MARI KITA SUKSESKAN PEMILIHAN PRESIDEN 2014

.

Senin, 30 Desember 2013

Perayaan Natal Ditengah Lingkungan Muslim Madura


Pamekasan | Jatimnet - Perayaan hari Natal tahun 2013 bagi umat Kristiani, yang berlangsung ditengah-tengah kentalnya tradisi Islam di Pulau Madura tetap berlangsung dengan khidmat dan tanpa gangguan dari pihak manapun.
Jikapun tanpa dikawal oleh pihak kepolisian, perayaan Natal tersebut rasanya tidak akan terganggu, sebab warga Muslim Madura merupakan penganut Islam yang taat, dan mempelajari Islam secara kaffah (menyeluruh), sehingga mengganggu peribadatan ummat non Muslim, bukan salah satu ajarannya.
Stigma keras dan bringas yang disandangkan kepada orang Madura, bukanlah pada wilayah perbedaan agama, atau perbedaan cara berfikir, tetapi lebih pada harga diri dan penistaan agama, jika itu yang terjadi, maka akan berbeda jalan ceritanya.
Sejak masuknya agama Kristen di Pulau Madura pada pertengahan abad ke-19, dimana saat itu ada seorang penduduk pulau Jawa keturunan Madura yang bernama Tosari yang telah menjadi orang Kristen pada tahun 1843, dan diteruskan oleh misionaris asal Belanda yang ikut menyebarkan ajaran Kristen, dan hingga kini umat kristiani hidup rukun dan berdampingan dengan umat Muslim di wilayah itu.
Ada beberapa hal yang menjadi catatan. Pertama, Masyarakat Madura yang mayoritas Muslim, sangatlah toleran terhadap perbedaan keyakinan, kedua, masyarakat Madura tidak suka mencampuri urusan keyakinan beragama orang lain, dan yang ketiga, enggan mengganggu dan menjelek-jelakkan agama orang lain.
Dari catatan itu tentu ada pengecualiannya, selama orang Madura tidak direndahkan dan harga dirinya tidak di injak injak, apalagi keyakinan agamanya dinistakan maka ceritanya akan berbeda.
Sebab jika itu terjadi maka alur ceritanya akan berbeda. Jika orang Betawi punya istilah “Ente jual, ane beli”, maka di Madura ada kata yang berbeda “lebih baik putih tulang dari pada putih mata”.(does)

Read more...

Pekerjaaan Mega Proyek Kali Jombang Menelan Korban


Pamekasan | Jatimnet - Pengerjaan mega proyek pengendali banjir kali Jombang, yang terletak di sisi jalan Trunojoyo Pamekasan, menelan korban. Seorang pekerja yang tengah mengerjakan pemasangan beton cor di sisi sebelah barat, tertimpa patahan beton cor dan mengenai kepalanya, hingga membuat pekerja tersebut harus dilarikan kerumah sakit umum setempat, sebab darah terus keluar dari kepalanya.
Berdasarkan pantauan Jatimnet, pekerja yang bernama Hartono (20) asal Surabaya, dibawa kerumah sakit dengan menggunakan sepeda motor, dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Slamet Martodirdjo Pamekasan.
Proyek tersebut yang pendanaannya dari APBN, dan termasuk diantara proyek yang pernah dijanjikan oleh menteri PU sebesar 189 milyar, Proyek pengendali banjir di kali Jombang itu, dianggarkan sebesar 28 Milyar, dan dana tersebut merupakan bagian dari dana direktif Presiden.
Seperti yang telah dijanjikan oleh Menteri PU, dana sebesar Rp.189 milyar itu, untuk pembangunan berbagai proyek di wilayah Kabupaten Pamekasan, termasuk tiga proyek embung besar di Desa Bangkes, Desa Lancar, dan desa Palengaan Laok, selain itu masih ada proyek lainnya, yakni proyek embung kecil, irigasi desa, Pengendali banjir kali semajid serta kali Jombang, dan dua proyek tangkis laut.
Kali jombang dianggarkan sebesar Rp. 28 Milyar, kali semajid Rp.7 Milyar,embung besar Rp.12 Milyar, sedangkan untuk proyek tangkis laut sebesar Rp.40 Milyar.(does)

Read more...

Prabowo Subianto Presiden Masa Depan


Pamekasan |Jatimnet - Prabowo Subianto diyakini akan menjadi Presiden Republik Indonesia masa depan pada Pilpres yang akan digelar pada tahun 2014 mendatang, hal itu berdasarkan ramalan Masriyadi, Penjaga Makan Raja Pertama Pamekasan Ronggo Sukowati, Kelurahan Kolpajung Kecamatan Pamekasan Madura
Embah Yadi Pangilan Akrapnya  memang sering meramal berbagai peristiwa besar di Indonesia, dan menurut informasi yang berhasil dihimpun oleh Jatimnet, ramalan Embah Yadi itu sering akurat, dan ia terbiasa meramal berbagai hal, termasuk meramal berbagai peristiwa besar di Indonesai.
Embah Yadi Sering Kali membicarakan yang menjadi presiden yang akan datang  menurut ramalanya dan wangsit yang datang kepadanya bahwa yang akan menjadi Presiden RI Sosok yang tegas  tidak melempem  Sikap tegas ini ada Prabowo, “tegasnya
Saat ditanya tentang kandidat Presiden yang akan menang pada Pilpres tahun 2014 mendatang, Embah yang masih Muda itu mengatakan bahwa Probowo Subianto akan menang dan menjadi Presiden Republik Indonesia.
“Probowo akan menang dan memimpin Indonesia,”katanya dengan tegas. Tetapi, Mantan Danjend Kopassus itu diprediksi akan mendapatkan saingan berat dari Wiranto yang tidak lain adalah mantan atasannya semasa aktif menjadi tentara.
Beberapa nama calon lain yang disampaikan kepada embah Muzakki diramalkan tidak akan bisa mengalahkan Prabowo Subianto yang saat ini menjabat sebagai ketua dewan Pembina Partai bernomor urut 6, yakni Partai Gerindra. Calon lainnya tidak akan menang melawan Pak Prabowo, Prabowo tetap Presiden,” tegasnya.
Tetapi saat ditanya partai yang akan menang pada pemilu tahun 2014 mendatang, Embah Yadi justru enggan menjawab, bahkan setelah disebutkan nama-nama partai peserta Pemilu 2014 mendatang, ia tetap enggan menjawab.(does)

Read more...

STAIN Pamekasan Berubah IAIN


Pamekasan | Jatimnet - Proposal Perubahan nama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, menjadi Institute Agama Islam Negeri (IAIN), diserahkan langsung oleh pihak STAIN  kepada Menteri Agama (Menag). Sabtu 21/12 malam.
Proposal tersebut diserahkan langsung oleh Pembantu Ketua (PK) II STAIN Pamekasan Achmad Muchlis kepada menteri agama Surya Dharma Ali disela-sela acara dialog dengan ulama serta pengasuh pondok pesantren di Pendopo ronggosukowati Pamekasan.
 Kehadiran menteri Agama di Kabupaten Pendidikan itu, dalam rangka menghadiri acara Madura Bersholawat, yang digelar oleh jamaah Majelis Maulid Wat Ta’Lim Riyadlul-Jannah, dan acara tersebut ditempatkan di Munomen Arek Lancor.
Sebelumnya, Achmad Muchlis mengatakan, peralihan Nama Menjadi IAIN, STAIN Pamekasan masih terkendala beberapa hal, salah satunya kampus tersebut masih kekurangan Lahan, dimana syarat untuk peralihan nama itu STAIN harus mempunyai lahan sebanyak 10 hektar.
Saat ini lahan kita hanya 3,6 Hektar hampir empat hektar, kekurangannya masih 6,4 hektar,” katanya. Lebih lanjut Muhlis sapaan akrabnya mengatakan, saat ini pihaknya telah meminta bantuan kepada Bupati Pamekasan Achmad Syafii untuk membantu kekurangan lahan tersebut.
Dijelaskan, disebelah timur kampus tersebut ada lahan sekitar 4 Hektar yang siap untuk dijual kepada pihak STAIN dengan harga murah. Harganya lumayan murah, yaitu Rp.200 ribu,/meter mintanya seperti itu,”terangnya.
Persyaratan lainnya yang harus dipenuhi untuk peralihan nama itu sudah dipenuhi oleh pihaknya, tinggal beberapa syarat lainnya. Persiapan alih status itu semua sudah siap, segala kebutuhannya sudah siap, SDMnya siap, mahasiswanya juga siap,”katanya.
Saat ini STAIN Pamekasan sudah mempunyai 16 doktor, dalam Persyaratannya untuk menjadi IAIN minimal mempunyai 16 doktor, selain itu kampus tersebut juga harus mempunyai 3400 mahasiswa.
Persyaratannya kan 16 doktor dan mempunyai minimal 3400 mahasiswa, sedangkan saat ini mahasiswa Stain sudah sebanyak 3813 yang aktif,”paparnya.Ia berharap, perubahan nama menjadi IAIN itu bisa segera terealisasi, dan pihaknya akan terus berusaha agar cita-cita STAIN  menjadi IAIN itu bisa segera terwujud, “harapanya (does)

Read more...

Hari Kedua Natal Terminal Pamekasan Sepi Dari Penumpang


Pamekasan | Jatimnet - Memasuki hari kedua libur Natal, penumpang bus di terminal Pamekasan dari Pamekasan menuju Surabaya terpantau sepi.
Berdasarkan pantauan Jatimnet, sejumlah bus dengan tujuan Surabaya penumpangnya hanya beberapa orang saja, kelihatan banyak kursi kosong dan tidak seperti hari-hari biasnya, tetapi bus dari arah Surabaya menuju Madura tidak ada perubahan, masih seperti hari-hari biasa. 
Jika di hari-hari biasa penumpang di terminal yang terletak di jalan raya Panglegur itu sesak, tetapi pada hari libur Natal tahun 2013 ini nampak sepi.
Petugas piket Dishubkominfo Pamekasan Abd Jamali mengatakan, sepinya penumpang tersebut karena memasuki hari libur kedua hari Natal. Kondisi ini karena memasuki libur hari kedua Natal mas,” katanya. (does)

Read more...

Jumat, 20 Desember 2013

Pupuk Langka Petani Menjerit


Pamekasan | Jaatimnet  - Memasuki musim tanam  tahun 2013, Petani di Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan, kesulitan untuk mendapatkan pupuk jenis urea bersubsidi, kondisi tersebut sudah dialami sejak 10 hari yang lalu.
Jenis pupuk tersebut meskipun ada harganya sudah melambung tinggi, dari harga awal Rp.90 ribu, hingga Rp.105 ribu.
Kelangkaan tersebut diduga akibat datangnya musim tanam, sehingga banyak permintaan diwaktu yang bersamaan, akibatnya stok yang ada di kios-kios tidak mencukupi.
Salah satu petani asal Desa Pangtonggal Kecamatan Proppo,Kabupaten Pamekasan Nur Hasan mengatakan, di beberapa agen dan pengecer sudah lama tidak menyediakan pupuk jenis urea, padahal sebelum masa tanam datang, stok pupuk jenis tersebut masih banyak. Sebelum musim tanam datang, urea masih banyak  mas, tetapi sekarang kok malah sulit, kalaupun ada harganya mahal,” keluhnya.
Menanggapi hal itu, kepala bagian sumber daya alam (SDA) Pemkab Pamekasan Jumhari Ghani saat dikonfirmasi melalui teleponnya, membantah adanya kelangkaan pupuk jenis urea yang disubsidi oleh pemerintah itu.
Dijelaskan, kelangkaan tersebut karena permintaan dari seluruh kabupaten di Jawa Timur terjadi dalam waktu bersamaan, sehingga akibatnya pengiriman pupuk ke Kabupaten Pamekasan mengalami sedikit kesulitan,” Paparnya (does)

Read more...

Pembangunan Sport Center Belum Jelas Kelanjutanya



Pamekasan | Jatimnet - Setelah sempat mangkarak selama satu tahun lamanya, proyek pembangunan lanjutan stadion di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, yang direncanakan pada 2014 mendatang ternyata belum jelas kepastiannya. Hingga kini, sejumlah pihak terkait enggan berbicara terkait kelanjutan megaproyek itu.
Alhasil, publik Madura khususnya Kota Gerbang Salam semakin penasaran ingin mengetahui kepastian kelanjutan proyek di tahun mendatang itu. Pantauan Jatimnet di lokasi, stadion terlihat berbeda, penjagaan tidak seketat biasanya. jika sebelumnya wartawan dilarang mengambil gambar di lokasi oleh petugas keamanan, kemarin 17/12 tidak demikian, penjaga begini mereka mempersilakan wartawan masuk dan mengambil gambar. Silakan Mas,” kata petugas.
Pejabat yang bertugas sebagai pengguna anggaran (PA) Kepala Disporabud Pamekasan Jhon Yulianto, enggan menjelaskan secara detail rencana lanjutan pembangunan stadion. Melalui pesan singkat, Jhon mengatakan agar Jatimnet konfirmasi pada bagian Administrasi Pembangunan Pemkab Pamekasan. Kalau  lelang tanya Kabag Pembangunan saja,” singkatnya.
Untuk mendapat keterangan lebih detail, Kabag administrasi Pembangunan Pemkab Pamekasan Akh. Bashri Yulianto dikonfirmasi. Namun, Basri panggilan akrabnya-juga enggan menjelaskan, hanya saja dirinya mengatakan masih dalam proses persiapan lelang. Ditanyakan kepastian anggaran serta jadwal lelang akan dimulai, dirinya meminta menunggu pengumuman lelang. Dalam pengumuman lelang itu akan dicantumkan mengenai jadwal dan besar anggaran yang akan digelontorkan. ”Tunggu pengumuman lelang jadwal dan anggaran baru bisa diketahui,” pungkasnya singkat.
Sekadar diingat, pembangunan stadion lanjutan atau tahap II di 2013 mangkrak. Hal itu terkendala oleh sejumlah dokumen lelang yang sempat bermasalah. Padahal, anggaran yang disiapkan cukup besar, yaitu Rp 7 m  untuk pembangunan lapangan dan finishing tribun serta dinding.
Sebelumnya pada 2012, pembangunan stadion tahap I telah menelan anggaran sekitar Rp 23 miliar. Anggaran sebesar itu menyelesaikan pembangunan tiga lantai tribun utama dan tribun keliling. Informasinya, anggaran di 2013 yang tidak terserap akan dianggarkan kembali dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2014. (does)

Read more...

Pembangunan Gedung Olah Raga Terancam Molor


Sampang | Jatimnet - Pembangunan Gedung Olah-raga (GOR) di Kecamatan Kedungdung terancam  molor. Hingga kemarin 17/12 pembangunan GOR yang menelan biaya Rp 400 juta tersebut masih dalam tahap penyelesaian. Warga di sekitar lokasi dibangunnya GOR yakin jika pembangunan tidak akan selesai dalam waktu dekat ini.
Menurut H.Tohir  LSM Laskar Merah Putih Kabupaten Sampang, mengatakan pembangunan baru bisa selesai tahun ini jika pengerjaannya dikebut. Dia khawatir, GOR tidak selesai akan berdampak pada keberadaan fasilitas yang semestinya sudah bisa dinikmati tahun depan. Pembangunan GOR sepertinya tidak akan selesai bulan Desember, kecuali dikebut pekerjaannya.” ungkapnya.
Dikonfirmasi, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Djuwardi mengaku telah mewanti-wanti agar proyek GOR itu selesai sesuai ketetapan kontrak. Ya, yang jelas pembangunan GOR harus selesai Desember,” ungkapnya. Dikatakan, disbudparpora telah melakukan pengawasan atas perkembangan pembangunan GOR tersebut.
Menurut Djuwardi pengawasan tersebut dilakukan melalui tim pengawas lapangan. Sudah ada pengurus untuk pembangunan GOR Kedungdung,. Dia mengaku jika selama ini pihaknya telah memotivasi dan mengingatkan agar pembangunan bisa segera selesai. Saya sudah memotivasi, kalau perlu penkerjaannya bisa lembur,” ucap Djuwardi.
Namun, lanjut Djuwardi, jika pembangunan  proyek GOR tidak selesai sesuai kontrak, rekanan bisa dikenakan sanksi berupa pemutusan kontrak. Ya harus bisa selesai sesuai dengan kesepakatan. Pemenang tender kan. sudah sepakat dengan semua ketentuan termasuk dalam target penyelesaian,” ucapnya.
Djuwardi berharap pembangunan GOR bisa selesai sesuai kontrak, sehingga harapan masyarakat Kedungdung untuk memiliki GOR bisa segera terpenuhi. Mudah-mudahan pembangunan GOR selesai Desember. Tapi kalau dilihat sekarang, sepertinya bisa selesai dalam minggu dekat ini. Sebab, keramik dan atap sudah ada. Kan tinggal finishingnya saja,” harapnya.
Terkait dengan anggaran yang diekeluarkan untuk pembangunan GOR tersebut, Djuwardi mengatakan dana yang dianggarkan Rp 400 juta lebih. “Dana untuk itu sekitar 400 juta lebih,” pungkasnya. (does)

Read more...

Tiap Tahun Sampang Jadi Langganan Banjir


Banjir Lagi Banjir Lagi

Sampang | Jatimnet - Hujan deras yang terjadi di Kabupaten Sampang, membuat kota tersebut kembali dilanda banjir, bahkan jika hujan tidak kunjung reda, ketinggian air akan semakin meningkat dan melumpuhkan kota tersebut. Rabu 18/12
Warga kota Sampang Mulyo mengatakan, wilayah itu memang menjadi langganan banjir, apabila hujan deras mengguyur wilayah utara Kabupaten tersebut, sehingga aliran sungai yang berada di dalam kota meluap. Ya kalau terus hujan maka pasti kota sampang banjir, dan itu sudah sering mas,” keluhnya.
Diperkirakan, wilayah Kota Sampang yang akan mendapatkan kiriman air itu yakni, Desa Pangelen, Banyu Mas, Gunung Maddah, Panggung, bahkan diperkirakan di Kelurahan Dalpenang serta Rong Tengah, Kecamatan Kota Sampang, ketinggian air hingga mencapai 50 cm.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang Wisnu Hartono mengatakan, banjir yang melanda kota sampang itu akibat meluapnya sungai Kemuning, kerena hujan yang berkepanjangan di wilayah utara Kabupaten Sampang.
Diperkirakan banjir ini tidak akan membesar, dan segera surut jika diwilayah utara tidak hujan lagi, sebab banjir yang terjadi di kota Sampang adalah banjir kiriman dari utara. Ia berharap, bajir yang terjadi di kota Sampang tidak berlangsung lama, dan bisa segera surut.” Paparnya (Does)

Read more...

Minggu, 15 Desember 2013

Hasil Test CPNS Ketegori Umum Akan Segera Diumumkan


Pamekasan | Jatimnet  Hasil test calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari kategori umum, akan diumumkan pada tanggal 24 Desember mendatang.Kepastian pengumuman hasil test CPNS itu berdasarkan surat dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dengan nomor R/572/M.PAN/-RB/12/2013,yang telah diterima oleh seluruh Badan Kepegawaian Daerah di seluruh Indonesia.
Menurut Kepala BKD Kabupaten Pamekasan, Lukman Hedy Mehdia mengatakan, pengumuman tersebut akan dilakukan secara serentak, dan peserta yang telah mengikuti test bisa melihat pengumuman kelulusan itu beberapa papan pengumuman yang akan diletakkan di kantor-kantor pemerintahan setempat. Selain itu hasil test, bisa dilihat dan diakses melalui websitenya Kemen PAN-RB atau di website BKD Pamekasan,” katanya.
Dijelaskan, sampai saat ini, pihaknya masih belum mendapatkan bocoran jumlah peserta yang lulus untuk formasi THL K2, tetapi seperti yang telah diinformasikan sebelumnya, jumlah THL K2 yang akan diambil sebanyak 30 persen dari total THL K2 di Kabupaten / Kota seluruh Indonesia. Ditunggu saja nanti pada akhir Januari 2014 mendatang,”terangnya.
Jumlah THL K2 di Kabupaten Pamekasan dari berbagai SKPD sebanyak 1.435. Dan delapan orang tidak melengkapi administrasinya sehingga tidak mengikuti tesy CPNS dari kategori K2, sehingga yang disetorkan sebanyak 1.443 orang orang.(does)

Read more...

Proyek Milyaran Dari APBN Untuk Pamekasan, Terancam Hangus


Pamekasan | Jatimnet  - Dana Proyek Pembangunan dari APBN untuk Kabupaten Pamekasan yang pernah dijanjikan oleh menteri PU sebesar 189 milyar terancam hangus, mengingat beberapa proyek yang menggunakan dana direktif Presiden itu, pengerjaannya masih pada tahap awal,
Sedangkan proyek-proyek tersebut harus selesai pada bulan Desember tahun ini. Dana tersebut untuk pembangunan sejumlah mega proyek, diantaranya pembangunan tiga Embung besar di tiga lokasi, yakni di Desa Lancar Kecamatan Larangan,Desa Bangkes Bangkes Kecamatan Kadur, serta Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan. Anggaran masing-masing proyek tersebut sebesar Rp.12 Milyar.
Itu dana APBN dan langsung dari pusat, dan proyek itu dananya bagian dari direktif Presiden diberbagai wilayah Indonesia, seperti yang telah dijanjikan oleh Menteri PU saat berkunjung ke sini,” kata Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Pamekasan, Totok Suhartono.
Dijelaskan, Menteri PU menjanjikan dana sebesar Rp.189 milyar untuk pembangunan berbagai proyek di wilayah Kabupaten Pamekasan, termasuk tiga proyek embung besar itu, selain itu masih ada proyek lainnya, yakni proyek embung kecil, irigasi desa, Pengendali banjir dan tangkis laut.
Kali Jombang dananya sebesar Rp. 28 M,kali semajid Rp.7 M,embung besar Rp.12 M, untuk tangkis laut sebesar Rp.40 M di dua lokasi, serta proyek-proyek lainnya yaitu embung kecil serta irigasi desa,”paparnya.
Dan seluruh dana dari proyek tersebut yakni total sebesar Rp.189 juta, langsung dari pusat tidak melalui pemerintah daerah.. Dana itu dari APBN, langsung dari pusat, tidak melalui kita, ”terangnya.
Totok sapaan akrabnya berharap, seluruh pembangunan yang masuk dalam  program itu segera diselesaikan pada akhir tahun 2013, sebab jika tidak selesai dana itu bisa hangus, dan kembali ke  kas negara.
Pelaksanan Proyek tersebut bulan Desember ini harus selesai, jadi proyek itu terus dilaksanakan, saya berharap dana itu tidak hangus, tentu ada denda keterlambatan, ”pungkasnya .(does)

Read more...

Maling Motor Jadi Bulan- Bulanan Dimassa


Pamekasan | Jatimnet  - Maling sepeda motor menjadi bulan-bulanan massa, saat tertangkap tangan mencuri motor di rumah salah satu warga Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan.
Dalam melakukan aksinya tersangka yang diketahui bernama Nur Salam, asal Palengaan, tidak sendirian, tetapi bersama rekannya yang berhasil melarikan diri, berinisial R, asal Kabupaten Sampang,
Warga disekitar lokasi kejadian, Ahmad mengatakan, tersangka tertangkap saat melakukan pencurian dirumah warga yang lettaknya tidak jauh dari rumah kepala Desa Plakpak. Kepala desa yang menangkap mas, lokasinya kan di sekitar rumah kepala desa,” katanya
Ia juga mengatakan, warga yang mendengar ada maling motor tertangkap, langsung mendatangi lokasi, dan menghajar maling itu beramai-ramai. Beruntung amukan massa itu tidak berlangsung lama, sebab petugas kepolisian dari Polres Pamekasan mendatangi lokasi, dan berhasil mengamankan tersangka yang kemudian dibawa ke Mapolres Pamekasan.
Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP.Moh.Nur Amin membenarkan, tersangka sempat menjadi bulan-bulanan massa hingga beberapa bagian tubuhnya terluka, yakni di bagian kepalanya mengalami luka parah. Tersangka memang sempat diamuk massa, tetapi berhasil kita amankan,” katanya kepada sejumlah wartawan.
Dijelaskan, saat ini tersangka sudah berada di Polres Pamekasan untuk menjalani serangkaian pemeriksaan dan mempertanggung jawabkan perbuatannya, semenatar rekan tersangka yang berhasil melarikan diri, masih dalam pengejaran. Satu orang melarikan diri, dan masih kita lakukan pengembangan untuk melakukan penangkapan,” warga sampang. (does)

Read more...

Beras Raskin Tidak Layak Di Konsumsi

Dikeluhkan Warga

Pamekasan | Jatimnet  - Setelah sebelumnya beras bantuan untuk rakyat raskin (Raskin) dikeluhkan oleh warga Kadur dan Larangan karena kondisinya membusuk, kali ini kondisi serupa juga terjadi di Dusun Pacampah, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan. Warga di Dusun tersebut mengeluh, karena beras yang diterimanya itu ada jamurnya, dan berulat serta baunya sudah apek tidak layak di konsumsi.
Ketua RT setempat, Muhammad Hatib mengaku bingung dengan beras yang didapatnya itu, sebab ia khawatir bila di distibusikan kepada warga, maka akan mendaptkan penolakan. Kalau kondisi berasnya begini, nanti kalau saya bagikan kepada warga, pasti warga akan menolak,” katanya.
Dijelaskan, ia mendapatkan 14 sak raskin, masing masing berisi 15 kilo gram, untuk dibagikan kepada 62 kepala keluarga (KK). Bulan lalu yang kami terima tidak seperti ini, tetapi sekarang ini kok kondisinya seperti ini dan kami minta kepada pihak bolog  kalau beras seperti ini jangan dikasikan sama masyarakat berasnyai tidak layak dimakan manusia ini yang cocok untuk makanan hewan,” keluhnya.
Dengan kondisi beras yang seperti itu, pihak RT masih belum membagikan beras tersebut kepada warga, tetapi terlebih dahulu membersihkan beras tersebut. Ia juga mengatakan, apabila warga tidak mau menerima beras tersebut, maka pihaknya akan mengembalikan kepada kepala desa setempat agar dikembalikan kepada Bulog wilayah itu.
Sampai berita ini diturunkan, masih belum ada keterangan resmi terkait buruknya kondisi beras raskin tersebut, dari pihak Bulog Pamekasan. (does)

Read more...

Sabtu, 14 Desember 2013

Sesuai Surat Edaran Mendagri Pilkades Serentak akan Digelar tahun 2015


Pamekasan,Jatimnet  Berdasarkan surat edaran (SE) Mendargi, nomor 140/7635/PMD tahun 2013 tentang penundaan pelaksanaan pemilihan kepala desa, bagi desa desa yang masa jabatan kepala desanya berakhir pada tahun 2014, maka di Kabupaten Pamekasan Pilkades akan digelar pada tahun 2015 mendatang.
Kepala Bapemas Pemdes Mohammad  Zakir mengatakan, pihaknya telah  menerima SE Mendagri tersebut, tetapi masih belum disampaikan kepada seluruh camat di 13 kecamatan wilayah itu. Kami akan menyelenggarakan Pilkades pada tahun 2015, dan kita akan gelar secara serentak,” katanya melalui sambungan teleponnya. Dijelaskan, untuk kepala Desa (Kades) yang habis masa jabatannya pada tahun 2013, masih ada kesempatan menggelar Pilkades terakhir pada bulan februari tahun 2014. Terakhir bisa digelar pada bulan februari, jadi masih ada kesempatan selama dua bulan di tahun 2014 itu,” paparnya.
Mantan kepala Dinsosnakertran kabupaten pamekasan juga mengatakan, pada tahun 2013 ini, masih ada 2 desa yang masih belum menyelenggarakan Pilkades, yakni Desa Batu Kerbuy dan Desa Tamberu.  Pada tahun 2014 ada 33 kepala Desa yang habis masa jabatannya, jadi nanti kita gelar Pilkades serentak pada tahun 2015,” papanya.
Untuk mengisi kekosongan jabatan Kades itu, sesuai dengan edaran dari Mendagri, yakni Sekdes PNS, pihaknya masih akan menyampaikan  kepada Bupati, sebab jika Sekdes PNS yang menjabat kekosongan jabatan kepala Desa tersebut, melanggar ketentuan yang ada.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Pamekasan,
Suli Faris mengkritisi SE tersebut, sebab menurutnya, alasan yang mendasari dikeluarkannya SE tersebut, yakni karena di tahun 2014 ada pesta demokrasi berupa Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres, tujuannya untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang tidak di inginkan seperti chaos dan ketegangan lainnya yang dapat mengancam stabilitas dan keamanan nasional, terlalu berlebihan.
Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu, mengatakan, pada penyelenggaraan Pileg maupun Pilpres tahun 2009 lalu, Pilkades juga tetap digelar, tetapi tidak terjadi apa-apa. Seharusnya Mendagri tidak perlu menampakkan sikap pesimis dan  ketakutan yang berlebihan, apalagi wewenang untuk melaksanakan pilkades, sudah menjadi bagian dari wewenang  yang  melekat pada daerah otonom,” ulasnya.
Suli sapaan akrabnya juga memaparkan, di seluruh Kabupaten/ kota se Indonesai sudah memiliki aturan  berupa Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) yang  terkait dengan tahapan pelaksanaan pilkades dan aturan tentang pilkades. Peraturan-peraturan itu tidak bisa di intervensi pemberlakuaannya hanya dengan surat edaran Mendagri itu, sebab menurut kedudukan dan sifatnya SE tidak termasuk pada hirarki peraturan perundang undangan yang berkekuatan hukum mengikat,” paparnya.
Dijelaskan, SE itu tidak mempunyai implikasi hukum, oleh karena itu, Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia dapat mengabaikan amanat Surat edaran mendagri tersebut. Bagi saya kisruh tidaknya Pileg, Pilpres dan Pilkades, sangat tergantung pada panitia, bila panitia dapat melaksanakan semua tahapan Pemilu dengan profesional,jujur dan adil tentu yang di hawatirkan oleh Mendagri tidak akan terjadi, akan tetapi bila panitia tidak netral dan tidak mengedapankan rasa keadilan dan mengabaikan aturan yang ada, maka sekalipun pilkades akan ditunda sampai tiga tahun lagi, maka potensi kisruh di masyarakat akan tetap terjadi,” ulasnya.
Suli mengaku heran, mengapa pilkades di kaitkan dengan  Pileg dan Pilpres, sebab menurutnya, Pileg dan Pilres berbeda jauh dengan Pilkades, dari sisi kepanitiaan saja beda, Pileg dan Pilpres panitianya adalah KPU, sementara pilkades panitianya adalah  masyarakat setempat yang di bentuk oleh Badan perwakilan desa (BPD), dan Kepala daerah sekalipun tidak bisa mengintervensi pemerintah desa dalam  pelaksanaan pilkades tersebut.
Yang sangat  lucu di SE Mendagri tersebut, juga ada ketentuan yang mengatur tentang penjabat Kepala Desa, dimana sepanjang penundaan Pilkades, Bupati wajib mengangkat penjabat kepala desa yang diambilkan dari PNS, padahal dalam UU no 32 th 2004 tentang pemerintahan daerah dan PP nomor 73 tahun 2005 tentang desa, sudah di atur dengan tegas, apabila kepala desa berahir masa jabatanya, berhenti atau di berhentikan maka PLT kepala desa di jabat oleh sekretaris desa,”jelas Suli.
Sehingga, sambungnya, SE mendagri tersebut dapat menimbulkan pemahaman yang biasa dan berbeda-beda antara kelompok yang satu dengan kelompok  yang lain, sehingga ia menilai, SE tersebut justru yang akan menjadi memicu konflik ditingkatan bawah.(does)

Read more...

Kepala Sekolah SMPN 1 Pademawu Akhirnya Dicopot


Pamekasan,Jatimnet Setelah laporang dugaan penyelewengan dana bos yang dilakukan oleh Kepala SMPN 1 Pademawu Idam Kholid, ditangani oleh Inspektorat, akhirnya kepala Sekolah tersebut dicopot dari jabatannya dan ditarik menjadi staf di Dinas Pendidikan wilayah itu.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan Yusuf  Suhartono mengatakan,pihaknya telah menarik kepala sekolah tersebut menjadi staf di Disdik. Kami tarik sementara pak Idham Kholid agar suasana kondusif dulu, sambil menunggu hasil pemeriksaan Inspektora,” katanya.
Sementara,untuk mengisi kekosongan jabatan Kasek di sekolah itu, untuk sementara dijabat oleh Wakil Kepala Sekolah. Sementara itu, Kabid Ketenagaan Disdik Pamekasan Suryanto, saat ditanya terkait kemungkinan Idham Kholid diberhentikan dari kepegawainnya, mengatakan, pihaknya masih menunggu dari Inspektorat terkait hal itu. Yang mempunyai kewenangan kan Inspektorat, sebab yang menangani masalah ini adalah Inspektorat, kalau bicara kemungkinan, ya mungkin aja,”katanya.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Kepala Sekolah SMPN 1 Pademawu itu dilaporkan oleh beberapa guru dan orang tua siswa, karena diduga telah menyelewengkan dana BOS, anggaran  buku, uang seragam siswa, dana SMP terbuka dan sejumlah uang sekolah lainnya, dana tersebut diperkirakan hingga mencapai kurang lebih, Rp.350 juta.(does)

Read more...

Kadisdik Akan Tindak Tegas Guru Yang malas Mengajar


Pamekasan | Jatimnet  - Adanya informasi tentang banyaknya guru PNS yang malas mengajar dan justru memanfaatkan guru tidak tetap (GTT) untuk mengisi jam pelajarannya, akan ditindak tegas, hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Pamekasan, Yusuf Suhartono.
Kami memang banyak mendapatkan informasi tentang hal itu, termasuk dari rekan-rekan media, tetapi kami masih menelusurinya, jika ditemukan hal itu, maka kami akan mengambil tindakan tegas,” katanya usai menghadiri hearing bersama Komisi A DPRD Pamekasan. Jumat 12/13 pagi.
Yusuf sapaan akrabnya juga mengatakan, seharusnya guru PNS memberikan contoh yang baik kepada Guru sukwan, dan disiplin dalam  melaksanakan tugasnya, bukan  malah  memanfaatkan guru sukwan. Seharusnya Guru PNS memberikan contoh yang baik bagi guru sukwan, bukan malah sebaliknya,” papar Yusuf.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Lembaga Pengkajian Kebijakan Daerah (LPKD), Sodik El-Fajar, menurutnya, guru PNS sudah digaji oleh negara dengan menggunakan uang rakyat, dan  tidak seharusnya melalaikan tugas pokoknya untuk mengajar.
Guru PNS itu kesejahteraannya sudah dijamin oleh Negara dan gajinya sangat tinggi, belum lagi jika mendapatkan sertifikasi, sedangkan guru sukwan  itu hanya mendapatkan Honor, itupun tidak seberapa, paling setiap bulannya hanya Rp.150 ribu, hingga Rp.250 ribu,” katanya.
Menurut Ketua Gerpas Kabupaten Pamekasan itu, Abdus Samad juga mengatakan, Disdik memang harus mengambil langkah yang  tegas apabila menemukan guru PNS yang memanfaatkan guru sukwan, sebab selama ini hal itu sering terjadi di berbagai sekolah di Kabupaten Pendidikan itu.
Mentang-mentang guru PNS, lalu malas mengajar karena ada guru sukwan, apa dia tidak  malu dengan gaji yang dia makan, bukankah itu uang rakyat yang  harus dipertanggung jawabkan dihadapan Tuhan,”tegasnya.
Sodik sapaan akrabnya juga mengatakan, hal itu terjadi karena saat ini guru sukwan dianggap sebagai  orang  yang  sangat  membutuhkan pekerjaan, dan sangat sulit untuk mencari tempat sukwan, sehingga guru PNS membebani mata pelajarannya, meskipun bukan waktunya untuk mengajar. Itu tidak boleh terjadi lagi, Diknas harus terus memantau bawahannya, mulai dari kepala Cabang dinas, kepala sekolah hingga guru-guru yang ada dibawah naungannya,” pungkasnya.(does)

Read more...

Jumat, 13 Desember 2013

Proyek Jalan Raya Provinsi di Pamekasan

Belum Serah Terima Dari Kontraktor  ke Pemprov Jatim Jalannya Sudah Ambles

Pamekasan | Jatimnet  - Setelah sebelumnya jalan raya Slempek, Desa Montok, Kecamatan Larangan, Ambles saat dilalui oleh truk, kali ini jalan provinsi yang baru diperbaiki itu kembali ambles setelah dilalui oleh Bus.
Sebuah Bus yang hendak menurunkan penumpang di pinggir jalan itu terperosok dan ambles hingga bagian kiri depan bus tersebut masuk kedalam bagian jalan.
Kepala UPT Bina Marga Pamekasan, meliputi empat kabupaten Yakni Kabupaten Sumenep,Pamekasan,Sampang, Bangkalan, Moch.Djunaidi mengatakan, di jalan KM 125 itu masih baru ditimbun dan dalam pelaksanaan penimbunan itu kemungkinan ada material yang kurang baik, sehingga apabila turun hujan, dan dilalui oleh kendaraan berat, jalan itu ambles.
Kemarin kan hujan dan banjir, mungkin ada salah satu titik yang ambles, dan barangkali ada material yang kurang baik,” katanya kepada Jatimnet Kamis 12/12 siang.
Tetapi, sambungnya, pihaknya telah memerintahkan pada kontraktor yang mengerjakan proyek jalan itu, untuk segera memperbaiki bagian jalan yang ambles tersebut.
Sudah kita perintahkan untuk diperbaiki mas, Itu kan masih tanggung jawab rekanan, sebab masih belum ada PH0 (Provesial hand Over) atau penyerahan dari kontraktor ke bagian Proyek merto 1 Pemprov Jatim,” ulasnya.
Djunaidi juga mengatakan, setelah penyerahan itu, nantinya masih ada masa pemeliharaan selama satu tahun.(doers)

Read more...

Mendagri Larang Pilkades Digelar Tahun 2014

Surat Edaran Dinilai Terlalu Berlebihan
 
Pamekasan | Jatimnet  - Surat edaran (SE) Mendargi, nomor 140/7635/PMD tahun 2013 tentang penundaan pelaksanaan pemilihan kepala desa, bagi desa desa yang masa jabatan kepala desanya berakhir pada tahun 2014, dinilai terlalu berlebihan.
Alasan yang mendasari SE tersebut karena di tahun 2014 ada pesta demokrasi berupa Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres, tujuannya untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang tidak di inginkan seperti chaos dan ketegangan lainnya yang dapat mengancam stabilitas dan keamanan nasional.
Dengan adanya SE itu, sepanjang tahun 2014, di seluruh Kabupaten/ Kota, tidak diperkenankan untuk menggelar pilkades, dan harus menunda pada tahun 2015.
Wakil ketua DPRD Pamekasan Suli Faris mengatakan, SE yang dikeluarkan pada bulan november tahun 2013 oleh Mendagri itu, terlalu berlebihan, dan tidak mendasar, sebab pada penyelenggaraan Pileg maupun Pilpres tahun 2009 lalu, Pilkades juga tetap digelar, tetapi tidak terjadi apa-apa.
Seharusnya mendagri tidak perlu menampakkan sikap pesimis dan ketakutan yang berlebihan, apalagi wewenang untuk melaksanakan pilkades, sudah menjadi bagian dari wewenang yang melekat pada daerah otonom,” katanya kepada sejumlah wartawan saat ditemui di kantornya. Kamis 12/12 pagi.
Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu, juga mengatakan, di seluruh Kabupaten/ kota se Indonesai sudah memiliki aturan berupa Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) yang terkait dengan tahapan pelaksanaan pilkades dan aturan tentang pilkades.
Peraturan-peraturan itu tidak bisa di intervensi pemberlakuaannya hanya dengan surat edaran Mendagri itu, sebab menurut kedudukan dan sifatnya SE tidak termasuk pada hirarki peraturan perundang undangan yang berkekuatan hukum mengikat,” paparnya.
Dijelaskan, SE itu tidak mempunyai implikasi hukum, oleh karena itu, Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia dapat mengabaikan amanat Surat edaran mendagri tersebut.
Bagi saya kisruh tidaknya Pileg,Pilpres dan Pilkades, sangat tergantung pada panitia, bila panitia dapat melaksanakan semua tahapan Pemilu dengan profesional,jujur dan adil tentu yang di hawatirkan oleh Mendagri tidak akan terjadi, akan tetapi bila panitia tidak netral dan tidak mengedapankan rasa keadilan dan mengabaikan aturan yang ada, maka sekalipun pilkades akan ditunda sampai tiga tahun lagi, maka potensi kisruh di masarakat akan tetap terjadi,” ulasnya.
Suli sapaan akrabnya, mengaku heran, mengapa pilkades di kaitkan dengan pileg dan pilpres, sebab menurutnya, Pileg dan Pilres berbeda jauh dengan Pilkades, dari sisi kepanitiaan saja beda, pileg dan pilres panitianya adalah KPU, sementara pilkades panitianya adalah masarakat setempat yang di bentuk oleh Badan perwakilan desa (BPD), dan Kepala daerah sekalipun tidak bisa mengintervensi pemerintah desa dalam pelaksanaan pilkades tersebut.
Yang sangat lucu di SE mendagri tersebut, juga ada ketentuan yang mengatur tentang penjabat kepala desa, dimana sepanjang penundaan Pilkades, Bupati wajib mengangkat penjabat kepala desa yang diambilkan dari PNS, padahal dalam UU no 32 th 2004 tentang pemerintahan daerah dan PP nomor 73 tahun 2005 tentang desa, sudah di atur dengan tegas, apabila kepala desa berahir masa jabatnnya,berhenti atau di berhentikan maka PLT kepala desa di jabat oleh sekretaris desa,”jelas Suli.
Sehingga, sambungnya, SE Mendagri tersebut dapat menimbulkan pemahaman yang bias dan berbeda-beda antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain, bahkan menurutnya, SE tersebut justru yang akan menjadi memicu konflik ditingkatan bawah.(does)

Read more...

Kamis, 12 Desember 2013

Ranmor 2013 Meningkat Ketimbang 2012


Pamekasan | Jatimnet - Peningkatan pelanggaran pada tahun 2013  Sebanyak 676 kendaraan bermotor (Ranmor) ditilang selama operasi zebra tahun 2013 digelar oleh jajaran Satlantas Polres Pamekasan.Operasi yang digelar atas edaran dari kepolisian republik Indonesia (Polri) itu dimulai sejak hari kamis (28/11/13) lalu, dan berakhir pada hari rabu (11/12/13) kemarin, di sejumlah titik Kabupaten Pamekasan.
Jumlah ranmor yang ditindak karena melakukan berbagai pelanggaran itu meningkat darastis dari tahun dari tahun 2012 lalu, dimana pada tahun lalu jumlah Ranmor yang ditilang hanya 133 sedangkan pada operasi Zebra tahun 2013 ini jumlah tersebut meningkat hingga mencapai jumlah 676 kendaraan.
Kasatlantas Polres Pamekasan AKP. Bambang Soegiharto melalui Kanit Laka Lantas Moh.Adnan, mengatakan, sejumlah kendaraan yang ditilang itu, rata-rata karena tidak dilengkapi dengan surat-surat lengkap.
Rata-rata kendaraan yang ditilang itu karena tidak dilengkapi dengan surat-surat, tidak menghidupkan lampu disian hari dan kelengkapan kendaraan seperti tidak ada spion, ” katanya.(does)

Read more...

Senin, 11 November 2013

Ombak Besar Nelayan Tetap Melaut


Pamekasan | Jatimnet - Meski gelombang di beberapa perairan Pamekasan masih tinggi, beberapa nelayan memaksakan diri tetap melaut. Resiko tersebut tetap dilakukan demi memenuhi kebutuhan ekonomi setiap harinya.
Salah satunya dilakukan nelayan di Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan. Beberapa nelayan di desa itu tetap mencari ikan di laut. Seperti yang diutarakan sahrul, dirinya terpaksa menantang laut untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Sebab, selain menjadi nelayan dirinya tidak mempunyai mata pencaharian lain.
Kalau tidak cari ikan, keluarga saya mau makan apa? ini adalah sumber ekonomi keluarga satu-satunya” ucapnya.
Menurutnya, itu bukan hal yang baru. Ombak besar sudah menjadi temannya mencari nafkah setiap hari.
Hal itu sudah resiko menjadi nelayan, setiap hari harus bergelut dengan angin dan ombak. Kalau takut ombak, tidak akan mendapat apa-apa. Baginya, gelombang diperairan tempatnya mencari uang saat ini tidak seberapa. Sehingga, masih memungkinkan untuk dilalui untuk mencari ikan.Bahkan, gelombang yang lebih besar pernah dialaminya pada saat berada di lautan. Gelombang saat ini masih normal tidak membahayakan.” tuturnya.
Sebelumnya, badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) mengimbau agar nelayan tidak melaut. Sebab akan membahayakan keselamatan. Dalam catatannya, gelombang di beberapa perairan di Kabupaten Pamekasan berkisar antara 2.5 hingga 3 meter.
Dengan ketinggian itu, sangat membahayakan untuk perahu kecil. Untuk beberapa hari ke depan. gelombang di perairan Pamekasan masih tinggi,” terang Endriyono, petugas BM KG Sumenep melaui fia telpon. (does)

Read more...

Minggu, 10 November 2013

Keterbukaan Informasi Publik di Pamekasan

Masih Bermasalah

Pamekasan | Jatimnet - Keterbukaan akses informasi publik di Kabupaten Pamekasan hingga kini masih bermasalah, sehingga sebagian satuan kerja perangkat daerah di Kota Gerbang Salam itu harus berurusan dengan Komisi Informasi (KI).
Buktinya sebanyak 23 SKPD di lingkungan Pemkab Pamekasan kini dilaporkan ke KI Jatim, karena menutup akses informasi kepada lembaga pemohon informasi. Khususnya terkait dengan realisasi penggunaan APBD untuk berbagai kegiatan dan proyek pembangunan.
Wakil Ketua KI Jatim Imadoeddin menjelaskan, SKPD yang dilaporkan bermasalah dan menutup akses informasi publik sebanyak 23 SKPD. Laporan sengketa informasi itu telah diterima KI beberapa waktu lalu dan kini masih dalam proses penelitian.
Semua jenis laporan pasti akan kami usut, karena ini menyangkut amanah undang-undang tentang keterbukaan informasi publik,” kata Imadoeddin yang dihubungi wartawan melalui telepon dari Pamakasan.
Ia menjelaskan, SKPD di lingkungan Pemkab Pamekasan yang dilaporkan ke KI Jatim, karena tidak transparan dalam menyajikan informasi yang dibutuhkan badan publik itu, terkait penggunaan dana APBD, “Jelasnya
Inilah sejumlah SKPD di lingkungan pemkab Pamekasan, yang dilaporkan ke Komisi Informasi (KI) Jatim karena menutup akses informasi publik, terutama terkait dengan penggunaan dana anggaran yang diduga banyak digelembungkan atau dimark up.
Masing-masing di Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Badan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Balitbangda), Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Koperasi dan UKM, serta Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Pemkab Pamekasan.
Selanjutnya Dinas Pemuda Olahraga dan Kebudayaan (Disporabud), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Kantor Ketahanan Pangan (KKP), Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun), Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan.
SKPD lainnya ialah Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil (Dispenduk Capil), Kantor Pelayanan Terpadu, Inspektorat, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapemas), Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan, “jelas Imad
Lanjut Wakil Ketua KI Jatim Imadoeddin, dari sebanyak 23 sengketa informasi yang disampaikan ke KI Jatim itu, memang ada beberapa yang perlu diperbaikan oleh pelapor, karena kurang lengkap.
Untuk sementara, berdasarkan hasil pemeriksaan staf, ada 15 yang sudah lengkap dan layak diproses,” tutur Imadoeddin.
Secara umum, sengketa informasi yang disampaikan ke KI di lingkungan Pemkab Pamekasan itu, tentang transpansi penggunaan anggaran dan proyek pembangunan. Pelapor, yakni Koalisi Parlemen Mahasiswa Jalanan (Kopaja), menginginkan data penggunaan dana proyek dalam APBD, namun tidak diberi oleh instansi pemkab dengan alasan itu rahasia negara.
Ketua Kopaja Pamekasan Kholil Iam mengatakan, pihaknya ingin mengetahui laporan detail tentang penggunaan alokasi APBD itu, karena selama ini mencurigai adanya penyimpangan, dan penggelembungan penggunaan dana.
Bahkan ada beberapa program yang nilainya ratusan juta sampai dengan milyaran, seperti program hutan kota di Dinas Kehutanan dan Perkebunan, tapi realisasinya dipertanyakan,” ujar Kholil Iam.
Selain itu, menurut dia, penggunaan alokasi anggaran sebagaimana ketentuan yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, tidak termasuk yang dikecualikan.
Sebagaimana dijelas pada Bab V Pasal 17 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 itu, informasi yang dikecualikan ada sepuluh poin. Antara lain adalah jenis informasi publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon Informasi Publik dapat menghambat proses penegakan hukum.
Kedua, bisa mengganggu kepentingan perlindungan hak atas kekayaan intelektual dan perlindungan dari persaingan usaha tidak sehat, dan dapat membahayakan pertahanan dan keamanan negara.Atau, yang juga masuk dalam pengecualian apabila informasi itu bisa merusak ketahanan ekonomi nasional.
Kalau transparansi penggunaan APBD, saya kira tidak akan merusak perekonomian nasional, justru bisa menyelamatkan bangsa ini dari upaya berbuat korupsi oknum pejabatnya.
Kalau mereka merasa tidak melakukan perbuatan yang merugikan negara, saya yakin mau memberika data itu. Makanya kami sengketakan saja ke KI,” “kata Kholil. (does)

Read more...

Sabtu, 09 November 2013

Dana Pesangon DPRD Sampang Periode 1999-2004 Diusut

Bupati Tangapi Dingin
Sampang | Jatimnet - Kasus aliran dan pesangon anggota DPRD Sampang Periode 1999-2004 terus menjadi wacana hangat di lingkungan Sampang, jika 41 anggota dewan yang ikut menerima aliran dana itu diusut, maka semakin banyak tokoh penting Sampang yang akan terkuak keterlibatanya. Pengusutan kasusus tersebut ditangapi dingin Bupati samapang Fannan Hasip.
`Saat ditanya saoal dana pesangon tersebut waktu itu Fannan yang juga anggota dewan saat itu,menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada Kejaksaan Negeri Sampang, sebab menurutnya hal itu merupakan ranah hukum yang harus dipatuhi.
Ya mau keputusan hokum seperti itu harus sesuai dengan ketentuan hokum terserah kalau kejaksaan akan menindaklanjuti dana pesangon itu kita selaku warga Negara wajib patuh Hukum, “tegas Bupati Fannan.
Sementara itu Malik Amrullah yang juga Tim Anggaran (Banggar) pada periodaeh yang di permasalahkan itu menegaskan, Keputusan ada dana pesangon memang di plenokan. Pengambilan Keputusannya di lakukan oleh kalangan Legeslati dan eksekutif.
Tapi kebijakan itu dari pengambil keputusanyaitu pimpinan Dewan, jadi empat pimpinan sebagai inisiator,”tegas Malik yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinsosnakertaran Sampang.
Saat di konfirmasi Humas Kajari Sampang, Sucipto mengaku masih melakukan pengkajian internal, pihaknya kini mulai engan berkomentar bahwaterkait nasib ke 41 anggota Dewan itu, Pantau saja kita masih belum bisa memberikan keterangan lebih jauh,”terang sucipto dihubungi melalui saluran telpon.
Sebelumnya pernyataan berbeda dengan Malik Amrullah disampaikan Faidhol Mubarok, salah satu Dewan Periode 1999-2004 itu mengaku hanya sekedar membahas, sedangakan pengajuannya bersal dari eksekutif,
Sehingga dirinya berharap agar tidak hanya legislatif yang disorot, mestinya yang pertama disorot pengguna anggaran yaitu Eksekutif, ini bukan lagi keputusan perseorangan tapi keputusan bersama antara Legeslatif dan Eksekutif,”terang Fadhol
Sementara itu Arman Syaputra selaku kuasa hukum pimpinan dewan terpidana mengatakan dukungan masyarakat Sampang tersebut dinilai wajar, sebab Hukum seharusnya tidak pandang bulu, baik Pimpinan maupun anggota yang juga menikmati dana pesangon juga harus diusut ,”terang Arman (does)

Read more...

Butuh Lahan 6 Ribu Hektare, 2014 Targetkan Pabrik Gula


Bangkalan | Jatimnet - para petani tebu berpotensi besar sedangkan peminat petani  tebu menim, di Bangkalan harus bersabar dengan hasil panennya untuk di olah pabrik, sebab saat ini pendirian pabri dalam wacana,
Hal itu mengingat untuk mendiriakan pabrik tebu di butuhkan lahan produksi skitar 5-6 ribu hektare, untuk mendirikan pabrik tebu las lahan tebu harus mencapai 5-6 ribu hektare, persyaratan belum terpenuhi di Bangkalan.
Menurut Kabid Pengembangan Produksi dan Peredaran Hasil Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Bangkalan Sumarmi, direncanakan pada tahun 2014 dan 2015 baru didirikan pabrik tebu di Bangkalan.
Karena belum ada pabrik gula di Bangkalan maka pengelolaan hasil panen tebu petani saat ini dikirim ke pabrik gula di jawa, diantaranya pabrik gula(PG) Krembung, Krian, dan pabrik gula Candi Sidoarjo, alternative kmimnag ke PG terdekat  ke Wilayah Bangkalan,” menurutnya
Data di Dishutbun Bangkalan sementara, Luas Lahan tebu masa tanam 2012/2013 di PTPN X hanya 465,478 hektare, sedangkan ke pg Candi 9,135 hektar sehingga totalnya 560,372 hektare.
Kedepan pendirian pabrik gula di Madura penting guna mengurangi biaya operasional pengangkutan tebu ke Jawa setiap masa panen, “Jelasnya (does)

Read more...

Tolak Dugem Party With Gelar Demo Di Kantor Dewan



Pamekasan | Jatimnet - Aksi penolakan pesta dugem bertajuk party night with DJ Jimmy di Stadion R. Soenarto Hadiwidjojo, tidak hanya dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum. Melainkan juga dari kalangan siswa. Mereka rela meninggalkan ruang kelasnya untuk melakukan demonstrasi ke kantor DPRD Pamekasan. Apa penyebabnya?
Maraknya penolakan atas rencana pesta dugem di Pamekasan, juga dilakukan siswa-siswa SMP dan SMA sederajat. Hal itu terlihat kemarin (8/11) setelah puluhan siswa di Pamekasan, menggelar demonstrasi ke kantor DPRD Pamekasan. sekitar pukul 09.00.
Aksi yang dilakukan sekitar 50 siswa dan beberapa guru. serta pemuda itu, meminta agar pesta dugem sejati bakal digelar sabtu malam nanti di gagalkan.
Itu karena diyakini akan merusak moral anak dan pemuda Pamekasan kedepan. ”Lihat anak-anak generasi penerus di Pamekasan ini.
Besok dia akan disuguhkan pesta dugem yang tak baik adalah pesta setan Lalu mau dididik apa adik- adik kita yang masih sekolah ini. Apakah akan dijadikan tukang dugem besok setelah remaja,” teriak Zainal Abidin, salah satu guru di Pamekasan
Sengaja mengajak beberapa muridnya untuk demo menolak pesta dugem, sebagai wujud keprihatinannya terhadap keadaan di Pamekasan yang dirasa sudah umum meninggalkan nilai-nilai ke-Islamannya.
Kami sebagai guru selalu melakukan penanaman moral dan akhlak sejak dini kepada siswa. Tapi dengan diselenggaranya pesta dugem ini, apakah tidak akan merusak moral anak didik. Percuma guru mendidik murid-muridnya di sekolah setiap hari. tapi di lapangan disuguhkan kegiatan yang aneh-aneh,” teriak Zainal.
Diungkapkan pula jika Pemkab Pamekasan tidak konsisten dalam menjalankan pemerintahan. Sebab menurutnya, Pamekasan dengan degan (Berdian Pengembangan Masyarakat islam Gerbang salam ternyata yang dilakukan pemkab dengan memberi izin pergelaran pesta dugem, sangat bertolak belakang dengan Gerbang Salam selama ini.
Salah satu siswa, Roni, mengalun paham terhadap apa yang dilakukannya saat demo. Dirinya mengaku rela meninggalkan ruang kelas, demi masa depan Gerbang Salam, dan masa depan dirinya sebagai generasi penerus. Katanya akan ada pesta dugem secara terbuka, itu melanggar syariat.” kata siswa kelasi/I itu kepada Jatimnet.
Menurut korlap aksi, Wahyu Mulyati dirinya mengajak teman-temannya dan siswa demo ke DPRD untuk meminta pertanggung jawaban para wakil rakyat dalam fungsi pengawasannya kepada eksekutif. “Mana nyalimu hai para anggota DPRD, terutama kamu semua yang dari partai islam. Kok bisa pesta dugem ini mendapat izin dari eksekutif (Pemkab Pamekasan, Red) papar wahyu.
Aksi damai yang dilakukan di luar pagar utara kantor DPRD, tepatnya di sisi selatan Jalan Kabupaten, akhirnya ditemui Wakil Ketua DPRD Suli Fans. dan Wakil Kema Komisi A Heidir Rahman.
Dalam tanggapannya baik Suli maupun Heidir, menyatakan jika dirinya baru tahu hari itu, saat ada demo, jika akan digelar pesta dugem di Pamekasan “Selama ini tidak ada koordinasi antara pemkab dengan kami (komisi A, Red). Tapi setelah saya krosoek bawaan, pergelaran itu sah,” kata Heidir. Hal senada juga diutarakan Suli.
Menurutnya, ke depan komisi A dimandatkan untuk memanggil pihak terkait dari eksekutif guna pertautan ada di komisi A. Biar komisi A yang bertindak jika adik-adik semua menginginkan pesta dugem itu ditiadakan. Karena bertentangan dengan Gerbang Salam, kami pun sepakat dengan adik-adik.” pukas Suli.
Mendengar penjelasan ini. para pedemo merasa puas. Akhirnya mereka bubar dengan tertib. Para siswa kembali ke sekolahnya untuk melanjutkan proses belajarnya. (does)

Read more...

Tangkis Laut Buatan Warga Hancur Disapu Ombak


Bangkalan | Jatimnet - Tangkis laut buatan warga di Pantai Sepulu sebagian mulai hancur. Itu karena penahan ombak hanya mengandalkan kekuatan baru yang dibatasi dengan bambu tanpa semen sama sekali.
Maklum, warga membangun tangkis laut dengan bahan seadanya. Itu pun dilakukan untuk melindungi sawah dan permukiman warga yang berada tidak jauh dari pantai tersebut. Namanya juga tangkis laut buatan warga sendiri, jadi wajar kalau cepat ambrol.” Kata Usaman, warga setempat. 
Meski begitu, warga mengaku tidak putus asa, batu-batu yang ambrol karena gerusan ombak tersebut akan disusun lagi tangkis laut jebol, bambu-bambu yang sudah rapuh akan diganti dengan bambu yang baru untuk menahan batu.
Tangkis laut ini memang penahan ombak yang bersifat sementara hingga nanti dapat bantuan penanganan dari pemerintah.” pungkasnya (does)

Read more...

Jumat, 08 November 2013

Warga Soroti Kwalitas Pondasi Jembatan


Pamekasan | Jatimnet - Pembangunan Jembatan Desa di dusun Songlesong Desa Bujur Timur Kecamatan Batu Marmar disoroti masyarakat sekitar proyek, pasalnya masyarakat sekitar menilai kwalitas bahan dasar yang di gunakan pondasi khususnya cor coran dinilai kurang bagu berkwalitas rendah dan kayaknya tidak sesuai bistek yang ada,
Masyarakat kwatir jika campuran semin dan pasir kayak gitu pondasinya berkwalitas rendah akan berdampak pada kwlitas jembatan akan cepat roboh.
Menurut salah satu warga setempat Baihaki mendesak pelaksana proyek jembatan untuk memperhatikan kwalitas cor pada pada pondasi dan tiang penyangah jembatan, sebab menurut pengamatannya kwalitas cor sangat rendah, campuran semin tidak sesuai dengan ukuran, bahkan hasil bangunan dasar yang di sentuh mudah protol , sementara aliran sugai ketika musim hujan sangat deras ” tuturnya
Saat  Jatimnet ke lokasi disisi selatan jembatan mulai tertata batu gunung, dibagian dasar jembatan yang diselipkan cor,tetapi warnanya kurang hitam gak kelihatan kalau itu coc coran, kuat dugaan campuran semen untuk menguatkan struktur pondasi jembatan minim tidak sesuai dengan ukuran beton, dalam hal ini harus di kaji ulang agar tidak membahayakan warga yang melintas,”katanya
Masih Baihaki mahasiswa yang melanjutkan S 2 nya di Kediri, selain itu belum terlihat tiang penyangah dari besi, dari bawah hanya tertata batu gunung, hal ini yang akan nantinya bisa menjadi penyebab cepat rusaknya jembatan, mestinya agar lebih kuat ada tiang besi dikanan kirinya,
Terkait lebar jembatan seharusnya tidak mempersempit lauas aliran sungai, sebab hal ini akan akan membuat kaki jembatan mudah tergerus, warga berharap pembangunana jembatan itu perlu ditinjau ulangmumpung saat ini baru dimulai pembangunanya, “papar baihaki.
Waktu Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pamekasan Totok Hartono ketika di konfirmasi mengatakan akansegera melakukan kroscek lapangan, sebab proyek itu baru dimulai dan pihaknya berjanji untuk segera mencari tahu ke PPK dan Pengawas Lapangan. “Kami akan Kroscek ke PPKnya dulu mas,”jawab Totok ketika ditanya.(does)  

Read more...

Belum Dipasang Traffik Light Kondis Lalu Lintas Sembrawut


Sampang | Jatimnet - Meski di wilayah kecamatan, namun volume kendaraan yang melintas di pertigaan jalan di pusat kota Kecamatan Ketapang. Sampang, setiap hari cukup ramai.
Sebab jalur pantura itu menjadi perlintasan kendaraan dari tiga arah, yakni dari timur, barat, dan selatan.  Akibatnya, kondisi lalu lintas di pertigaan tersebut semrawut dan tak jarang membuat pengendara nyaris bersenggolan saat melintas.
Apalagi, di pertigaan tersebut belum dipasang Traffic light. Tidak hanya siang hari, malam hari kendaraan tetap ramai,” kata warga yang biasa berada di pertigaan tersebut.
Kabid Perhubungan Darat Dishubkominfo Sampang Fadeli mengatakan, terkait lampu rambu lalu lintas di Ketapang, pihaknya akan mengusulkan di anggaran 2014.
Tidak hanya pertigaan Ketapang, tapi juga di Kecamatan Banyuates. Untuk pertigaan Ketapang, terangnya, masih tahap kajian. Jika hasil kajian nanti butuh yang lengkap (lampu hijau, kuning, dan merah). segera diusulkan untuk anggaran 2014. “Tunggu saja hasil kajian tim. nanti kita informasikan,” pungkasnya. (does) 

Read more...

Kamis, 07 November 2013

Nebang pohon Jati di Ladang Sendiri

Digelandang ke Polres Pamekasan

Pamekasan  | Jatimnet - Perbuatan yang dilakukan Hairullah (70), penebangamn pohon jati yang di lakukannya berakibat masuk penjara,padahal kakek asal Dusun Brumbung Desa ponjenan Barat kecamatan Batu Marmar.
Penebanganm dilakukan di perkarangannya sendiri,pohon jadi yang di tebang kemudian dijual itu adalah pohon jati dan tanahnya warisan dari orang tua isrinya Surani sejak dulu.
     Tanpa disadari ternyata tindakan Hairullah itu di persoalkan oleh keponakanya sendiri Ahmad Effendi yang tidak lain anak kandung dari saudaranya istri Hairullah, Ahmad melaporkan ke Polisi dengan tuduhan pencurian kayu jati sebab pohon jati yang ditebang diklaim miliknya dan tumbuk ditanah miliknya.
Itu di buktikan dengan hak kepemilikan tanah (sertifikat tanah) yang sudah atas nama Ahmad Efendi.
Surani mendatabgi Mapolsek Batu Marmar untuk menjelaskan pokok persoalan yang sebenarnya ,dia tidak terima suaminya ditahan di Polres Pamekasan atas tuduhan pencurian kayu jati.
Pohon jati yang ditebang itu milik itu milik kami yang diwarisi orang tua, kok malah suami saya yang dituduh mencuri,”tutur surani lirih
Surani dating Ke Mapolsek dengan Keluarganya juga berniat melaporkan pemalsuan sertifikat yang dilakukan Ahmad, sebab versi surani tanah yang ditumbuhi pohon jati adalah miliknya,tanah tersebut merupakan tanah pmberian dari orang tuanya kok saat ini sertifikatnya atas nama Ahmad Efendi.
Waktu pembuatan sertifikat kok aku tdak pernah dikasik tahu biasanya aku juga menandatangani berkas pengajuan pembuatan sertifikat dan juga tanpa kesaksian kepala desa setempat dan dari pihak keluarga yang lain. ‘Kata Surani
Kami berani menebang pohon jati itu karena memang milik saya ternyata malam hari Polisi datang ke rumah menjemput suami saya dengan tuduhan pencurian pohon jati kami terkejut pohon jati yang mana masalahnya kami nebang pohon jati yang ada di tanah sendiri apa itu salah,”tambahnya.
Untuk itu kami datang Ke Mapolsek untu mencari keadilan agar suami saya bisa bebas dan dugaan kongkalikong pembuatan sertifikat yang bisa diproses atau ditrbitkan sertifikat, agar suami saya bebas dari hukuman, pembuatan setifikat ini akan kami tlusuri kenapa kok sampai terbit sertifikat ,kalau miming terbukti palsu akan kami tuntut balik terkait proses pembuatan sertifikat yang tak jelas tersebut,”jelas Surani lirih  
Termasuk,saksi saat pengukuran tidak ada dari pihak saudara sayangnya kedatangan Surani ke Mapolsek Batu Marmar sia sia, pasalnya Polsek menolak Laporan Surani,Anggota polsek menyarankan ke Polres karena kasusa tersebut dilapporkan ke Mapolres. Laporkan ke Polres saja, soalnya kasusnya sudah ditangani Polres, “kata Kanit Reskr Polsek Batu Marmar Aiptu Imam Rojikin.
Untuk mencari keadilan istri hairullah rabu 6/11 mendatangi Mapolres Pamekasan untuk mencari keadilan bahwa suaminya tidak bersalah ingin menemui kanit Pidana Umum Aipda Tirto tapi sayang kanit Pidum tidak ada ditempat sedang ada tugas ke Jakarta, kadas sudah surani untuk mencari Keadilan suaminya.
Tapi saya tidak akan putus asa saya tetap untuk mencari keadilan, suami saya kan tidak bersalah Tuhan tetap akan memberi Jalan bagi orang yang tidak bersalah, ”pungkasnya (does)

Read more...

Rabu, 06 November 2013

Hari Jadi Sumenep ke 744

Nuansa Keraton Soengenep Tempo Doeloe

Sumenep | Jatimnet - Memperingati Hari Jadi Sumenep ke 744, digelar Prosesi dan pawai seni budaya, yang melibatkan 1000 pendukung acara, mulai penari, teater, hingga pemusik tradisional.
Acara yang dipusatkan di depan Masjid Agung Sumenep diawali dengan penobatan Arya Wiraraja sebagai Adipati pertama di Sumenep. Dalam prosesi tersebut, digambarkan penyambutan gegap gempita rakyat Soengenep (sumenep: red) atas penobatan Arya Wiraraja.
Mereka dengan sukacita mempersembahkan hasil panen dan ternak mereka, sebagai pertanda dukungan terhadap penobatan Arya Wiraraja sebagai Adipati. Acara prosesi dilanjutkan dengan penyerahan pataka dari Adipati ke Bupati, yang diterima langsung Bupati Sumenep, A.Busro Karim.
Proses tersebut kental dengan nuansa keraton Soengenep tempo doeloe. Seluruh pendukung acara berpakaian adat keraton. Bahkan Bupati Sumenep bersama istri, berpakaian ala raja keraton.
Demikian juga dengan jajaran Forum Pimpinan Daerah. Semuanya berpakaian adat keraton. Prosesi penobatan tersebut juga diiringi tari-tarian tradisional, mulai tari 'muang sangkal', hingga tari kolosal yakni tari keris, yang melibatkan 600 penari.
"Acara ini merupakan ajang promosi seni budaya, dan objek wisata bagi turis mancanegara. Ini juga sebagai ajang kreasi para pelaku seni tradisional Sumenep," kata Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah raga (Disbudparpora)  Kabupten Sumenep Bambang Irianto.
Sementara Bupati Sumenep, A. Busyro Karim mentargetkan kunjungan wisatawan ke Sumenep tahun 2014 mencapai 1 juta orang. "Ini target yang masuk akal, karena melihat grafik yang ada, kunjungan wisatawan ke Sumenep terus meningkat dari tahun ke tahun, “ kata Bupati.
Bupati berharap agar Prosesi dan Pawai Budaya dalam rangkaian peringatan hari jadi Sumenep, bisa dijadikan ikon budaya. Acara tersebut merupakan tata nilai kreatifitas seni yang terbangun pada tradisi. "Jadi ada komitmen mempromosikan potensi wisata sumenep. Mubadzir kalau potensi yang dimiliki tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya
Bupati menambahkan, tari kolosal yang disajikan sengaja mengambil tema keris, mengingat Kabupaten Sumenep diakui sebagai daerah dengan pengrajin keris terbesar di Asia Tenggara.
"Sumenep ini punya 543 pengrajin Keris. Terbanyak dibanding daerah-daerah lain. Keris dijadikan tema dalam tarian kolosal ini, karena keris memiliki nilai filosofi luhur, yakni dinamika dan kejayaan," tuturnya.
Usai prosesi penobatan, acara dilanjutkan dengan pawai budaya keliling kota Sumenep. Jajaran kepala dinas juga mengikuti pawai tersebut menggunakan becak hias. Acara spesial tersebut tak urung menyedot perhatian berbagai pihak.
Ribuan masyarakat Sumenep pun 'tumplek blek' di areal alun-alun kota, menyaksikan prosesi penobatan Arya Wiraraja dan tari kolosal. Bahkan acara tersebut juga disaksikan puluhan turis asal Inggris, Uzbekistan, dan beberapa negara lain.(does)

Read more...

Siswa Tenggelam Sehabis Sertijab Ketua Osis


Sumenep | Jatimnet - Setelah prosesi serah terima jabatan osis dilakukan, korban bersama temannya mandi bersama di sungai Pangareman di desa tersebut. Tapi sialnya, mantan Ketua Osis ini malah tewas tenggelam. Diduga Ainun tewas karena tidak bisa berenang,dengan kedalaman sungai sekitar 5 Meter.
Meski sempat ditolong oleh lima teman lainnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.mengingat pencarian korban lama,memakan satu jam lamanya.
Mendengar kejadian itu,petugas kepolisian langsung ke lokasi melakukan evakuasi dan membawa mayat korban ke RSUD untuk dilakukan otopsi.
Isak tangis keluarga dan teman korban mengiringi kepergiannya saat mereka datang ke RSUD Moh Anwar Sumenep. Setelah diotopsi, jenazah korban diangkut ambulance Rsud Moh Anwar dibawa pulang ke kediamannya untuk dikebumikan. (does)

Read more...

Hujan Turun Petani Tembakau Kawatir Harga Anjlok


Pamekasan | Jatimnet - Hujan yang turun pada hari Senin, menjadi pukulan hebat pada para petani tembakau, karena saat ini, merupakan musim panen tembakau. Turunnya hujan kemarin akan berdampak pada menurunnya kwalitas dari tembakau yang berimbas pada anjloknya harga jual.
Hal ini dirasakan Mostar asal Desa Pangtonggal Kecamatan Proppo Pamekasan, saat ditemui Jatimnet, Mostar nampak bersama istri dan anaknya menjemur tembakau yang baru dirajang tadi malam tersebut,
Sambil membersihkan kotoran yang menempel di tembakaunya, Mostar berharap cuaca hari ini dan besok cerah, karena proses pengeringan tembaku membutuhkan 2 hari.
Menurut Mostar saat ini, harga tembakau di pengepul berkisar antara 20 hingga 25 ribu rupiah, yang tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkannya, mulai dari musim tanam hingga proses panen dan pengeringannya yang biayanya jauh lebih besar pada hal petani yang menanam tembakau hanya sedikit sekitar 10 % yang menanam tahun ini,”punkasnya 
Pihaknya berharap harga tembakau bisa jauh lebih tinggi sesuai dengan harapan para petani. Pemerintah Kabupaten Pamekasan diminta untuk mengendalikan harga tembakau terutama di kalangan  petani.
“Karena saat ini para petani sering dikecewakan oleh para pedagang yang mempermainkan harga tembakau, “Harapanya (does)

Read more...

Selasa, 05 November 2013

Tempat Prostitusi Marak Di Kota Gerbang Salam


Pamekasan | Jatimnet - Maraknya tempat maksiat yang ada di Kabupaten Pamekasan, membuat Bupati Pamekasan Achmad Syafii geram. Di kota Gerbang Salam itu banyak tempat yang dijadikan lokasi mesum, mulai tempat kost, warung remang-remang, hotel dan tempat karaoke.
Sudah kami kasik tempat milik pemerintah, seharusnya tidak dijadikan tempat maksiat, sebab lahan yang ditempati itu milik pemerintah yang diperuntukkan bagi masyarakat yang betul-betul ingin berwirausaha, bukan malah dijadikan transaksi wanita,” katanya usai melepas pawai obor senin 04/11 malam
Bahkan politisi partai Demokrat itu mengancam akan menutup seluruh tempat yang dijadikan lokasi maksiat itu. Kami akan rampas hak pemilik tempat yang berdiri di atas tanah negara jika melakukan kegiatan maksiat,” tegasnya.
Ia mencontohkan, salah satu tempat yang dijadikan lokasi prostisusi telrselubung itu ialah di Pasar 17, dimana di lokasi tersebut banyak warung remang-remang yang melakukan praktik prostitusi. Tidak ada toleransi terhadap semua tempat yang dijadikan transaksi prostitusi itu, semunya akan kita tutup,” terangnya.
Dijelaskan, saat ini pihaknya telah mempunyai data lokasi yang kerap dijadikan lokasi transaksi prostitusi, bahkan ia akan melakukan penertiban sendiri dengan didampingi oleh petugas penegak perda yaitu Satpol PP.
Sehingga ia mengajak semua pihak,untuk ikut serta dalam memberantas praktik maksiat itu, dan memberikan informasi kepada pihaknya apabila mempunyai informasi lokasi prostitusi terselubung di wilayah tersebut di jadikan ttempat maksiat ‘Himbaunya.(does)

Read more...

Kota Gerbang Salam Semarak Pawai Obor Malam Tahun Baru Islam


Pamekasan | Jatimnet - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pamekasan, melakukan pawai obor dalam rangka merayakan tahun baru Islam 1 muharram 1435 Hijriyah. Senin 04/11 malam.
Pawai tersebut dimulai dari kantor PMII cabang pamekasan, jalan Brawijaya dengan berjalan kaki menuju munomen arek lancor, selain membawa ratusan obor yang mewarnai pawai tersebut, irigan musik rebana (Hadrah) juga mewarnai pawai itu.
Ratusan aktifis PMII dari berbagai komisariat kampus yang ada di Kabupaten pendidikan itu, juga bertawaf mengelilingi munomen arek lancor. Ketua PMII Cabang Pamekasan Sidik mengatakan, acara tersebut untuk memeriahkan pergantian tahun bagi umat islam, sebab selama ini perayaan tahun baru islam sudah mulai dilupakan.
Selama ini pemuda islam justru larut dalam perayaan tahun baru Masehi, dan tidak pernah merayakn tahun baru islam, sehingga kami sebagai organisasi mahasiswa islam memeriahkan tahun baru islam 1 muharram 1435 hijriyah ini,” katanya Wartawan Jatimnet
Lebih lanjut ia berharap, perayaan tahun baru islam itu menjadi momentum untuk terus memperbaiki kehidupan islam dalam berbangsa dan bernegara Sementara itu, kordinator perayaan tersebut Moh.Elman mengatakan,
PMII menggelar perayaan tahun baru islam itu untuk mengajak pemuda islam agar lebih mendalami makna tahun baru islam, sehingga tidak hanya merayakan pergantian tahun diluar Islam saja.
“Kami mengajak pemuda islam agar terus memahami makna dari tahun baru islam, sebab selama ini pemuda islam lupa akan adanya tahun baru islam ini,” ulasnya.
Dari pantauan Jatimnet, ratusan aktifis PMII Cabang Pamekasan itu, melakukan pawai obor dengan berjalan kaki, selain itu pawai tersebut juga diiringi musik hadrah, dan melakukan orasi keislaman secara bergantian)
Sementara itu, aparat kepolisian dari Polres Pamekasan, melakukan pengamanan. Berdasarkan pantauan Jatimnet, nampak sejumlah petugas kepolisian mengamankan sejumlah titik yang dilalui oleh peserta pawai perayaan tahun baru islam itu.
Selain itu, petugas kepolisian juga melakukan pengawalan peserta konvoi dengan menggunakan kendaraan roda dua dan membunyikan serine sepanjang perjalanan konvaoi tersebut.
Kasat Lantas Polres Pamekasan AKP.Bambang Soegiharto, saat ditemui disela-sela pengaman pawai tersebut mengatakan, pihaknya mengerahakan petugas kepolsian untuk mengamankan jalannya kegiatan perayaan tahun baru islam yang berlangsung malam itu. Kami menerjunkan anggota satlantas Polres Pamekasan untuk mengamankan perayaan tahun baru islam ini,” katanya kepada sejumlah wartawan.
Ia juga mengatakan, selain melakukan pengamanan, anggotanya juga ditugaskan untuk mengatur arus lalu lintas di kota itu, sebab perayaan tahun baru islam itu dilakukan disaat aktifitas kendaraan padat. Kami juga mengantisipasi terjadinya kemacetan di berbagai titik, sehingga jika terjadi kemacetan bisa segera diurai oleh petugas yang sudah berada dilapangan,” ulasnya.(does)

Read more...

Senin, 04 November 2013

Kerapan Sapi Rekeng Piala Presiden Tahun 2013 Kurang Meriah


Pamekasan | Jatimnet - Penyelenggaraan kerapan sapi dengan menggunakan cara kekerasan “rekeng” se- Madura (Gubeng), yang memperebutkan piala Presiden tahun 2013 di Stadion R.Soenarto Pamekasan, tidak semeriah penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu panitia pelaksana acara tersebut H.Haryanto Waluyo  dan Juga Anggota Dewan dari Partai PPP mengatakan, penyelenggaraan Gubeng tersebut persiapannya sangatlah minim tidak ada persiapan sebelumnya.
Selain itu, sekarang diwaktu yang bersamaan di Bangkala juga digelar kerapan pakkopak,” katanya kepada wartawan saat ditemui di Stadion R.Soenarto. senin 03/11  pagi.
Ia juga mengatakan, penyelenggaraan Gubeng pada tahun-tahun sebelumnya dipersiapkan dengan sangat matang dan minimal satu bulan sebelumnya sudah siap.
Kalau tahun ini persiaapn hanya satu minggu Karena kontrofirsi dualisame ada yang setuju ada yang tidak diaadakn kerapan sapi Rekeng jadi persiapn yang matang hanya empat hari, untuk persiapan kerapan sapi, setidak-tidaknya satu bulan sebelumnya, tetapi kenyataannya untuk pelaksanaan piala presiden yang sekarang cuma empat hari,” katanya.
Terkait penyelenggaraan kerapan sapi yang digelar secara bersamaan di Kabupaten Bangkalan dan adanya dua versi penyelenggaraan piala Presiden, ia berharap agar pemerintah segera menyelesaikan dualisme tersebut. Penyelenggraan kerapan sapi di Pamekasan ini (Rekeng) itu masuk pakem lama, sedangkan yang pakkopak itu masuk pakem baru,” tegasnya.
Ia bahkan menegaskan, seharusnya kekerasan yang dilakukan kepada sapi pacu itu tidak dipersoalkan dalam konteks budaya, sebab di daerah lain, masih banyak kekerasan kepada hewan yang lebih kejam dari pola rekeng terhadap sapi dalam kebudayaan kerapan di Madura itu.
Banyak yang lebi parah dari Madura, contohnya di Garut, disana itu mengadu domba hingga tanduknya lepas, di Minangkabau ada tradisi adu kerbau sampai perutnya keluar, di Bali adu ayam sampai mati, tetapi tidak ada yang mempersoalkan, kenapa hanya kebudayaan Madura ini yang dipersoalkan,” tegasnya anggota Dewan dari Partai PPP.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu bertekad untuk mensukseskan Gubeng tersebut demi menjaga dan melestarikan keberlangsungan kebudayaan Madura yang sudah berlangsung sejak jaman kerajaan itu.
Jumlah peserta yang ikut dalam kompetisi tersebut sebanyak 24 pasang sapi pacu dari berbagai wilayah di empat Kabupaten Se-Madura, masing-masing kabupaten sebanayak 6 pasang, peserta tersebut merupakan hasil seleksi, “tegasnya (does)

Read more...

Karapan Sapi Digelar Didua Tempat


Pamekasan | Jatimnet  Bupati Pamekasan Achmad Syafii mengaku baru tahu, jika penyelenggaraan karapan sapi (Gubeng) piala Presiden, digelar di dua tempat, yakni di Kabupaten Bangkalan serta di Kabupaten Pamekasan. Saya baru tahu, ternyata kerapan sapi ini dilaksanakan dua tempat, satu di Bangkalan yang satu digelar disini,” katanya kepada sejumlah wartawan,
Digerlarnya Kerapan sapi di dua tempat itu, Kata Bupati, untuk mengakomodir dua kelompok yang pro terhadap kerapan sapi dengan cara pakkopak, dan juga yang pro terhadap rekeng. Keduanya sama-sama piala Presiden, saya kira ini upaya pemerintah provinsi agar keduanya sama-sama jalan,” ulasnya.
Kedepan politisi partai Demokrat itu berharap, agar kedepan tidak ada dualisme dalam penyelenggaraan kerapan sapi di pulau Madura. Kalau kami, pemerintah kabupaten Pamekasan mengikuti arus, dan aspirasi dari masyarakat saja,” tuturnya.
Diharapkan, penyelenggaaraan karapan sapi itu mampu menggaet wisatawan baik wisatawan lokal maupun wisatawan manca negara, sebab kerapan sapi merupakan kebudayaan andalan masyarakat Madura. Terkait pariwisata dan kunjungan wisatawan, bukan hanya menjadi target Pemkab Pamekasan, tetapi empat Kabupaten juga mempunyai target yang sama,” tegasnya.
Sehingga kedepan, ia mengajak semua pihak untuk semakin memperbaiki penyelenggara kerapan sapi tersebut. Hal-hal yang perlu kita perbaiki, ayo kita perbaiki, termasuk agar tidak terlalu menyakiti sapi ayo kita bicarakan duduk bersama,” pungkasnya.(does)

Read more...

Hanya Bisa Pasrah, Penderita Tumor


Sumenep | Jastimnet Meratapi Nasip  Suahlam (24) penderita tumor ganas yang dideritanya sejak kecil itu, hanya bisa pasrah, meskipun kondisinya sudah sangat kritis, sebab keluarganya tidak mempunyai biaya untuk mengobatinya.
Tumor yang diderita Pemuda warga Dusun Tengginah, Desa Tangbatang Dejeh, Kecamatan Batang-batang Sumenep ini, sudah sangat parah bahkan sudah menyerang sarafnya, bahkan dokter sudah memfonis, jika tumor tersebut dioperasi akan sangat berbahaya, bahkan bisa merenggut nyawanya.
Kepada wartawan Jatimnet pada senin 4/11 siang, masih bisa bercerita bahwa saat ini orang tuanya sudah tidak bisa membiayai pengobatan penyakit yang dideritanya itu. Orang tua saya sudah tidak bisa membiayai pengobatan saya mas, kami orang gak punya,” katanya dengan suara terpartah-patah.
Anak ketiga dari lima bersaudara dari pasangan Suarim seorang buruh tani dan Sumi pembuat tikar itu hanya berobat kepada dukun dan pengobatan tradisional saja. Cuma berobat ke dukun saja mas, soalnya kan saya tidak punya biaya,” katanya.
Ia juga mengatakan, sampai saat ini ia masih belum mendapatkan bantuan termasuk dari pemerintah Kabupaten Sumenep.
Bahkan, saat sejumlah wartawan menemuinya, Suhlam yang tinggal bersama orang tunya disebuah gubuk yang terbuat dari bambu itu, meneteskan air mata sambil bercerita tentang penyakit yang dialaminya itu. Ia berharap agar ada dermawan yang bersedia membantu biaya pengobatannya.(does)

Read more...