Piala Presiden Diganti Trophy Gubernur
Panitia Kecewa
Pamekasan,Jatimnet Penyelenggaraan Karapan sapi (Gubeng) piala presiden Republik Indonesia dengan trophy Gubernur Jawa Timur, yang akan diselenggarakan pada 3 November mendatang di Stadion R.Soenarto Pamekasan, membuat panitia penyelenggara merasa kecewa.
Ketua pelaksana Gubeng H.Superto mengatakan, pihaknya sangat kecewa terhadap Bakorwil IV Pamekasan, karena telah merubah trophy ajang pacuan sapi madura itu, apalagi perubahan tersebut sangat mendadak dan tidak ada kordinasi dengan pihak panitia muro muro (tiba-tiba) di ubah.
“Saya belum tahu sebelumnya terkait perubahan piala ini, dan panitia sangat kecewa, karena perebutan piala Presiden diubah menjadi perebutan piala Gubernur,” katanya Ketua Panitia kepada sejumlah wartawan usai rapat akhir persiapan Gubeng di ruang rapat Bakorwil IV Pamekasan.
Tetapi sambungnya, demi kekompakan pihaknya akan tetap menyelenggarakan Gubeng tersebut dengan baik dan mensukseskan acara yang sudah berlangsung pulahan tahun itu. Demi kekompakan bersama, apa boleh buat, tetap kita laksanakan dengan cara baik,” ulasnya.
Dijelaskan, penyelenggaraan Gubeng Piala Presiden itu merupakan event tahunan, dan sudah berlangsung sejak bertahun-tahun yang lalu, tetapi perubahan menjadi perebuatan piala Gubernur itu yang dadakan. Piala presiden itu merupakan event setiap tahun, tetapi perubahan perebutan itu yang dadakan,” tegasnya.
Lebih lanjut H.Suparto menegaskan, penyelenggaraan Gebeng tahun depan akan tetap digelar dengan Piala Presiden, tidak ada piala Gubernur dan tetap akan menggunakan cara rekeng ini sudah tradisi mulai nenek moyang dan ini satu satunya budaya Madura yang udah terkenal sampai manca Negara,” tegas Suparto (does)
Read more...
Ketua pelaksana Gubeng H.Superto mengatakan, pihaknya sangat kecewa terhadap Bakorwil IV Pamekasan, karena telah merubah trophy ajang pacuan sapi madura itu, apalagi perubahan tersebut sangat mendadak dan tidak ada kordinasi dengan pihak panitia muro muro (tiba-tiba) di ubah.
“Saya belum tahu sebelumnya terkait perubahan piala ini, dan panitia sangat kecewa, karena perebutan piala Presiden diubah menjadi perebutan piala Gubernur,” katanya Ketua Panitia kepada sejumlah wartawan usai rapat akhir persiapan Gubeng di ruang rapat Bakorwil IV Pamekasan.
Tetapi sambungnya, demi kekompakan pihaknya akan tetap menyelenggarakan Gubeng tersebut dengan baik dan mensukseskan acara yang sudah berlangsung pulahan tahun itu. Demi kekompakan bersama, apa boleh buat, tetap kita laksanakan dengan cara baik,” ulasnya.
Dijelaskan, penyelenggaraan Gubeng Piala Presiden itu merupakan event tahunan, dan sudah berlangsung sejak bertahun-tahun yang lalu, tetapi perubahan menjadi perebuatan piala Gubernur itu yang dadakan. Piala presiden itu merupakan event setiap tahun, tetapi perubahan perebutan itu yang dadakan,” tegasnya.
Lebih lanjut H.Suparto menegaskan, penyelenggaraan Gebeng tahun depan akan tetap digelar dengan Piala Presiden, tidak ada piala Gubernur dan tetap akan menggunakan cara rekeng ini sudah tradisi mulai nenek moyang dan ini satu satunya budaya Madura yang udah terkenal sampai manca Negara,” tegas Suparto (does)



































