Perayaan Hari Jadi Sumenep Hamburkan Uang Rakyat
Sumenep | Jatimnet - Demo mahasiswa yang berakhir ricuh dalam mengkritisi perayaan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-744, karena mahasiswa menilai perayaan tersebut hanya menghambur-hamburkan uang negara.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam Lingkar Studi Mahasiswa Pemuda (Laksamuda) dan Front Aliansi Mahasiswa Sumenep (FAMS), mendatangi Kantor DPRD Jalan Trunojoyo dan Pemkab Jalan Dr. Cipto, sebelum akhirnya bentrok dengan petugas kepolisian wilayah itu.
Salah satu orator aksi Sutris mengatakan,perayaan hari jadi Kabupaten paling timur di pulau Madura itu seharusnya tidak dirayakan dengan meriah dan menghambur-hamburkan uang rakyat, sebab masih banyak persoalan rakyat yang perlu diselesaikan.
Selain itu Bupati Sumenep dianggap belum bisa memenuhi janji politiknya. Bupati tidak mampu memenuhi janji politiknya, dan janji tinggallah janji, sedangkan kepedulian terhadap rakyat tidak ada,” teriaknya yang diikuti oleh peserta aksi lainnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan, agar dana perayaan hari jadi Kabupaten Sumenep diberikan kepada rakyat miskin diwilayah itu, sebab di Kabupaten yang kaya minyak itu, masih banyak rakyat miskin yang membutuhkan bantuan. Apa tidak lebih baik dana itu diberikan kepada rakyat miskin yang lebih membutuhkan!,” seru Sutris.
Tidak mendapatkan tanggapan dari Bupati Sumenep, salah seorang peserta aksi menaiki tiang yang ada dihalaman kantor DPRD wilayah itu, dan hal itu memicu kericuhan antara peserta aksi dengan petugas kepolisian dari Polres Sumenep, sebab peserta aksi yang nekat itu kemudian ditangkap dan memicu ketegangan dari peserta aksi lainnya.
Akibatnya, bentrok pun tidak terhindarkan, beberapa peserta aksi sempat dihajar oleh petugas kepolisian, bahkan salah satu peserta aksi Hasmi terkena pukul polisi hingga tak sadarkan diri.
Menanggapi hal itu, Kabag Ops Polres Sumenep Edy Purwanto menagatakan, pihaknya tidak melakukan pemukulan terhadap mahasiswa, tetapi pingsannya mahasiswa itu karena kelehan. Kami hanya melakukan pengamanan , dan tidak melakukan pemukulan, jika ada yang pingsan mungkin karena kelelahan atau kehausan,” tegasnya.(does)