MARI KITA SUKSESKAN PEMILIHAN PRESIDEN 2014

.

Jumat, 01 November 2013

Bangkalan Lestarikan Karapan Sapi Tanpa Kekerasan


Bangkalan | Jatimnet  - Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Madura, terus berkomitmen melestarikan kerapan sapi sebagai warisan budaya leluhur masyarakat Madura dengan tanpa kekerasan. Komitmen pemkab Bangkalan untuk melestarikan budaya kerapan sapi tanpa kekerasan ini dibuktikan dengan menolak praktik pelaksanaan kerapan sapi dengan kekerasan.
Bahkan kabupaten paling barat di Pulau Garam Madura ini, pernah menjadi tuan rumah pelaksanaan kerapan sapi tanpa kekerasan. Pada 3 November 2013 ini, Kabupaten Bangkalan juga akan kembali menjadi tuan rumah pelaksanaan kerapan sapi tanpa kekerasan.
Bagi pemkab Bangkalan, praktik kerapan sapi dengan kekerasan telah menimbulkan citra negatif kepada masyarakat internasional, seolah warga Madura terbiasa dengan berprilaku hidup dengan Kekerasan.
Selain memang atas seruan ulama untuk tidak melaksanakan praktik kerapan sapi dengan kekerasan, ini juga dalam rangka berupaya mengembalikan budaya kerapan sapi itu dalam bentuk aslinya. Karena awalnya memang tanpa kekerasan,” kata Bupati Bangkalan Makmun Ibnu Fuad.
Kebijakan pemkab Bangkalan menolak praktik kerapan sapi dengan kekerasan, sudah dilakukan sejak 2011 lalu. Bahkan pada 2012, kabupaten ini menjadi tuan rumah pelaksanaan karapan sapi tanpa kekerasan memperebutkan Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia.
Kabupaten Bangkalan, bukan kabupaten yang menyatakan diri sebagai kabupaten yang menerapkan syariat Islam melalui Program Gerakan Pembangunan Masyarakat Islam (Gerbang Salam). Akan tetapi komiteman pada nilai-nilai Islam dan seruan ulama pengambil kebijakan di kabupaten ini, sangat kuat dan di perhatikan.
Penolakan praktik karapan sapi dengan kekerasan oleh pemimpin di Kabupaten Bangkalan, yakni Bupati Makmun Ibnu Fuad, telah dilakukan sejak kepemimpinan ayahnya, Fuad Amin Imron dan hingga kini masih dipertahankan. (does)