‘Himbaunya.(does)

Read more...

Kota Gerbang Salam Semarak Pawai Obor Malam Tahun Baru Islam


Pamekasan | Jatimnet - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pamekasan, melakukan pawai obor dalam rangka merayakan tahun baru Islam 1 muharram 1435 Hijriyah. Senin 04/11 malam.
Pawai tersebut dimulai dari kantor PMII cabang pamekasan, jalan Brawijaya dengan berjalan kaki menuju munomen arek lancor, selain membawa ratusan obor yang mewarnai pawai tersebut, irigan musik rebana (Hadrah) juga mewarnai pawai itu.
Ratusan aktifis PMII dari berbagai komisariat kampus yang ada di Kabupaten pendidikan itu, juga bertawaf mengelilingi munomen arek lancor. Ketua PMII Cabang Pamekasan Sidik mengatakan, acara tersebut untuk memeriahkan pergantian tahun bagi umat islam, sebab selama ini perayaan tahun baru islam sudah mulai dilupakan.
Selama ini pemuda islam justru larut dalam perayaan tahun baru Masehi, dan tidak pernah merayakn tahun baru islam, sehingga kami sebagai organisasi mahasiswa islam memeriahkan tahun baru islam 1 muharram 1435 hijriyah ini,” katanya Wartawan Jatimnet
Lebih lanjut ia berharap, perayaan tahun baru islam itu menjadi momentum untuk terus memperbaiki kehidupan islam dalam berbangsa dan bernegara Sementara itu, kordinator perayaan tersebut Moh.Elman mengatakan,
PMII menggelar perayaan tahun baru islam itu untuk mengajak pemuda islam agar lebih mendalami makna tahun baru islam, sehingga tidak hanya merayakan pergantian tahun diluar Islam saja.
“Kami mengajak pemuda islam agar terus memahami makna dari tahun baru islam, sebab selama ini pemuda islam lupa akan adanya tahun baru islam ini,” ulasnya.
Dari pantauan Jatimnet, ratusan aktifis PMII Cabang Pamekasan itu, melakukan pawai obor dengan berjalan kaki, selain itu pawai tersebut juga diiringi musik hadrah, dan melakukan orasi keislaman secara bergantian)
Sementara itu, aparat kepolisian dari Polres Pamekasan, melakukan pengamanan. Berdasarkan pantauan Jatimnet, nampak sejumlah petugas kepolisian mengamankan sejumlah titik yang dilalui oleh peserta pawai perayaan tahun baru islam itu.
Selain itu, petugas kepolisian juga melakukan pengawalan peserta konvoi dengan menggunakan kendaraan roda dua dan membunyikan serine sepanjang perjalanan konvaoi tersebut.
Kasat Lantas Polres Pamekasan AKP.Bambang Soegiharto, saat ditemui disela-sela pengaman pawai tersebut mengatakan, pihaknya mengerahakan petugas kepolsian untuk mengamankan jalannya kegiatan perayaan tahun baru islam yang berlangsung malam itu. Kami menerjunkan anggota satlantas Polres Pamekasan untuk mengamankan perayaan tahun baru islam ini,” katanya kepada sejumlah wartawan.
Ia juga mengatakan, selain melakukan pengamanan, anggotanya juga ditugaskan untuk mengatur arus lalu lintas di kota itu, sebab perayaan tahun baru islam itu dilakukan disaat aktifitas kendaraan padat. Kami juga mengantisipasi terjadinya kemacetan di berbagai titik, sehingga jika terjadi kemacetan bisa segera diurai oleh petugas yang sudah berada dilapangan,” ulasnya.(does)

Read more...

Senin, 04 November 2013

Kerapan Sapi Rekeng Piala Presiden Tahun 2013 Kurang Meriah


Pamekasan | Jatimnet - Penyelenggaraan kerapan sapi dengan menggunakan cara kekerasan “rekeng” se- Madura (Gubeng), yang memperebutkan piala Presiden tahun 2013 di Stadion R.Soenarto Pamekasan, tidak semeriah penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu panitia pelaksana acara tersebut H.Haryanto Waluyo  dan Juga Anggota Dewan dari Partai PPP mengatakan, penyelenggaraan Gubeng tersebut persiapannya sangatlah minim tidak ada persiapan sebelumnya.
Selain itu, sekarang diwaktu yang bersamaan di Bangkala juga digelar kerapan pakkopak,” katanya kepada wartawan saat ditemui di Stadion R.Soenarto. senin 03/11  pagi.
Ia juga mengatakan, penyelenggaraan Gubeng pada tahun-tahun sebelumnya dipersiapkan dengan sangat matang dan minimal satu bulan sebelumnya sudah siap.
Kalau tahun ini persiaapn hanya satu minggu Karena kontrofirsi dualisame ada yang setuju ada yang tidak diaadakn kerapan sapi Rekeng jadi persiapn yang matang hanya empat hari, untuk persiapan kerapan sapi, setidak-tidaknya satu bulan sebelumnya, tetapi kenyataannya untuk pelaksanaan piala presiden yang sekarang cuma empat hari,” katanya.
Terkait penyelenggaraan kerapan sapi yang digelar secara bersamaan di Kabupaten Bangkalan dan adanya dua versi penyelenggaraan piala Presiden, ia berharap agar pemerintah segera menyelesaikan dualisme tersebut. Penyelenggraan kerapan sapi di Pamekasan ini (Rekeng) itu masuk pakem lama, sedangkan yang pakkopak itu masuk pakem baru,” tegasnya.
Ia bahkan menegaskan, seharusnya kekerasan yang dilakukan kepada sapi pacu itu tidak dipersoalkan dalam konteks budaya, sebab di daerah lain, masih banyak kekerasan kepada hewan yang lebih kejam dari pola rekeng terhadap sapi dalam kebudayaan kerapan di Madura itu.
Banyak yang lebi parah dari Madura, contohnya di Garut, disana itu mengadu domba hingga tanduknya lepas, di Minangkabau ada tradisi adu kerbau sampai perutnya keluar, di Bali adu ayam sampai mati, tetapi tidak ada yang mempersoalkan, kenapa hanya kebudayaan Madura ini yang dipersoalkan,” tegasnya anggota Dewan dari Partai PPP.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu bertekad untuk mensukseskan Gubeng tersebut demi menjaga dan melestarikan keberlangsungan kebudayaan Madura yang sudah berlangsung sejak jaman kerajaan itu.
Jumlah peserta yang ikut dalam kompetisi tersebut sebanyak 24 pasang sapi pacu dari berbagai wilayah di empat Kabupaten Se-Madura, masing-masing kabupaten sebanayak 6 pasang, peserta tersebut merupakan hasil seleksi, “tegasnya (does)

Read more...

Karapan Sapi Digelar Didua Tempat


Pamekasan | Jatimnet  Bupati Pamekasan Achmad Syafii mengaku baru tahu, jika penyelenggaraan karapan sapi (Gubeng) piala Presiden, digelar di dua tempat, yakni di Kabupaten Bangkalan serta di Kabupaten Pamekasan. Saya baru tahu, ternyata kerapan sapi ini dilaksanakan dua tempat, satu di Bangkalan yang satu digelar disini,” katanya kepada sejumlah wartawan,
Digerlarnya Kerapan sapi di dua tempat itu, Kata Bupati, untuk mengakomodir dua kelompok yang pro terhadap kerapan sapi dengan cara pakkopak, dan juga yang pro terhadap rekeng. Keduanya sama-sama piala Presiden, saya kira ini upaya pemerintah provinsi agar keduanya sama-sama jalan,” ulasnya.
Kedepan politisi partai Demokrat itu berharap, agar kedepan tidak ada dualisme dalam penyelenggaraan kerapan sapi di pulau Madura. Kalau kami, pemerintah kabupaten Pamekasan mengikuti arus, dan aspirasi dari masyarakat saja,” tuturnya.
Diharapkan, penyelenggaaraan karapan sapi itu mampu menggaet wisatawan baik wisatawan lokal maupun wisatawan manca negara, sebab kerapan sapi merupakan kebudayaan andalan masyarakat Madura. Terkait pariwisata dan kunjungan wisatawan, bukan hanya menjadi target Pemkab Pamekasan, tetapi empat Kabupaten juga mempunyai target yang sama,” tegasnya.
Sehingga kedepan, ia mengajak semua pihak untuk semakin memperbaiki penyelenggara kerapan sapi tersebut. Hal-hal yang perlu kita perbaiki, ayo kita perbaiki, termasuk agar tidak terlalu menyakiti sapi ayo kita bicarakan duduk bersama,” pungkasnya.(does)

Read more...

Hanya Bisa Pasrah, Penderita Tumor


Sumenep | Jastimnet Meratapi Nasip  Suahlam (24) penderita tumor ganas yang dideritanya sejak kecil itu, hanya bisa pasrah, meskipun kondisinya sudah sangat kritis, sebab keluarganya tidak mempunyai biaya untuk mengobatinya.
Tumor yang diderita Pemuda warga Dusun Tengginah, Desa Tangbatang Dejeh, Kecamatan Batang-batang Sumenep ini, sudah sangat parah bahkan sudah menyerang sarafnya, bahkan dokter sudah memfonis, jika tumor tersebut dioperasi akan sangat berbahaya, bahkan bisa merenggut nyawanya.
Kepada wartawan Jatimnet pada senin 4/11 siang, masih bisa bercerita bahwa saat ini orang tuanya sudah tidak bisa membiayai pengobatan penyakit yang dideritanya itu. Orang tua saya sudah tidak bisa membiayai pengobatan saya mas, kami orang gak punya,” katanya dengan suara terpartah-patah.
Anak ketiga dari lima bersaudara dari pasangan Suarim seorang buruh tani dan Sumi pembuat tikar itu hanya berobat kepada dukun dan pengobatan tradisional saja. Cuma berobat ke dukun saja mas, soalnya kan saya tidak punya biaya,” katanya.
Ia juga mengatakan, sampai saat ini ia masih belum mendapatkan bantuan termasuk dari pemerintah Kabupaten Sumenep.
Bahkan, saat sejumlah wartawan menemuinya, Suhlam yang tinggal bersama orang tunya disebuah gubuk yang terbuat dari bambu itu, meneteskan air mata sambil bercerita tentang penyakit yang dialaminya itu. Ia berharap agar ada dermawan yang bersedia membantu biaya pengobatannya.(does)

Read more...

Sabtu, 02 November 2013

Stock Buku Nikah Habis, Kemana…?


Pamekasan | Jatimnet Kantor urusan Agama (KUA) Kabupaten Pamekasan Saat ini Kehabisan stock buku nikah, hal itu membuat warga yang menikah masih belum mendapatkan buku nikah sampai saat ini.
Penghulu Kecamatan kota Pamekasan Moh. Nasrullah Mudennar mengatakan, saat ini sebanyak 139 orang yang menikah pada bulan oktober masih belum mendapatkan surat nikah itu. Untuk sementara hanya diberi surat nikah sementara saja mas,” katanya kepada wartawan  Jatimnet , Sabtu 01/11 pagi selesai mengawinkan.
Akan tetapi sambungnya, saat ini Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Pamekasan, sudah mendapatkan kiriman sebanyak 200 surat nikah, dari Kanwil Jawa Timur untuk diberikan kepada warga yang masih belum menerima itu. Kami saat ini masih sibuk mengisi data surat nikah itu,” ulasnya.
Ia juga mengatakan, menipisnya buku nikah tersebut tidak akan berlangsung lama, sebab pada bulan november ini kelangkaan tidak akan terjadi. Kalau untuk bulan 11 stocknya cukup, jadi kalau ada orong nikah surat nikahnya sudah ada,” terangnya.
Kelangkaan tersebut tidak hanya terjadi di Kecamatan Kota Pamekasan saja, tetapi diseluruh kecamatan di Kabupaten Gerbang Salam, juga mengalami hal yang sama. Dijelaskan, penyebab habisnya stock buku nikah itu, karena lambatnya pengiriman dari Kanwil jawa Timur “ jelasnya(does)


Read more...

Karnafal Hari Jadi Kota Sumenep Lumpuhkan Arus Lalin


Sumenep | Jatimnet  - Karnafal  hari jadi Kabupaten Sumenep yang ke-744, membuat arus lalu lintas di Kota tersebut Lumpuh. Sabtu 02/11 pagi. Dalam prosesi pawai serta pertunjukan tari-tarian yang digelar di bundaran kota itu, membuat akses lalu lintas dari dan menuju kota Sumenep ditutup. Pengguna jalan yang hendak melintasi kota sumenep harus berputar dan melalui pinggiran kota tersebut.
Salah satu pengguna jalan asal Sulaiman asal Jember mengatakan, ia harus memutar melalui jalan dipinggiran kota tersebut karena akses menuju kota sudah ditutup oleh petugas kepolisian wilayah itu. Ya mau gmana lagi mas, padahal saya mau kerumah Saudara di utaranya masjid Agung,” katanya dengan raut wajah kecewa karena akses kota ditutup.
Pengendara lainnya, Taufik warga asal kabupaten Pamekasan yang hendak berwisata ke pantai lombang mengeluhkan kondisi tersebut, sebab ia tidak mengetahui jalan alternatif lain selain melewati akses jalan kota Sumenep. Saya harus lewat jalan lain katanya mas, padahal saya tidak tahu selain jalur kota,”keluhnya.
Berdasarkan pantauan Jatimnet, perayaan yang dipusatkan didepan masjid agung Sumenep itu dipadati oleh wisatawan, baik wisatawan lokal maupun internasional, sehingga seluruh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat tidak diperbolehkan masuk.
Bupati Sumenep Busyro Karim dalam sambutan perayaan tersebut mengatakan, perayaan hari jadi Kabupaten Sumenep tersebut akan terus digelar oleh pihaknya, dan ditargetkan perayaan tersebut akan menyedot 1000 wisatawan setiap tahunnya. Perayaan hari jadi Kabupaten Sumenep ini ditargetnya menyedot 1000 wisatawan,”katanya.(does)

Read more...

Perayaan Hari Jadi Sumenep Hamburkan Uang Rakyat


Sumenep | Jatimnet  - Demo  mahasiswa yang berakhir ricuh dalam mengkritisi perayaan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-744,  karena mahasiswa menilai perayaan tersebut hanya menghambur-hamburkan uang negara.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam Lingkar Studi Mahasiswa Pemuda (Laksamuda) dan Front Aliansi Mahasiswa Sumenep (FAMS), mendatangi Kantor DPRD Jalan Trunojoyo dan Pemkab Jalan Dr. Cipto, sebelum akhirnya bentrok dengan petugas kepolisian wilayah itu.
Salah satu orator aksi Sutris mengatakan,perayaan hari jadi Kabupaten paling timur di pulau Madura itu seharusnya tidak dirayakan dengan meriah dan menghambur-hamburkan uang rakyat, sebab masih banyak persoalan rakyat yang perlu diselesaikan.
Selain itu Bupati Sumenep dianggap belum bisa memenuhi janji politiknya. Bupati tidak mampu memenuhi janji politiknya, dan janji tinggallah janji, sedangkan kepedulian terhadap rakyat tidak ada,” teriaknya yang diikuti oleh peserta aksi lainnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan, agar dana perayaan hari jadi Kabupaten Sumenep diberikan kepada rakyat miskin diwilayah itu, sebab di Kabupaten yang kaya minyak itu, masih banyak rakyat miskin yang membutuhkan bantuan. Apa tidak lebih baik dana itu diberikan kepada rakyat miskin yang lebih membutuhkan!,” seru Sutris.
Tidak mendapatkan tanggapan dari Bupati Sumenep, salah seorang peserta aksi menaiki tiang yang ada dihalaman kantor DPRD wilayah itu, dan hal itu memicu kericuhan antara peserta aksi dengan petugas kepolisian dari Polres Sumenep, sebab peserta aksi yang nekat itu kemudian ditangkap dan memicu ketegangan dari peserta aksi lainnya.
Akibatnya, bentrok pun tidak terhindarkan, beberapa peserta aksi sempat dihajar oleh petugas kepolisian, bahkan salah satu peserta aksi Hasmi terkena pukul polisi hingga tak sadarkan diri.
Menanggapi hal itu, Kabag Ops Polres Sumenep Edy Purwanto menagatakan, pihaknya tidak melakukan pemukulan terhadap mahasiswa, tetapi pingsannya mahasiswa itu karena kelehan. Kami hanya melakukan pengamanan , dan tidak melakukan pemukulan, jika ada yang pingsan mungkin karena kelelahan atau kehausan,” tegasnya.(does)

Read more...

Jumat, 01 November 2013

Kerapan Kerapan Sapi Akan digelar di Pamekasan


Pamekasan | Jatimnet - Seperti inilah gambaran kerapan sapi yang akan digelar di Kabupaten Pamekasan di lapangan stadion yang mengatasnamakan Piala Presiden 3 November 2013.
Pantat sapi yang luka-luka akibat dibacok rekeng oleh joki sapi karapan agar sapi bisa berlari kencang tiba digaris finis. Tidak hanya dibacok dengan paku, sebelum dikerap, sapi-sapi ini matanya juga dioleskan balsam dengan tujuan agar sapi panas. Dibagian pantat sapi yang luka itu juga dipasang spiritus, ada juga yang memasang dengan air cuka, dan telinganya disetrum aki.
Atas dasar ini pula, para ulama yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI) melarang praktik kerapan sapi dengan pola kekerasan.
Para ulama ini meminta agar praktik kerapan sapi dikembalikan pada budaya aslinya, yakni hanya dengan menggunakan “pak-kopak” bukan dengan cara disiksa seperti yang akan digelar di Pamekasan 3 November 2013. Kalau kerapan sapi yang asli itu dulu menggunakan ‘sagersa’ atau ‘pak-kopak’ bukan memakai paku dengan cara melukai seperti yang dipraktikkan sekarang ini,” kata Budayawan Madura D Zawawi Imron dalam sebuah kesempatan dialog budaya di Pamekasan belum lama ini.
Pamekasan sendiri, akan menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan kerapan sapi dengan cara-cara kekerasan itu, meski Kabupaten ini telah mengumumkan sebagai kabupaten yang menerapkan syariat Islam melalui program Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami (Gerbang Salam).
Saya tidak tahu mengapa Pamekasan yang katanya Gerbang Salam ini, justru menjadi tuan rumah praktik karapan sapi dengan kekerasan,” kata aktivis mahasiswa Islam Pamekasan, Arifin.
MUI sendiri mengeluarkan fatwa haram pada kerapan sapi itu pada praktik kekerasannya, apalagi dengan membacokkan paku-paku kecil yang disebut “rekeng” pada pantat sapi, bukan pada kerapan sapi sebagai hazanah budaya masyarakat Madura, “kata Arifin (does)

Read more...

Bupati Pamekasan Santuni Bocah Tersiram Air Mendidih


Pamekasan | Jatimnet  - Bupati Pamekasan Achmad Syafii menyantuni seorang bocah yang tersiram air mendidih moh Soleh Hadi (4) warga Dusun Barat, Desa Bettet Kecamatan kota Pamekasan, dimana tubuh bocah malang tersebut sekujur tubuhnya terbakar hampir 60% dan melepuh.jumat 01/11 pagi.
Bupati yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Ismail Bay, Kepala Bapemas Pemdes Moh.Zakir dan Plt. Direktur Rumah sakit Slamet Martodirdjo Pamekasan, tiba dirumah bocah malang itu sekitar pukul 10.20 WIB.
Kepada sejumlah wartawan, Bupati menyampaikan terima kasih atas informasi yang telah diberikan, sehingga pihaknya bisa mengetahui peristiwa tersiramnya bocah 4 tahun itu dan lmemberikan bantuan agar kondisi anak tersebut bisa ditangani dengan baik.
Mendengarkan informasi ini saya langsung meminta sekpri untuk menghubungi kepala Dinas Kesehatan dan RSUD, serta langsung datang ke lokasi,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, anak tersebut nantinya akan mendapatkan bantuan perawatan hingga sembuh dari pemerintah setempat. Nanti ini akan ditangani oleh dokter dari Puskesmas Kowel,” terangnya.
Sebelumnya anak tersebut sudah mendapatkan perawatan oleh Dr.sitti Mudrihatun dari Puskesmas Kkowel dan penanganan tersebut akan dilakukan hingga sembuh. Kalau nanti dari Puskesmas ada yang diperlukan dalam menangani pasien ini, pihak Rumas Sakit selalu siap dan akan memenuhi apa yang dibutuhkan itu,” kata Plt.Direktur RSD Slamet Martodirdjo Pamekasan,Moh.Saleh.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Bocah 4 tahun itu, tanpa sengaja tersiram air panah oleh neneknya Nuraini, dimana saat neneknya itu memesak air untuk membuat kopi, saat hendak menuang air kedalam gelas, sang cucu tiba-tiba menyenggol air yang sedang mendidih hingga tumpah dan mengenai tubuh cucu kesayangannya itu.
Bocah itu adalah putra pasangan Erlinda (26) dan Moh.Hasan (28) yang telah bercerai, sehingga ia tinggal bersama neneknya disebuah gubuk yang terbuat dari bambu.
Peristiwa tersiramnya Moh.Saleh itu sudah terjadi sejak hari selasa 29/10  kemarin, dan tidak dibawa kerumah sakit karena tidak mempunyai biaya, sang nenek yang berprofesi sebagai buruh tani itu, hanya membilas luka-luka yang telah melepuh itu dengan obat seadanya.
Saya senang karena didatangi Bupati mas, dan bantuan ini nanti akan saya gunakan untuk mengobati luka cucu saya samapi sembuh mas,” kata nenek bocah malang itu Nuraini.(does)

Read more...

Fatwa MUI tidak Digubris Pengerap Sapi


Pamekasan | Jatimnet - Pelaksanaan kerapan sapi dengan model “rekeng” atau menggunakan cara-cara kekerasan tetap digelar oleh para pengerap pada tanggal 03 Nopember 2013 di stadon R Sonarto Pamekasan, meski Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa haram, model kerapan sapi yang mempertontonkan penyiksaan hewan ini.
Buktinya, karapan sapi dengan kekerasan tetap digelar di Kabupaten Pamekasan. Bahkan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah dengan cara mengalokasikan dana untuk pelaksanaan karapan kekerasan ini. Sebagaimana dilangsir di berbagai media nasional,
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan, mengeluarkan fatwa haram terhadap kegiatan kerapan sapi yang dilaksanakan dengan model rekeng (kekerasan). Fatwa itu sudah setahun lalu disampaikan dan sudah menjadi kesepakatan dengan MUI tiga kabupaten lainnya, yakni Sumenep, Sampang, dan Bangkalan. Namun, hingga kini, kerapan sapi dengan kekerasan tetap berlangsung.
Ketua MUI Pamekasan, Kiai Ali Rahbini mengatakan, fatwa itu juga sudah ditindaklanjuti dengan instruksi Gubernur Jawa Timur tentang larangan pelaksanaan karapan sapi dengan kekerasan. Lagi-lagi, instruksi itu tidak diindahkan oleh pemilik sapi kerapan.
Bahkan, salah seorang panitia dalam pelaksanaan karapan sapi dengan pola kekerasan ini adalah anggota DPRD dari partai Islam yang sebelumnya getol mengecam pelaksanaan karapan sapi dengan cara-cara kekerasan.
Ketua MUI Pamekasan KH Ali Rahbini sebelumnya mengatakan, semua pemilik sapi kerapan beragama Islam. Namun, mereka semua tak ada yang mengamalkan ajaran Islam. Padahal, dalam Islam, sudah jelas gambarannya.
Ali menceritakan kutipan dalam sebuah kitab, di mana seorang perempuan masuk neraka karena mengurung seekor kucing dan tidak memberinya makan hingga menyebabkan kucing tersebut mati.
Dalam kerapan sapi itu lebih parah dari mengurung kucing dan tidak memberi makan seperti dalam cerita itu. Kerapan sapi sudah menyakiti sapi karena bokongnya dilukai dengan paku, diberi balsem, dan minyak spirtus saat karapan. Ini sungguh penyiksaan dan hukumnya haram,” ungkap Rahbini.
Oleh sebab itu, jika ada karapan sapi model kekerasan, sebaiknya langsung dibubarkan oleh aparat kepolisian dan pemerintah. Jika tidak tegas, maka hukum Islam ataupun aturan lainnya akan dipermainkan.
Tidak hanya pengerap, aparat juga mendukung pelaksanaan kerapan sapi dengan pola kekerasan ini dengan memberikan izin pelaksanaan, meskipun karapan sapi dengan cara kekerasan itu tidak hanya menyimpang dari hukum Islam, akan tetapi juga hukum positif, “ungkap Rahbini (does)

Read more...

Bangkalan Lestarikan Karapan Sapi Tanpa Kekerasan


Bangkalan | Jatimnet  - Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Madura, terus berkomitmen melestarikan kerapan sapi sebagai warisan budaya leluhur masyarakat Madura dengan tanpa kekerasan. Komitmen pemkab Bangkalan untuk melestarikan budaya kerapan sapi tanpa kekerasan ini dibuktikan dengan menolak praktik pelaksanaan kerapan sapi dengan kekerasan.
Bahkan kabupaten paling barat di Pulau Garam Madura ini, pernah menjadi tuan rumah pelaksanaan kerapan sapi tanpa kekerasan. Pada 3 November 2013 ini, Kabupaten Bangkalan juga akan kembali menjadi tuan rumah pelaksanaan kerapan sapi tanpa kekerasan.
Bagi pemkab Bangkalan, praktik kerapan sapi dengan kekerasan telah menimbulkan citra negatif kepada masyarakat internasional, seolah warga Madura terbiasa dengan berprilaku hidup dengan Kekerasan.
Selain memang atas seruan ulama untuk tidak melaksanakan praktik kerapan sapi dengan kekerasan, ini juga dalam rangka berupaya mengembalikan budaya kerapan sapi itu dalam bentuk aslinya. Karena awalnya memang tanpa kekerasan,” kata Bupati Bangkalan Makmun Ibnu Fuad.
Kebijakan pemkab Bangkalan menolak praktik kerapan sapi dengan kekerasan, sudah dilakukan sejak 2011 lalu. Bahkan pada 2012, kabupaten ini menjadi tuan rumah pelaksanaan karapan sapi tanpa kekerasan memperebutkan Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia.
Kabupaten Bangkalan, bukan kabupaten yang menyatakan diri sebagai kabupaten yang menerapkan syariat Islam melalui Program Gerakan Pembangunan Masyarakat Islam (Gerbang Salam). Akan tetapi komiteman pada nilai-nilai Islam dan seruan ulama pengambil kebijakan di kabupaten ini, sangat kuat dan di perhatikan.
Penolakan praktik karapan sapi dengan kekerasan oleh pemimpin di Kabupaten Bangkalan, yakni Bupati Makmun Ibnu Fuad, telah dilakukan sejak kepemimpinan ayahnya, Fuad Amin Imron dan hingga kini masih dipertahankan. (does)

Read more...