MARI KITA SUKSESKAN PEMILIHAN PRESIDEN 2014

.

Jumat, 01 November 2013

Bupati Pamekasan Santuni Bocah Tersiram Air Mendidih


Pamekasan | Jatimnet  - Bupati Pamekasan Achmad Syafii menyantuni seorang bocah yang tersiram air mendidih moh Soleh Hadi (4) warga Dusun Barat, Desa Bettet Kecamatan kota Pamekasan, dimana tubuh bocah malang tersebut sekujur tubuhnya terbakar hampir 60% dan melepuh.jumat 01/11 pagi.
Bupati yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Ismail Bay, Kepala Bapemas Pemdes Moh.Zakir dan Plt. Direktur Rumah sakit Slamet Martodirdjo Pamekasan, tiba dirumah bocah malang itu sekitar pukul 10.20 WIB.
Kepada sejumlah wartawan, Bupati menyampaikan terima kasih atas informasi yang telah diberikan, sehingga pihaknya bisa mengetahui peristiwa tersiramnya bocah 4 tahun itu dan lmemberikan bantuan agar kondisi anak tersebut bisa ditangani dengan baik.
Mendengarkan informasi ini saya langsung meminta sekpri untuk menghubungi kepala Dinas Kesehatan dan RSUD, serta langsung datang ke lokasi,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, anak tersebut nantinya akan mendapatkan bantuan perawatan hingga sembuh dari pemerintah setempat. Nanti ini akan ditangani oleh dokter dari Puskesmas Kowel,” terangnya.
Sebelumnya anak tersebut sudah mendapatkan perawatan oleh Dr.sitti Mudrihatun dari Puskesmas Kkowel dan penanganan tersebut akan dilakukan hingga sembuh. Kalau nanti dari Puskesmas ada yang diperlukan dalam menangani pasien ini, pihak Rumas Sakit selalu siap dan akan memenuhi apa yang dibutuhkan itu,” kata Plt.Direktur RSD Slamet Martodirdjo Pamekasan,Moh.Saleh.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Bocah 4 tahun itu, tanpa sengaja tersiram air panah oleh neneknya Nuraini, dimana saat neneknya itu memesak air untuk membuat kopi, saat hendak menuang air kedalam gelas, sang cucu tiba-tiba menyenggol air yang sedang mendidih hingga tumpah dan mengenai tubuh cucu kesayangannya itu.
Bocah itu adalah putra pasangan Erlinda (26) dan Moh.Hasan (28) yang telah bercerai, sehingga ia tinggal bersama neneknya disebuah gubuk yang terbuat dari bambu.
Peristiwa tersiramnya Moh.Saleh itu sudah terjadi sejak hari selasa 29/10  kemarin, dan tidak dibawa kerumah sakit karena tidak mempunyai biaya, sang nenek yang berprofesi sebagai buruh tani itu, hanya membilas luka-luka yang telah melepuh itu dengan obat seadanya.
Saya senang karena didatangi Bupati mas, dan bantuan ini nanti akan saya gunakan untuk mengobati luka cucu saya samapi sembuh mas,” kata nenek bocah malang itu Nuraini.(does)