Hujan Turun Petani Tembakau Kawatir Harga Anjlok
Pamekasan | Jatimnet - Hujan yang turun pada hari Senin, menjadi pukulan hebat pada para petani tembakau, karena saat ini, merupakan musim panen tembakau. Turunnya hujan kemarin akan berdampak pada menurunnya kwalitas dari tembakau yang berimbas pada anjloknya harga jual.
Hal ini dirasakan Mostar asal Desa Pangtonggal Kecamatan Proppo Pamekasan, saat ditemui Jatimnet, Mostar nampak bersama istri dan anaknya menjemur tembakau yang baru dirajang tadi malam tersebut,
Sambil membersihkan kotoran yang menempel di tembakaunya, Mostar berharap cuaca hari ini dan besok cerah, karena proses pengeringan tembaku membutuhkan 2 hari.
Menurut Mostar saat ini, harga tembakau di pengepul berkisar antara 20 hingga 25 ribu rupiah, yang tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkannya, mulai dari musim tanam hingga proses panen dan pengeringannya yang biayanya jauh lebih besar pada hal petani yang menanam tembakau hanya sedikit sekitar 10 % yang menanam tahun ini,”punkasnya
Pihaknya berharap harga tembakau bisa jauh lebih tinggi sesuai dengan harapan para petani. Pemerintah Kabupaten Pamekasan diminta untuk mengendalikan harga tembakau terutama di kalangan petani.
“Karena saat ini para petani sering dikecewakan oleh para pedagang yang mempermainkan harga tembakau, “Harapanya (does)
