MARI KITA SUKSESKAN PEMILIHAN PRESIDEN 2014

.

Rabu, 06 November 2013

Hari Jadi Sumenep ke 744

Nuansa Keraton Soengenep Tempo Doeloe

Sumenep | Jatimnet - Memperingati Hari Jadi Sumenep ke 744, digelar Prosesi dan pawai seni budaya, yang melibatkan 1000 pendukung acara, mulai penari, teater, hingga pemusik tradisional.
Acara yang dipusatkan di depan Masjid Agung Sumenep diawali dengan penobatan Arya Wiraraja sebagai Adipati pertama di Sumenep. Dalam prosesi tersebut, digambarkan penyambutan gegap gempita rakyat Soengenep (sumenep: red) atas penobatan Arya Wiraraja.
Mereka dengan sukacita mempersembahkan hasil panen dan ternak mereka, sebagai pertanda dukungan terhadap penobatan Arya Wiraraja sebagai Adipati. Acara prosesi dilanjutkan dengan penyerahan pataka dari Adipati ke Bupati, yang diterima langsung Bupati Sumenep, A.Busro Karim.
Proses tersebut kental dengan nuansa keraton Soengenep tempo doeloe. Seluruh pendukung acara berpakaian adat keraton. Bahkan Bupati Sumenep bersama istri, berpakaian ala raja keraton.
Demikian juga dengan jajaran Forum Pimpinan Daerah. Semuanya berpakaian adat keraton. Prosesi penobatan tersebut juga diiringi tari-tarian tradisional, mulai tari 'muang sangkal', hingga tari kolosal yakni tari keris, yang melibatkan 600 penari.
"Acara ini merupakan ajang promosi seni budaya, dan objek wisata bagi turis mancanegara. Ini juga sebagai ajang kreasi para pelaku seni tradisional Sumenep," kata Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah raga (Disbudparpora)  Kabupten Sumenep Bambang Irianto.
Sementara Bupati Sumenep, A. Busyro Karim mentargetkan kunjungan wisatawan ke Sumenep tahun 2014 mencapai 1 juta orang. "Ini target yang masuk akal, karena melihat grafik yang ada, kunjungan wisatawan ke Sumenep terus meningkat dari tahun ke tahun, “ kata Bupati.
Bupati berharap agar Prosesi dan Pawai Budaya dalam rangkaian peringatan hari jadi Sumenep, bisa dijadikan ikon budaya. Acara tersebut merupakan tata nilai kreatifitas seni yang terbangun pada tradisi. "Jadi ada komitmen mempromosikan potensi wisata sumenep. Mubadzir kalau potensi yang dimiliki tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya
Bupati menambahkan, tari kolosal yang disajikan sengaja mengambil tema keris, mengingat Kabupaten Sumenep diakui sebagai daerah dengan pengrajin keris terbesar di Asia Tenggara.
"Sumenep ini punya 543 pengrajin Keris. Terbanyak dibanding daerah-daerah lain. Keris dijadikan tema dalam tarian kolosal ini, karena keris memiliki nilai filosofi luhur, yakni dinamika dan kejayaan," tuturnya.
Usai prosesi penobatan, acara dilanjutkan dengan pawai budaya keliling kota Sumenep. Jajaran kepala dinas juga mengikuti pawai tersebut menggunakan becak hias. Acara spesial tersebut tak urung menyedot perhatian berbagai pihak.
Ribuan masyarakat Sumenep pun 'tumplek blek' di areal alun-alun kota, menyaksikan prosesi penobatan Arya Wiraraja dan tari kolosal. Bahkan acara tersebut juga disaksikan puluhan turis asal Inggris, Uzbekistan, dan beberapa negara lain.(does)