MARI KITA SUKSESKAN PEMILIHAN PRESIDEN 2014

.

Kamis, 31 Oktober 2013

Piala Presiden Diganti Trophy Gubernur

Panitia Kecewa

Pamekasan,Jatimnet  Penyelenggaraan Karapan sapi (Gubeng) piala presiden Republik Indonesia dengan trophy Gubernur Jawa Timur, yang akan diselenggarakan pada 3 November mendatang di Stadion R.Soenarto Pamekasan, membuat panitia penyelenggara merasa kecewa.
Ketua pelaksana Gubeng H.Superto mengatakan, pihaknya sangat kecewa terhadap Bakorwil IV Pamekasan, karena telah merubah trophy ajang pacuan sapi madura itu, apalagi perubahan tersebut sangat mendadak dan tidak ada kordinasi dengan pihak panitia muro muro (tiba-tiba) di ubah.
“Saya belum tahu sebelumnya terkait perubahan piala ini, dan panitia sangat kecewa, karena perebutan piala Presiden diubah menjadi perebutan piala Gubernur,” katanya Ketua Panitia kepada sejumlah wartawan usai rapat akhir persiapan Gubeng di ruang rapat Bakorwil IV Pamekasan.
Tetapi sambungnya, demi kekompakan pihaknya akan tetap menyelenggarakan Gubeng tersebut dengan baik dan mensukseskan acara yang sudah berlangsung pulahan tahun itu. Demi kekompakan bersama, apa boleh buat, tetap kita laksanakan dengan cara baik,” ulasnya.
Dijelaskan, penyelenggaraan Gubeng Piala Presiden itu merupakan event tahunan, dan sudah berlangsung sejak bertahun-tahun yang lalu, tetapi perubahan menjadi perebuatan piala Gubernur itu yang dadakan. Piala presiden itu merupakan event setiap tahun, tetapi perubahan perebutan itu yang dadakan,” tegasnya.
Lebih lanjut H.Suparto menegaskan, penyelenggaraan Gebeng tahun depan akan tetap digelar dengan Piala Presiden, tidak ada piala Gubernur dan tetap akan menggunakan cara rekeng ini sudah tradisi mulai nenek moyang dan ini satu satunya budaya Madura yang udah terkenal sampai manca Negara,” tegas  Suparto (does)




Read more...

Kerapan Sapi Dualisme di Gelar Bersamaan


Pamekasan | Jatimnet - Setelah sebelumnya ada dualisme penyelenggaraan karapan sapi, yaitu kelompok yang pro Rekeng dan kelompok yang pro Pakkopak, akhirnya keduanya diselenggarakan secara bersamaan.
Tetapi penyelenggaraan keduanya berbeda tempat, dengan waktu yang sama, yaitu tanggal 3 November 2013 ini. Karapan sapi yang menggunakan cara rekeng akan digelar di Kabupaten Pamekasan sedangkan yang  pakkopak akan digelar di Kabupaten Bangkalan.
Tetapi, menanggapi hal itu, tokoh pengerap Madura Arsu Munjiyat mengatakan, penyelenggaraan karapan sapi pakkopak di Kabupaten Bangkalan itu Ilegal, sedangkan karapan sapi dengan menggunakan rekeng legal, sebab sudah berlangsung sejak lama dan pesertanya berdasarkan seleksi mulai tingkat bawah.
Sebenarnya yang bangkalan itu cuma enam pasang, tetapi karena kebijaksanaan Bupati Bangkalan, untuk melengkapi 24 peserta,Bupati bangkalan mengundang dari Kabuparten lain,” katanya saat ditemui di gedung Bakorwil IV Pamekasan.
Lebih lanjut ia mengatakan, pakkopak itu sebenarnya tidak ada pesertanya, tetapi pesertanya diundang, tetapi peserta karapan sapi rekeng tanpa diundang, justru mengikuti seleksi dari tingkatan bawah. Kalau rekeng, sudah berdasarkan seleksi dari tingkat kecamatan, hingga tingkat Kabupaten,dan pesertanya tidak harus diundang, tetapi dengan sendirinya ikut,” tegasnya.
Kedepan ia berharap kepada pemerintah khususnya kepada Bakorwil, agar penyelenggaraan karapan sapi (Gubeng) itu, tidak ada dualisme lagi. Tolong dikembalikan budaya itu, budaya itu yang ada hanya karapan sapi, tidak ada pakem baru dan lama, yang ada cuma budaya karapan sapi,dan diupayakan agar tidak ada lagi dualisme agar tidak terjadi perpecahan antara pengerap,” harapanya.
Bahkan ia mengutip pernyataan Wakil Gubernur Jawa Timur Gus Ipul yang mengatakan,”Bukan Madura kalau Tanpa kerapan sapi”. Itu kata Gus Ipul, dan karapan sapi itu satu-satunya hanya ada di Madura, tidak ada ditempat lain, bahkan diseluruh dunia tidak ada, selain di Madura,” ulasnya.(does)

Read more...

Tubuh Anak Empat Tahun Melepuh

 Akibat Tersiram Air Mendidih

Pamekasan | Jatimnet Akibat tersiram air yang mendidih, sekujur tubuh Moh. Saleh 4 tahun warga Desa Bettet Kecamatan Kota Pamekasan mengalami luka serius hingga melepuh. Bocah 4 tahun itu, tanpa sengaja tersiram air panah oleh neneknya Nuraini, dimana saat neneknya itu memesak air untuk membuat kopi, saat hendak menuang air kedalam gelas, sang cucu tiba-tiba menyenggol air yang sedang mendidih hingga tumpah dan mengenai tubuh cucu kesayangannya itu.
Moh.Saleh memang tinggal bersama neneknya disebuah gubuk yang terbuat dari bambu tidak layak huni di Desa tersebut, ia ditinggal oleh kedua orang tuanya Erlinda (26) dan Moh.Hasan (28) yang sudah bercerai dan merantau di pulau jawa.
Peristiwa tersiramnya Moh.Saleh itu sudah terjadi sejak hari selasa 29/10  kemarin, dan hingga saat ini masih belum dibawa kerumah sakit karena tidak mempunyai biaya, sang nenek yang berprofesi sebagai buruh tani itu, hanya membilas luka-luka yang telah melepuh itu dengan air, meskipun sang cucu nampak kesakitan dan sering menangis, tetapi sang nenek tidak bisa membawanya kedokter, ia hanya terus meneteskan air mata sambil membilas luka cucunya itu.
Saat sejumlah wartawan bertanya tentang kondisi cucunya, dengan air mata yang terus mengalir Nuraini mengatakan, cucunya itu terluka parah tetapi ia tidak bisa membawanya kedokter.
“Ni cucu saya pak, lukanya sangat parah hampir 60% luka bakarnya, karena tersiram air panas, saya tidak tahu harus bagaimana, saya tidak punya biaya untuk kedokter pak,” katanya.
Sampai saat ini, tidak ada bantuan dari pihak manapun kepada bocah malang ini, bahkan pemerintah Kabupaten Pamekasan juga masih belum ada bantuan, mungkin belum mendenggar dengan adanya pemberitaan di media masa pemerintah Kabupaten Pamekasan akan segera memberi bantuan dan pengobatan secara maksimal untuk kesembuhan Moh. Saleh.(does)

Read more...

Rabu, 30 Oktober 2013

Diduga Lakukan Mesum 4 Remaja Terjaring Razia


Pamekasan | Jatimnet - Diduga melakukan perbuatan mesum, 4 muda-mudi yang menghuni kamar kost milik Reza, di Jalan Veteran Kelurahan Barurambat Timur Kecamatan Pademawu Pamekasan terjaring razia.
Rabu 30/10 sekira pukul 13.30 wib petugas Satpol PP Kabupaten Pamekasan melakukan razia Pekat (Penyakit Masyarakat : Miras, Judi dan Prostitusi).  Petugas siang itu mendatangi lokasi tempat kost tersebut setelah mendapat laporan dari warga sekitar.
Petugas Satpol PP setibanya di lokasi dan melakukan pemeriksaan tiap kamar, berhasil menjaring 2 wanita dan satu laki-laki didalam satu kamar, sementara seorang lagi didapati berada kamar yang lainnya.
Keempatnya remaja yang diduga melakukan mesum, langsung digelandang ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan penindakan terhadap remaja yang tertangkap tersebut.
Moh.Yusuf Wibisono Penyelidikan dan Penyidikan, mengatakan bahwa ke dua perempuan yang terjaring tersebut merupakan pendatang liar yang tidak mempunyai kartu identitas.
“Ada empat orang yang terjaring, yang 2 laki laki itu katanya sudah menyerahkan KTP kepada pemilik kost, tetapi tidak diserahkan kepada RT setempat, sedangkan 2 cewek ini tidak mempunyai kartu Identitas,” katanya kepada sejumlah wartawan.
Dijelaskan, setelah diintrogasi, 2 perempuan yang terjaring itu mengaku mencari pekerjaan di Pamekasan, dan sudah berada selama dua hari di kota Gerbang Salam. Setelah saya tanyakan, kalau tidak punya identitas cari kerja bisa gak, akhirnya dia sadar,” ulasnya.
Kedua perempuan yang terjaring itu ialah, Ayu Fina Irawati (18) dan Maisaroh, keduanya mengaku sebagai warga Kabupaten Jombang, Sedangkan laki-laki yang sekamar dengan keduanya adalah Abdul Rasid (29) warga Desa Banyubulu Kecamatan Proppo, Pamekasan.
Sedangkan seorang pemuda yang berbeda kamar yaitu Ahmad Junaidi (25), warga Kecamatan Kota Pamekasan. Kedua remaja putri itu mengaku cuma dua hari disini, jadi kita pulangkan tetapi harus membuat pernyataan dulu,” kata Yusuf.
Salah satu perempuan yang terjaring itu Ayu mengatakan, dia ke Pamekasan untuk mencari kerja bukan untuk tujuan lain. Dalam pengakuannya dia mengenal Budi melalui telepon. “Saya kenal dia hanya melalu telepon pak, dan saya kesini hanya untuk mencari kerja,” katanya sambil menutupi wajahnya.
Ia mengaku akan pulang setelah dibebaskan oleh petugas Satpol PP dan kembali kerumahnya, meskipun sudah membayar uang kosan selama satu bulan penuh.
Sementara itu, pemilik kosan tersebut saat razia berlangsung sedang tidak berada ditempat, tetapi apabila kosan tersebut ternyata tidak mempunyai ijin resmi, maka akan ditutup dengan paksa oleh penegak Perda , “kata Yusuf (does)

Read more...

Karapan Sapi Rekeng Piala Presiden / Gubeng Tetap Digelar


Pamekasan | Jatimnet - Setelah sebelumnya penyelenggaraan karapan sapi (Gubeng) piala Presiden dengan menggunakan cara kekerasan terhadap sapi (rekeng) dinyatakan tidak digelar tahun ini karena ada dualisme penyelenggaraan, yaitu kelompok yang pro Rekeng, dan kelompok yang pro terhadap cara pakkopak,
Akhirnya penyelenggaraan karapan Gubeng “rekeng” tersebut diputuskan untuk digelar. Kepastian itu didapat, setelah sejumlah pengerap dari empat Kabupaten Se-Madura, yang mengatas namakan Pecinta Olah raga Karapan Sapi Madura (Porkesam) mendatangi kantor Bakorwil IV Pamekasan. Rabu 30/10 pagi.
Dalam pertemuan itu, diputuskan Gubeng digelar pada tanggal 03 Novenber 2013 mendatang, di lapangan R.Soenarto Pamekasan. Salah satu pejabat dilingkungan Bakorwil IV Pamekasan, Hasan Mursy mengatakan, penyelenggaraan Gubeng tahun 2013 ini harus sukses, sehingga pihaknya menyerahkan kepanitiaan kepada para tokoh dan pengerap dan pihak Bakorwil hanya menyediakan anggarannya.
Pelaksanaan karapan sapi ini, kami pasrahkan kepada kepanitiaan, dan penyelenggaraannya harus sukses,” terangnya dalam forum tersebut.
Dana yang disediakan oleh pihaknya untuk kepanitiaan sebanyak Rp.50 juta, dan dana tersebut harus dipertanggung jawabkan kepada pihaknya.
Kita pasrahkan kepada panitia, kalau dana  kurang ya pinter-pinternya panitia lah untuk mencari dana,”tegasnya.
Ketua panitia penyelenggara Gubeng H.Suparto mengatakan, penyelenggaraan gubeng dengan cara rekeng itu merupakan even tahunan dan telah berlangsung sejak lama bahkan sejak nenek moyang kita,
Madura dikenal di nasional bahkan internasional karena kerapan sapinya, tetapi pihaknya terkejud ketika penyelenggaraan gubeng itu tidak lagi merebutkan piala presiden, tetapi justru diubah menjadi perebutan piala Gubernur.
Nama penyelenggaraannya tetap piala Presiden, meskipun pialanya diubah piala Gubernur,” ulasnya.
Dijelaskan, peserta yang akan ikut dalam gubeng “rekeng” tersebut sebanyak 24 pasang sapi dari empat kabupaten di Madura, masing-masing kabupaten sebanyak 6 pasang hasil sleksi tingkat kabupaten, jelasnya(does)

Read more...

Ditinggal Sholat Motor Dibawa Kabur Mantan Istri


Pamekasan |Jatimnet - Udah Jatuh Ketimpa tangga ini yang dialami  Slamet Riadi (57) warga jalan masjid begandan, Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Kota Pamekasan, melaporkan mantan istri Sirrihnya Sutiah (38), karena membawa kabur sepeda motornya kepada pihak kepolisian. Rabu 30/10 pagi.
Diceritakan, pristiwa itu terjadi dirumahnya pada hari Minggu (27/10/13) sekitar pukul 18.00 WIB, dimana saat itu Sutiah yang sudah diceraikan sejak januari lalu itu,menyuruh Slamet Riadi untuk sholat, tetapi setelah ia sholat, sepeda motornya yang diperkir didepan rumahnya itu dibawa kabur oleh Sutiah. Dia kerumah saya, katanya minta antar, dan menyuruh saya untuk sholat, ketika saya sholat, ternyata sepeda motor saya dibawa lari,” katanya kepada sejumlah wartawan.
Slamet juga menceritakan, dia tidak menyangka mantan istrinya itu tega membawa kabur sepeda motornya jenis Yamaha Mio Nomor Polisi M 6694 AT berwarna merah marun, diduga Sutiah membawa kabur sepedanya itu dengan Andi Totok Dermawan warga Kecamatan Ganding, Kabupaten Probolinggo, yang merupakan selingkuhannya semasa masih menjadi suami istrinya. Mungkin dibawa kabur dengan selingkuhannya itu, orang Probolinggo mas, namanya Andi Totok Dermawan,” terangnya.
Sehingga, sambung Slamet, ia melaporkan peristiwa itu kepada kepolisian dengan nomor laporan: LP/387/X/2013/JATIM/RES PMK, Senin tanggal 28 Oktober 2013. Hari senin kemarin saya sudah lapor ke Polres mas, biar ini diproses secara hukum,” paparnya.
Akibat peristiwa tersebut, seperti yang tertulis dalam tanda bukti laporan yang ditanda tangani oleh Kanit Sentra Pelayanan Kepolsian Polres Pamekasan, AIPTU Sujinarto itu, Slamet Riadi mengalami kerugian sebesar Rp.16.450.000.(does)

Read more...

Pamekasan Tetap Tidak Mandiri Selama 12 Tahun Otoda


Pamekasan | Jatimnet - Setelah 12 tahun Otonomi Daerah (Otoda) berjalan, Kabupaten Pamekasan tetap tidak bisa mandiri, dan masih membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat.
Bupati Pamekasan Achmad Syafii mengatakan, saat ini Kabupaten Pamekasan masih belum sepenuhnya mandiri, sebab masih bergantung pada pemerintah pusat. Saat ini, dari APBD kita yang sudah mencapai Rp.1,2 Triliyun, kemampuan kita hanya 85 M milyar, sedangkan sisanya masih harus disubsidi oleh pusat,” katanya dalam acara seminar dan launching Radar Madura Institute, di Hotel Puteri Pamekasan, selasa 29/10/.
     Bupati juga mengatakan, dalam pelaksanaan otoda tersebut, ada daerah yang sudah bisa menopang kehidupan pemerintahannya, tetapi ada yang yang masih belum, dan masih membutuhkan disubsidi oleh pemerintah pusat. Enam daerah di jawa timur yang masih disubsidi oleh pemerintah pusat, dan separuhnya ada di Pulau Madura, yakni Bangkalan, Sampang dan Pamekasan,” terang Bupati
Sehingga ia akan terus berusaha untuk terus menaikkan PAD dengan terus menggali potensi-potensi yang bisa meningkatkan perekonomian Pamekasan, sehingga PAD Kabupaten pendidikan itu terus meningkat. Tetapi dengan catatan, tidak memberatkan bagi warga Pamekasan,”terangnya.(does)

Read more...

Janji Politik Syafii Terelisasi Tahun 2014


Pamekasan | Jatimnet - Sudah Delapan Bulan Achmad Syafii menjadi Bupati Pamekasan, harapan bagi  Kalangan guru di berbagai lembaga pendidikan di Kabupaten Pamekasan mengharapkan, janji politik bupati Achmad Syafii untuk memberikan tunjangan sebesar upah minimun kabupaten (UMK) bisa terealisasi pada APBD 2014.
Para guru di Pamekasan yakin, Achmad Syafii akan menepati janji politiknya untuk memberikan tunjangan sebesar UMK, sebagaimana telah disampaikan dalam setiap kampanye, saat hendak mencalonkan diri sebagai Bupati Pamekasan.
Janji Achmad Syafii untuk memberikan tunjangan kepada semua guru di Kabupaten Pamekasan mulai dari guru TK hingga Perguruan Tinggi itu, merupakan satu dari tujuh program aksi yang dicanangkan Achmad Syafii, selain peningkatan kualitas pendidikan, kemajuan dibidang pembangunan dan tata kelola pemerintah yang baik tanpa praktik korupsi. Sebelumnya Bupati Achmad Syafii mengatakan, tidak bisa merealisasikan janji politiknya untuk memberikan tunjangan kepada semua guru sebesar upah minimum kabupaten itu, karena saat ini merupakan realisasi dari APBD 2013 yang dicanangkan dari pimpinan sebelumnya.
Ada tujuh program aksi yang dicanangkan Bupati Achmad Syafii dan ketujuh program ini merupakan program utama dan janji politik yang bersangkutan. Ketujuh program itu meliputi
Pertama, pemberian honor kepada GTT sebesar Rp900.000 per bulan, dengan dana siring sebesar 50 persen antara pemkab Pamekasan dengan pemprov Jatim.
Semua guru non-PNS dari berbagai tingkatan pendidikan, yakni mulai TK hingga SMA dan yang sederajat nantinya akan diberi upah sesuai dengan ketentuan UMK.
Kedua, Bupati Pamekasan Achmad Syafii akan mengalokasikan dana Rp300 juta per desa per tahun untuk pembangunan infrastruktur, ekonomi dan sumber daya manusia.
Ketiga, janji menyediakan dana talangan minimal Rp2 miliar per tahun untuk menjamin stabilisasi harga tembakau dan garam petani, sehingga dengan cara seperti itu, harga garam dan tembakau Pamekasan akan tetap terjamin.
Keempat, janji menyediakan dana minimal Rp10 miliar per tahun untuk memperluas akses masyarakat terhadap air bersih melalui pengadaan mobil tangki dan pompa-pompa air di desa-desa yang rawan krisis air bersih.
Kelima, janji mengalokasikan dana Rp25 juta per desa pertahun untuk pengentasan pengangguran dan penciptaan lapangan kerja melalui pembangunan dan pengembangan koperasi syariah.
Program aksi keenam adalah meningkatkan alokasi dana bantuan operasional untuk masjid dan mushalla dan pondok pesantren sebesar dua kali lipat dari anggaran tahun sebelumnya.
Program aksi ketujuh adalah menyediakan dana minimal Rp20 miliar per tahun untuk menjamin ketersediaan dan bantuan pupuk organik, bantuan alat pertanian dan nelayan. (does)

Read more...

Bertemu Tokoh Masyarakat Dan Sporter, AQ Berkampanye



Pamekasan |Jatimnet  - Direktur Persepam Madura United Achsanul Qosasi, meminta untuk dipilih kembali dalam pemilu legislatif pada tanggal 9 April 2014 mendatang, hal itu diungkapkan dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat dan sporter P-MU di pendopo ronggosukowati Pamekasan. Selasa 28/10  malam.
Dalam Pertemuan itu, AQ sapaan akrabnya meminta kepada sporter Persepam untuk memilihnya, karena telah memperjuangkan Persepam hingga menembus 10 besar klasemen akhir kompetis Indonesia Super League (ISL).
Jika saya tidak jadi lagi di 2014, maka saya akan kecewa, sebab saya telah meperjuangkan P-MU,” candanya, usai presntasi akhir dalam pertemuan yang dihadiri oleh pengurus PSSI, KONI, Bupati serta Pejabat Pemkab Pamekasan serta berbagai tokoh dan Sprorter yang hadir dalam acara tersebut.
Lebih lanjut Politisi Partai Demokrat itu mengatakan, ia akan menagih hal itu pada pemilu legislatif mendatang.
Pernyataan tersebut membuat sejumlah sporter kecewa, karena dalam pertemuan itu, dijadikan ajang kampanye oleh AQ.
Saya tidak menyangka dalam pertemuan itu AQ berkampanye, seharusnya itu tidak dilakukan, sebab ini pertemuan olah raga, bukan politik, apalagi kampanye,” keluh salah satu sporter yang enggan disebutkan namanya.(does)

Read more...

Korupsi Raskin, Kades Larangan Slampar Ditahan


Pamekasan | Jatimnet  - Diduga melakukan tindak pidana Korupsi beras miskin (Raskin), kepala Desa (Kades) Larangan Slampar, Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan, Mustahep (36) ditahan oleh penyidik Polres Pamekasan.
Proses penahanan Kades tersebut, bersamaan dengan ditetapkannya sebagai tersangka, diamana ia telah menjalani pemeriksaan untuk kesekian kalinya di unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Pamekasan, akhirnya pada pemeriksaan terakhir itu, ia langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
Menanggapi penahanan Kades tersebut, Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Muh. Nur Amin mengatakan, untuk kepentingan penyidikan, Mustahep akan di tahan selama 20 hari ke depan, dan bisa diperpanjang sesuai kebutuhan penyidik.
Tersangka dikhawatirkan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti, sehingga menghambat proses penyidikan dan kami lakukan penahanan terhadap tersangka, katanya menjelaskan. Selasa 29/10/.
Untuk diketahui, kasus tersebut bermula dari laporan ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) desa tersebut, dalam laporan itu ketua BPD melaporkan bahwa Raskin di desanya hanya didistribusikan tiga kali dalam setahun, dan hal itu telah berlangsung sejak tahun 2010 lalu hingga tahun 2012. Diperkirakan, negara mengalami kerugian hingga mencapai Rp.2,6 milyar dalam kasus tersebut, kata Nur Amin (does)

Read more...

Sabtu, 26 Oktober 2013

Berpilaku Hidup Bersih, pasar tumpah dibiarkan


Pamekasan | Jatimnet - Wakil Bupati Pamekasan Halil mengajak masyarakat Pamekasan berprilaku hidup bersih, akan tetapi pasar tumpah yang menimbulkan bau tak sedap di Jalan Kabupaten Pamekasan terkesan dibiarkan.
Seharusnya kalau mau bersih, tuh jalan kabupaten sangat kumuh, karena dijadikan pasar tumpah dan terkesan dibiarkan,” kata Hanafi salah seorang warga Pamekasan
Tidak hanya Hanafi, warga Pamekasan lainnya juga mengeluhkan kondisi jalan protokol di Kabupaten Pamekasan yang terkesan dibiarkan itu. Apalagi penjual ikan yang ada di pasar tumpah itu mulai melebar hingga memakan sebagian badan jalan.
Ajakan berprilaku hidup bersih dan sehat itu disampaikan Wabup Halil, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) persiapan penilaian Adipura di Kabupaten Pamekasan.
Wakil Bupati Pamekasan Halil mengatakan, sidak itu memang tidak sepenuhnya karena penilaian Adipura, namun juga untuk melihat sejauh mana pencapaian perubahan perilaku masyarakat didalam hidup bersih dan sehat, guna menciptakan suasana lingkungan yang bersih dan sehat terutama di lingkungan masing-masing.
Ini dalam rangka kita melihat pelaksanaan rutinitas kebersihan, sebentar lagi kan ada penilaian tapi tidak karena itu semata, bagaimana aktivitas kebersihan apa berjalan dengan baik apa tidak, saya lihat ada di sebagian tempat yang masih perlu pembinaan, kemudian juga ada di tempat lain memang nampaknya sudah semakin baik, semakin bersih,miming hanya tinggal dijalan kabupaten yang nampaknya masih pembenahan untuk merelokasi pasar tumpah ketempatnya untuk berjualan,   ” katanya kepada wartawan.
Insa Allah dalam waktu dekat dengan dukungan warga setempat pasar tumpah yang ada di Jalan Kabupaten akan direlokasi ketempat untuk berjualan, yaitu pasar Kolpajung, Pasar Gurem dan Pasar 17 Agustus,” ujarnya
Sejauh ini, kata dia, masih ada masyarakat yang belum menyadari akan pentingnya kebersihan, terutama kebersihan saluran air yang dapat menyebabkan terjadinya bencana banjir, seperti meluapnya air akibat tersumbatnya saluran yang disebabkan oleh perilaku sebagian masyarakat yang membuang sampah sembarangan, kedalam saluran air.
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat itu, Pemkab Pamekasan melalui kecamatan, desa dan kelurahanan, akan kembali mengajak masyarakat bersama-sama membudayakan, sekaligus meningkatkan tradisi hidup bersih dan sehat, dimulai dari lingkungan masing-masing, “himbau Wabup
Ketika wawancara dengan wartawan saat sidak itu, Wabup tidak menyinggung sama sekali terkait, keberdaan pasar tumpah berbau tidak sedap di jalan Kabupaten yang sering ia lalui itu, meskipun menimbulkan bau tidak sedap dan menyebabkan arus lalu lintas sering macet.
Kenapa pemkab terkesan tidak berdaya menertibkan pasar tumpah di jalan kabupaten itu. Apa kondisi sembrawut seperti itu memang sudah dianggap bersih,” kata warga lain yang sering melintas di Jalan Kabupaten itu (does)

Read more...

Kasatpol PP : Pasang Alat Peraga Caleg Rata-Rata Melanggar


Pamekasan | Jatimnet - Pemasangan alat peraga kampanye berupa poster,beleho dan lainnya, di sejumlah titik wilayah Pamekasan, Kasatpol PP Pamekasan menilaih, rata-rata pemasangan tersebut melanggar aturan. Pelanggaran tersebut, karena para Calon Legislatiuf (Caleg) masih belum memahami zona yang dilarang maupun zona yang diperbolehkan.
Banyak yang masih belum paham zona, rata-rata mereka melanggar,” kata Masrukin kepada wartawan Jatimnet, di Pos Pantau Monomen Arek Lancor sabtu 25/10 pagi
Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya akan menurunkan seluruh baleho yang melanggar zona-zona terlarang, dan yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Termasuk yang berdiri sendiri itu, seharusnya kan satu paket dengan partainya,” jelasnya.
Tetapi sebelum hal itu dilakukan, sambung Masrukin, pihaknya masih akan berkordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) wilayah itu. Nanti nanti akan adakan kesepakatan dengan partai politik untuk menurunkan baleho-baleho tersebut,” terangnya.
Di Kabupaten Pamekasan, telah banyak terpasang alat peraga kampanye Caleg dari berbagai partai politik, tidak hanya di wilayah perkotaan, tetapi diseluruh kecamatan dan desa, foto-foto caleg dengan berbagai ukuran telah terpasang.
Pemasangan alat peraga tersebut dinilai banyak yang melanggar, dimana spanduk ada yang dipasang membentang diatas jalan raya, ada yang dipasang dengan dipaku kepohon, dipasang diatas jembatan, serta pelanggaran lainnya, “ terangnya (does)

Read more...

Juhariyah Ditetapkan Jadi Tersangka



Rugikan Uang Negara Rp. 1,5 M
Pamekasan | Jatimnet - Juhairiyah, mantan Kasi Mapenda Kemenag Pamekasan, yang kini menjadi tahanan Kejaksanaan Negeri Pamekasan, dalam kasus dugaan korupsi bantuan lembaga pendidikan, terungkap merugikan uang negara hingga Rp1,5 miliar.
Ini berdasarkan hasil penyidikan yang kami lakukan, sebelum yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kasi Pidsus Kejari Pamekasan, Samiadji Zakaria,
Masih Samiadji menuturkan kepada wartawan Kerugian sebenar Rp1,5 miliar ini, atas upaya memperkaya diri dengan menarik pungutan kepada lembaga pendidikan yang menerima bantuan operasional dari pemerintah pusat.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan pasal 2, 3, 11, atau 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang direvisi dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 dan 64 KUHP dengan hukuman penjara diatas lima tahun, “kata Sumiadji
Berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan oleh tim penyidik Kejari Pamekasan itu terungkap bahwa Juhairiyah merupakan pelaku utama dalam kasus dugaan korupsi itu dengan cara memotong bantuan dana pendidikan yang disalurkan pemerintah pusat kepada 98 lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag Pamekasan.
Besaran dana bantuan yang diterima masing-masing lembaga pendidikan bervariasi antara Rp50 juta hingga Rp95 juta. Untuk sekolah yang tergolong mengalami rusak berat, besaran bantuan rehabilitasi pembangunan yang diterima Rp95 juta, rusak sedang Rp80 juta dan rusak ringan Rp50 juta.
Dari berbagai lembaga penerima bantuan inilah, tersangka Juhairiyah meminta setoran uang dengan jumlah bervariatif, “ menurut kasi pidsus
Masih Sumiadji menuturkan kepada wartawan Untuk lembaga penerima bantuan dengan kategori rusak berat atau penerima bantuan Rp95 juta, perempuan ini meminta setoran Rp23.750.000.
Sementara itu, untuk kategori rusak sedang, yakni menerima dana bantuan Rp80 juta, ia meminta setoran Rp20 juta, sedangkan untuk karegori lembaga penerima bantuan dengan rusak ringan atau lembaga penerima bantuan Rp50 juta, Juhairiyah meminta setoran sebesar Rp12,5 juta, “ kata Sumiadji Kasi Pidsus Kejari Pamekasan(Does)

Read more...

Jumat, 25 Oktober 2013

KPDT Expo 2013 Bangkalan Jadi Tuan Rumah

Read more...

Korupsi Beras Raskin Kades Tanjung Ditahan




Pamekasan | Jatimnet -  Kepala Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan Urip, ditahan tim penyidik Kejaksaan Negeri, karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi bantuan beras bagi warga miskin (raskin).
Urip ditahan setelah Kejari memeriksa kepada 15 orang saksi, dan berdasarkan bukti-bukti yang dikulpulkan tim penyidik, kepala desa ini memang terbukti menggelapkan hak warga miskin yang merupakan warganya sendiri.
Kasi Intel Kejari Pamekasan Firmansyah menuturkan kepada wartawan mengatakan, kasus korupsi yang dilakukan Urip itu terjadi pada tahun 2012 kemarin. Selama 20 hari ke depan, sambil menunggu proses persidangan, Urip dititipkan di Lapas Pamekasan karena dikhawatirkan melarikan diri, atau menghilangkan barang bukti, atau mengulangi perbuatannya.
Dari keterangan para saksi, jatah raskin yang seharusnya diberikan secara utuh 15 kilogram untuk masing-masing rumah tangga sasaran (RTS), ternyata dipotong untuk kepentingan pribadi, “ kata firmansyah
Pagu Raskin di Desa Tanjung sejak 2010 sampai pertengahan 2012 lalu sebanyak 789 sak atau 11,8 ton per bulan. Beras itu akan diberikan kepada RTS di 10 dusun di desa itu.
Dari pagu itu Urip tidak menyalurkan semuanya. Sabab, dari pagu raskin yang sudah ada itu, hanya sebagian saja yakni hanya 75 sak per dusun,kata Firmansyah Kasi Intel Kejari Pamekasan (Does)

Read more...

Kamis, 24 Oktober 2013

Trotoar Dijadikan Pasar Ikan Di Biarkan Oleh Pemkab


Pamekasan |Jatimnet - Pemerintah Kabupaten Pamekasan, nampaknya sengaja membiarkan trotoar jalan protokol, yakni di Jalan Kabupaten Pamekasan sebagai pasar ikan. Buktinya, hingga kini pemkab tetap membiarkan adanya pasar tumpah di jalan menuju pendopo bupati ini dan tidak ada upaya untuk melakukan relokasi ke tempat yang lebih baik.
Akibat kebijakan ini, jalan protokol menjadi sembrawut, pusat kota berbau ikan, sejak perempatan pegadaian hingga perempatan SMK Negeri 3 Pamekasan, bahkan kemacetan arus lalu lintas sering terjadi.
Kalau tidak disengaja akan dijadikan pasar kenapa dibiarkan trotoar dijadiakan pasar tumpah, yang hanya memperjelek tata kota kalau kayak itu kapan mendapatkan piala Adipura kalau kotanya kayak itu kotor. mestinya direlokasi ke tempat yang semestinya pasar, bukan dibiarkan berjualan di pinggir jalan seperti itu,” kata Ismail salah seorang warga Pamekasan.
Bupati Achmad Syafii sendiri sebenarnya sudah pernah melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan telah mengetahui secara langsung kondisi jalan protokol yang kian sembrawut akibat adanya pasar tumpah di Jalan kabupaten Pamekasan.
Akan tetapi, pimpinan pemkab Pamekasan ini, nampaknya kurang mengindahkan, bahkan terkesan setuju dengan keberadaan pasar tumpah di pusat kota itu.
Saat berdialog dengan penjual ikan belum lama ini, Achmad Syafii menyatakan, dirinya memang sengaja memberi sebagian trotoar jalan untuk ditempati berjualan.  Sampean kan sudah saya kasih separuh trotoar jalan ini untuk berjualan kok masih minta uang,” jawab bupati Achmad Syafii ketika itu, saat ada seorang pedagang ikan berguyon meminta uang kepada bupati. (does)

Read more...

Selasa, 22 Oktober 2013

Warga Datangi Polsek desak pelaku pencuri Hewan


Pamekasan | Jatimnet - Peristiwa pencurian hewan (Curwan), yang terjadi di Dusun Konkokon, Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, membuat warga Desa tersebut, menggelar aksi unjuk ras ke Kantor Polsek Kadur, mendesak ditangkapnya pelaku Curwan tersebut. Senin 21/10 siang.
Aksi tersebut dipicu maraknya Curwan dan pelakunya tidak pernah ditangkap oleh pihak kepolisian wilayah itu. Yang terbaru, pada senin 21/10 pagi, sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, aksi Curwan juga terjadi di Desa tersebut, dua sapi milik Armuji (40), hampir dibawa oleh pencuri, tetapi kemudian ditinggalkan begitu saja, tetapi tangan Armuji remuk dan hampir putus terkena Bondet (Bom Tradisional) yang dilemparkan oleh pelaku Curwan kepada Armuji. Warga mendatangi Polsek Kadur dengan mengendarai mobil bak terbuka, serta mengendarai sepeda motor, bahkan warga membawa sapi ke Kantor Polesek tersebut.
Salah satu warga yang ikut dalam aksi itu Asmoro mengatakan, ia meminta pihak kepolisian setempat untuk segera menangkap pelaku Curwan di desanya, sebab seudah meresahkan masyarakat yang setiap malam tidak tidur karena menjaga ternaknya. Segera tangkap pencuri sapi itu, jangan biarkan berkeliaran dan terus melakukan pencurian di Desa kami,” kata Asmoro.
Desakan tersebut dilakukan karena pihak kepolisian sudah mengantongi handphone serta kartu milik pelaku Curwan yang tertinggal di kandang sapi. Pelakunya kan sudah jelas, sebab handphone dan kartunya sudah ada di Polisi,” teriaknya.
Asmoro juga mengatakan, meskipun handphonenya sudah dalam kondisi hancur karena terkena Bondet, tetapi kartunya masih bisa digunakan, sehingga polisi bisa tahu siapa pelakunya.
Menanggapi hal itu, Kapolsek Kadur AKP Sakrani saat menemui warga mengatakan, pihaknya saat ini masih belum melakukan penangkapan terhadap pelaku, sebab kartu HP milik pelaku Curwan itu masih diserahkan pada salah satu provider untuk mengetahui isi pesan dan perbincangannya. Yang jelas, pelakunya akan kami tangkap,” Kata Sakrani.
Warga semakin emosi setelah Kapolsek tidak bisa memberikan kepastian kapan pencuri sapi itu akan ditangkap, dan warga meminta dan mendesak Kapolsek untuk memberikan kepastian itu. Menanggapi desakan itu, Kapolsek berjanji tidak kurang dari satu bulan pelaku Curwan itu akan ditangkap dan masih koordinasi dengan polres pamekasan“, kata Sakrani pada warga karena didesak.
Berdasarkan pantauan Jatimnet, sempat terjadi aksi saling dorong antar petugas kepolisian dengan warga yang mendesak masuk ke halaman kantor Polsek, tetapi aksi tersebut tidak berlangsung lama, setelah amarah warga berhasil diredam oleh pihak Kepolisian setempat.(does)


Read more...

Senjata makan tuan Pelempar Bondet Juga Terkena Bondet


Pamekasan | Jatimnet - Pelaku Pencurian Hewan (Curwan) pelempar Bondet (Bom Tradisional) kepada pemilik sapi, di Dusun Konkon, Desa Kertagena Tenga, Kecamatan Kadur Pamekasan, juga terluka diduga karena terkena Bondet yang dilemparnya.
Dalam peristiwa itu, pelaku Curwan melemparkan Bondet kepada seorang pemilik sapi Armuji (40), saat memergoki pencuri di dalam kandangnya dan mau membawa kabur kedua sapi miliknya.
Saat bondet itu meledak, tidak hanya Armuji yang menjadi korban, dimana tangan Armuji hancur hampir putus dan harus menjalani operasi di RS,Slamet Martodirdjo Pamekasan. Tetapi pelaku diduga juga terluka akibat Bondet tersebut.
Kapolsek Kadur AKP Sya’rani mengatakan, ada bercak darah di sejumlah pepohonan di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan bercak darah tersebut diduga darah pelaku curwan yang berhasil melarikan diri.
Kayu yang ada bercak darahnya itu sudah kita amankan di Mapolsek Kadur,” Katanya menjelaskan, saat menemui ratusan warga Desa Kertagena Tengah, dalam aksi mendesak ditangkapnya pelaku Curwan, di halaman kantor Mapolsek Kadur. Senin 21/10/ siang.
Selain mengaman kayu yang ada bercak darahnya itu, pihak kepolisian juga berhasil mengamankan HP beserta kartu yang diduga milik pelaku, dan kartu tersebut masih akan diserahkan pada salah satu provider untuk mengetahui isi pesan dan perbincangannya. Yang jelas pelaku akan segera kami tangkap,”pungkasnya.
Salah satu adik korban, As’adi menceritakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB, bermula dari kecurigaan sang kakak yang mendengar bunyi mencurigakan dari dalam kandang sapinya, setelah dihampiri ternyata didalam kandang sapi itu sudah ada pelaku curwan yang langsung melempar dengan bondet.
Kakak saya kan biasa tidur diteras rumah, kemudian dia mendengar bunyi mencurigakan dari dalam kandang, kakak lalu mengambil senter dan menuju ke kandang, setelah tiba disana ternyata didalam kandang sudah ada orang, dan langsung melemparkan bondet ke kakak saya,” katanya kepada Jatimnet
As’adi juga menuturkan, kakaknya mempunyai dua sapi, yaitu sapi jenis limosin dan satu lagi sapi lokal. pelaku sudah berhasil mengeluarkan 1 sapi limosin milik kakaknya itu, tetapi saat hendak meu mengambil sapi yang satunya lagi, pelaku Curwan itu kepergok oleh kakaknya.
Setelah melempar bondet, maling itu langsung kabur mas, dan sapi yang sudah berhasil dikelurkan dari kandangnya itu ditinggal begitu saja oleh pelaku,”terangnya.
Akibat lemparan bondet itu, tangan kanan Armuji hancur, wajah sebelah kanan serta bagian dadanya juga terluka parah. Tangan kakak saya hancur mas, bagian wajah dan hidung kanannya juga ikut terluka,” ulas As’adi.
Setelah peristiwa itu, Armuji langsung dibawa ke Rumah sakit Pamekasan, untuk mendapatkan perawatan intensif dan harus menjalani serangkaian operasi dibagian tangannya.
Ia berharap, agar pelaku Curwan yang telah melempar Bondet kepada kakaknya itu segera ditangkap, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, dan peristiwa pencurian hewan di Desa kami sudah sering terjadi, dan tidak pernah ada pelaku yang tertangkap oleh pihak Kepolisian,”ulas As’adi (does)

Read more...

Di Tanggapi Positif Perekrutan Relawan Demokrasi oleh Legislator bangkalan


Bangkalan | Jatimnet - Perekrutan Relawan Demokrasi oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bangkalan, dengan tujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat pada pemilu legislatif maupun presiden 2014, mendapatkan respon positif dari anggota DPRD wilayah itu. Sekretaris Komisi A DPRD Bangkalan,
Siti Fathanah Rachmaniyah mengatakan, program tersebut sangatlah baik, sebab hal itu dilakukan untuk menekan angka golput pada penyelenggaraan Pemilu Legislatif (Pileg) serta Pemilu Presiden (Pilpres) tahun 2014 mendatang.
Seperti yang telah kita ketahui, masyarakat masih ada yang belum mengerti dan tahu bahwa di tahun 2014 akan ada pesta rakyat Indonesia (Pemilu), terutama masyarakat dilapisan bawah, sehingga penting program itu dilakukan,” katanya melalui pesan Blackberry Messengernya.selasa (22/10/13) siang.
Politisi Partai Hanura yang saat ini menjadi Caleg DPR RI dari Dapil Jatim XI (Madura) nomor urut 8 itu, juga mengatakan, program tersebut merupakan program KPU pusat, dan memang harus dilaksanakn oleh KPUD seluruh Indonesia, termasuk oleh KPUD Bangkalan. Program ini harus dilaksanakan dengan baik, dan memaksimalkan waktu yang ada, sehingga angka golput benar-benar menurun,”terangnya.
Sehingga ia berharap, perekrutan relawan demokrasi itu dilakukan dengan sebaik-baiknya, serta mencari orang-orang terbaik, agar petugas yang direkrut nantinya mampu menjalankan tugasnya dengan baik.
Bahkan ia mengajak semua pihak untuk mendukung kesuksesan program tersebut, mengingat angka golput di wilyah itu masih tergolong tinggi.
Sebelumnya, Ketua KPUD Bangkalan, Fauzan Jakfar mengatakan rekrutmen dan pembentukan relawan demokrasi itu, dilakukan oleh pihaknya berdasarkan surat edaran KPU pusat.
Dengan tujuan untuk membantu mensosilisasikan semua tahapan Pemilu, dan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pileg maupun Pilpres mendatang. Kita akan merekrut relawan demokrasi, yang nantinya akan membantu mensosialisasikan semua tahapan pemilu,” katanya menjelaskan.
Dijelaskan, Persyaratan untuk menjadi anggota relawan demokrasi itu ialah, berumur 17 tahun, bukan pengurus partai politik, dan terdaftar sebagai pemilih serta memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik.(does)

Read more...

Bangkalan Ngerap Tanpa Kekerasan


Bangkalan | Jatimnet - Meski bukan kabupaten yang menerapkan syariat Islam sebagaimana Pamekasan yang terkenal sebagai kota Gerbang Salam, pemkab Bangkalan, dengan tegas menolak karapan sapi dengan kekerasan dan menggelar karapan sapi tanpa penyiksaan dengan istilah pakkopak.
Kabupaten Bangkalan sendiri bukanlah kabupaten yang mendeklarasikan diri sebagai kabupaten yang menerapkan syariat Islam sebagaimana kabupaten Pamekasan melalui program gerakan pembangunan masyarakat Islami (Gerbang Salam).
Kami menolak karapan sapi dengan cara kekerasan itu, karena disamping memang tidak Islami, juga cara-cara kekerasan seperti itu, menyimpang dari pakem asli karapan sapi di Madura,” kata Wakil Bupati Bangkalan Mondir A Rofii.
Karapan sapi tanpa kekerasan yang digelar pemkab Bangkalan itu di lapangan RP Moh Noer Bangkalan. Pada ajang karapan sapi itu, sebanyak 30 pasangan sapi karapan bersaing menjadi yang tercepat, memperebutkan sejumlah hadiah yang disediakan pemkab Bangkalan.
Dalam karapan sapi yang digelar pemkab Bangkalan ini, para pemilik sapi tidak diperbolehkan membacok pantat sapi dengan paku, atau yang disebut rekeng oleh para pengerap serta, juga tidak diperbolehkan mengoleskan balsan pada mata sapi, dan mengoleskan cabai pada dubur sapi, seperti yang biasa dipraktikkan oleh para pemilik sapi karapan di Kabupaten Gerbang Salam di Pamekasan.
Di Pamekasan meski kabupaten ini telah menyatakan sebagai kabupatan yang menerapkan syariat Islam melalui program Gerbang Salam, akan tetapi pemkab setempat tidak bersedia menggelar karapan sapi tanpa kekerasan, Pemkab sendiri bahkan terkesan lemah dan lepas tangan, serta suaranya juga sumbang.
Pemimpin lembaga penting di Pamekasan baik eksekutif, maupun legislatif, terkesan takut mengambil keputusan atau kebijakan tegas menolak karapan sapi dengan kekerasan, sehingga tidak bersedia menggelar karapan sapi tanpa kekerasan sebagaimana pemkab Bangkalan yang tidak menerapkan syariat Islam, dengan tegas menolak Kerapan sapi dengan kekerasan (does)

Read more...

Minggu, 20 Oktober 2013

Kepala Bakorwil: Dualisme Karapan Sapi Karena MUI


Pamekasan | Jatimnet - Kepala Bakorwil IV Pamekasan Eddy Santoso mengatakan, adanya dualisme karapan sapi di Madura, antara kekerasan dan tanpa kekerasan, karena Majelis Ulama Indonesia (MUI). Karena Majelis Ulamalah yang mendesak kami agar tidak melaksanakan karapan sapi dengan menggunakan kekerasan,” kata Eddy Santoso kepada wartawan di Pamekasan,.
Eddy menyatakan hal ini, menanggapi tindak lanjut pelaksanaan karapan sapi yang memperebutkan Piala Bergilir Presiden RI yang kini dibekukan karena terdapat dua versi. Jika tidak ada desakan dari MUI, pihaknya yakin karapan sapi yang memperebutkan Piala Bergilir Presiden RI tahun ini tidak akan dibekukan.
Ia juga menjelaskan, pada awal Oktober 2013, kedua kelompok pengerap baik yang menggunakan kekerasan atau “rekeng” maupun yang tidak menggunakan kekerasan sudah dipertemukan dengan Gubernur Jatim Soekarwo di Gedung Grahadi Surabaya.
Saat itu, kedua kelompok itu sama-sama menginginkan pelaksanaan karapan sapi memperebutkan Piala Bergilir Presiden RI tetap digelar begitulah kalau sudah kebudayaan masuk ke rana politik semua mempertahankan idialismenya masing-masing . Aspirasi itu  telah disampaikan kepada Presiden, akan tetapi hingga kini belum ada keputusan lebih lanjut.“ kata Eddy (does)

Read more...

Marak Saweran Di Kontes Sapi Sonok


Pamekasan | Jatimnet  - Dalam kontes Sapi sonok yang digelar oleh Bakorwil IV Pamekasan di Stadion R.Soenarto Pamekasan, ada tradisi saweran kepada penari yang ikut mengarak sapi sonok menuju arena kontes. Sabtu (19/10/13) pagi.
Sambil berjoget dengan diiringi musik saronen (musik tradisonal Madura), penari yang berada di belakang sape sonok yang sedang diarak itu, disawer oleh pemilik sapi atau bahkan penonton juga bisa ikut menyawer pada penari-penari tersebut.
Salah satu penari Maya biasa ia dipanggil mengatakan, dalam kontes sapi sonok itu ia menari mengikuti langkah sapi dan iringan musik yang mewarnai kontes tersebut, ia juga mengaku bisa mendapatkan uang sekitar Rp.500 ribu hingga Rp. 2 juta dalam setiap kontes sapi sonok yang diikutinya itu. Saya biasanya mendaptkan uang Rp.500 ribu mas, bahkan bisa mendapatkan uang Rp.2 juta,” katanya.
Para penari cantik itu, biasanya diajak oleh pemilik sapi untuk mengirinya sapi yang ikut dalam kontes sapi sonok tersebut, tetapi setelah sapi juragannya selesai ia juga bisa mengikuti pemilik sapi lainnya.
Pengunjung memberikan saweran bervariasi, mulai dari Rp.2 ribu, Rp.5 ribu, hingga Rp.10 ribu. Salah satu pengunjung yang memberikan saweran saat itu Salim mengatakan, ia sengaja memberikan saweran kepada penari itu karena kagum terhadap tariannya.Tariannya bagus mas, apalagi sapi yang diarak juga bagus, makanya saya nyawer,” katanya.
Dalam kontes sapi sonok itu, tidak hanya Maya yang mengais rejeki dengan menjadi penari, tetapi masih banyak penari-penari lainnya dari berbagai wilayah di Madura, bahkan berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh Jatimnet, banyak penari yang didatangkan oleh pemilik sapi dari luar pulau Madura, termasuk dari Surabaya.(does)

Read more...

Penari Bercelana Pendek di Festival Sapi Sonok Jadi Perhatian


Pamekasan | Jatimnet - Seorang penari dengan pakaian ketat dan hanya mengenakan celana pendek pada festival sapi Sonok di Pamekasan, Sabtu (19/10) sempat menjadi pusat perhatian semua warga.
Selain terlihat berbeda dengan penari pada umumnya, penari yang satu ini juga terkesan lebih berani dan tidak segan-segan mau diremas-remas pada bagian tubuhnya oleh para penari laki-laki.
Panitia pelaksana festival sapi sonok sempat menegur penari yang memakai selandang berwarna pelangi ini, karena penampilannya dianggap tidak patut dan melanggar ketentuan yang memang telah ditetapkan panitia. Kami mohon penari yang hanya bercelana pendek tadi itu, jangan masuk lagi ke gelanggang ini, karena panitia melarang,” kata Ketua Dewan Juri Sapi Sonok ketika itu, Haji Zainuddin.
Penari dengan celana pendek ini, memang terlihat berbeda dengan penari sinden pada umumnya yang santun dan bisa menembang. Banyak penonton yang menyaksikan festival sapi sonok itu menilai, penari itu bukan dari Madura, akan tetapi diduga memang mendatangkan dari Surabaya. (does)

Read more...

Acara Semalam di Madura Dipangkas Tinggal Dua Jam Madura


Pamekasan | Jatimnet  - Acara gelar pesona budaya yang dikemas dalam kegiatan Semalan di Madura yang digelar pemkab Pamekasan hanya berlangsung dua jam. Kegiatan kolosal ini tidak sesuai dengan namanya, dan terkesan hanya sebatas tontonan kalangan pejabat pemkab dan kelompok masyarakat tertentu saja, karena lokasinya tertutup, yakni di depan pendopo Bupati Pamekasan.
Masyarakat yang menonton pertunjukan ini juga tidak terlalu ramai, bahkan penonton dan para undangan banyak yang pulang sebelum acara selesai
Rombongan Bupati tiba dilapangan Pendopo dengan iringan music Hadrah, layaknya rombongan penganten. Bupati Pamekasan Achmad Syafii membuka acara itu.
Dalam sambutannya menyatakan, kegiatan itu sebenarnya merupakan kegiatan rutin tahunan dengan untuk melestarikan budaya Madura, serta sebagai ajang promosi wisata budaya. Kegiatan seperti kami harapkan juga bisa menopang perekonomian masyarakat di Pamekasan ini,” kata Syafii.
Tari Songson Senum, yakni tari asal Pamekasan binaan Suparman, mengawali gelar pesona budaya Madura itu, sebelum bupati Achmad Syafii menyampaikan sambutan. Selanjutnya tari modern yang dikolaborasi dengan gerakan etnik Madura.
Lalu tari Gemantakah, yakni tari yang melambangkan pemujaan dilanjutkan dengan peragaan busana batik yang dipadu dengan lagu Paseser Jumiang. Sedangkan sangar seni dari kabupaten Sumenep menampilkan tari Ghembhang Paseser, disusul tari Banyu Orep, dari Sampang, lalu diselingi tari Lengleng Tarebung, yang diperagakan pemuda dan pemudi Pamekasan.
Ini bukan semalam di Madura namanya, tapi dua jam di Pamekasan. Kalau seperti ini kan hanya menghabiskan anggaran saja, wong tidak dipromosikan ke daerah-daerah lain,” kata salah seorang penonton pada acara itu. (does)

Read more...

Intensitas Pencurian Meningkat, Polisi Terus Gelar Razia


Pamekasan | Jatimnet - Petugas Kepolisian Melakukan Olah TKP di Toko yang dibobol, di Jalan Bahagia 41 Pamekasan Meningkatnya angka kriminalitas dan pencurian di sejumlah toko di Kabupaten Pamekasan membuat pihak kepolisian terus melakukan razia guna mempersepit ruang gerak pelaku.
Kapolres Pamekasan AKBP Nanang Chadarusman menuturkan, pihaknya saat ini terus melakukan upaya untuk mengungkap dan menangkap pelaku pencurian yang merasahkan masyarakat di Kabupaten Pamekasan itu. Kami maksimalkan antara patroli Sabhara Polres dan Polsek secara berkesinambungan melaksanakan patroli sampai pagi hari,” katanya kepada wartawan, sabtu (19/10/13) malam.
Dijelaskan, hal itu dilakukan karena pelaku melakukan aksinya diatas pukul 02.00 WIB dini hari, sehingga anggotanya diterjunkan untuk patroli di berbagai tempat terutama di daerah-daerah rawan. Kita akan terus patroli, utamanya di daerah-daerah rawan yaitu pemukiman, daerah pertokoan dan perbatasan antar kabupaten,” ulasnya.
Selain itu, pihaknya juga meminta kerja sama dari masyarakat agar memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila menemukan tindakan-tindakan mencurigakan di sekelilingnya melalui kring Reserse yang telah dipersiapkan oleh pihaknya.
Lebih lanjut Kapolres menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan terhadap kasus-kasus pencurian dan bembobolan yang terjadi di wilayah hukum Kabupaten Pamekasan.
Berdasarkan data Jatimnet, pembobolan toko kerap terjadi di kota Gerbang Salam itu dalam beberapa bulan terkahir, diantaranya pembobolan toko sepatu dan sandal di jalan Jokotole, pembobolan toko di pasar sore baru, pembobolan 6 counter di Parteker Trade Centre (PTC). Dan terkahir sebuah toko peracangan di jalan bahagia juga menjadi korban pembobolan.(does)

Read more...

Sabtu, 19 Oktober 2013

Rumah Tiga Janda Hangus Terbakar


Pamekasan | Jatimnet - Rumah tiga janda yaitu Baisunah (75), Siti Rokaiyah (40) dan Samiah (35) warga Dusun Larangan Timur, Desa Larangan Slampar, Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan hangus terbakar. Jumat (18/10) siang.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB itu, membuat seluruh bagian rumah hangus hingga rata dengan tanah, sejumlah barang dan perabotan rumah tangga, termasuk 10 sak beras juga ikut hangus.
Salah satu warga safraji mengatakan, warga yang membantu untuk memadamkan api, hanya menggunakan peralatan seadanya, yaitu menggunakan ember, dan barang-barang lainnya untuk mengangkut air dan disiramkan kerumah yang terbakar itu, tetapi api tidak kunjung padam malah merajarela dikarenakan angin sangat kencang. Meskipun disiram, tetapi tetap tidak padam mas, malah apinya makin membesar,” katanya.
Membesarnya api hingga menghanguskan rumah yang letaknya berdampingan milik janda yang berprofesi sebagai petani itu, disebabkan kencangnya agin, apalagi hampir sebagian rumah itu terbuat dari gedek, dan menggunakan bambu, sehingga sijago merah tidak bisa dijinakkan.
Selain menghanguskan seluruh isi rumah, emas sebanyak 20 gram serta uang Rp.5 juta hasil penjualan sapi, juga ikut hangus terbakar.(does)

Read more...

Kepulangan Jamaah Haji Sampang Akan Dipusatkan di Dua Lakosi


Sampang | Jatimnet -Kepulangan jamaah Haji asal Kabupaten Sampang pada tanggal 5 November mendatang, yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 33 dan 34 akan dipusakan di dua lokasi. Kedua lokasi itu akan mencakup dua wilayah, yaitu wilayah selatan dan wilayah utara Kabupaten Sampang.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sampang Achmad Mudjalli mengatakan, dua lokasi itu yakni lapangan wijaya Kusuma Sampang dan Lapangan di Kecamatan Ketapang. Nantinya akan ada dua titik penyambutan, yang pertama di alun-alun Sampang dan di Kecamatan Ketapang,” katanya kepada sejumlah wartawan.  habis melaksanakan Sholat Jum’at 18/10.
Dijelaskan, dipilihnya lapangan wijaya kusuma Sampang, untuk menampung jamaah haji di wilayah selatan Kabupaten Sampang, sedangkan dipilihnya lapangan Kecamatan Ketapang untuk menampung jamaah haji asal wilayah utara kabupaten tersebut. Mudjalli juga menjelaskan, pada tanggal 5 November itu,
Jamaah haji yang tergabung dalam kloter 33 akan tiba di bandara internasional juanda sekitar pukul 09.00 WIB. Untuk kloter 34 akan tiba satu jam setelahnya yakni pukul 10.00 WIB,”terangnya.
Ia juga mengbimbau kepada para jemaah haji untuk mematuhi ketentuan yang ada, demi kelancaran penyambutan dan pemulangan jamaah haji di wilayah itu.(does)

Read more...

Hendak Tangkap Pelaku Pencurian, Anggota Polisi Dibacok


Sumenep |Jatimnet - Anggota kepolisian dari satuan Reserse dan Kriminal Polres Sumenep, dibacok saat melakukan penangkapan terhadap pelaku pencurian dan kekerasan (Curas) di wilayah Kecamatan Manding.
Anggota polisi yang menjadi korban pembacokan itu ialah Iptu I Gede Pranata Wiguna yang saat ini menjabat sebagai KBO Reskrim Polres Sumenep
Wakapolres Sumenep Kompol Suhiono mengatakan, pembacokan itu terjadi saat anggota hendak melakukan penangkapan terhadap pelaku pencurian dengan kekerasan,
Tetapi saat hendak ditangkap pelaku justru melakukan perlawanan dan membacok salah satu anggotanya itu. Saat hendak ditangkap, pelaku justru nekat melawan dan membacok anggota kami,” katanya menjelaskan.
Dijelaskan, saat ini jajarannya tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku, dan wakapolres meminta agar pelaku menyerahkan diri. Kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku, saya harap pelaku segera menyerahkan diri,” tegasnya.
Akibat pembacokan tersebut, korban mengalami luka serius dibagian lengan kirinya, sebab pelaku membacok dengan menggunkan senjata tajam. Dan korban langsung dilarikan ke rumah sakit ke RSUD Moh Anwar Sumenep untuk mendapatkan perawatan intensif. Setelah mendapatkan perawatan di RSUD tersebut, akhirnya korban dibawa ke rumah sakit di Surabaya.(does)

Read more...

Jumat, 18 Oktober 2013

Masyarakat Cinta Keadilan Bukan Penindasan


Pamekasan | Jatimnet - Tingginya animo masyarakat terhadap pelayananan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)dr. H Slamet Martodirjo Kabupaten Pamekasan yang dirasa berpihak kepada pasien dan menjadi lebih baik.
Ternyata berbanding terbalik (kontradiksi) dengan realita yang ada ,haln tersebut bisa kita rasakan selama ini dimana telah terjadi fenomina yang tidak menyenangkan dan terasa tidak pantas hal tersebut terjadi dalam sebuah Rumah sakit Umum daerah (RSUD) yang notabene sebagai rumah sakit Kabupaten dan Rumah Sakit Rujukan Di Madura, dengan korban Rakyat /masyarakat Pamekasan itu sendiri.
Peraturan atau kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pihak Management RSUD Pamekasan, dimana pengunjung dan penunggu pasien yang tidak boleh melebihi 1 (satu) orang merupakan peraturan atau kebijakan yang sangat bertolak belakang dengan kultur masyarakat Pamekasan khususnya masyarakat Madura pada umumnya dan bertolak belakang dengan prinsip Gerbang Salam yang selama ini dijunjung tinggi dan dihormati oleh para Stack Holders Pemerintah Kabupaten Pamekasan.
Eksen negatifnya beberapa hari yang lalu telah terjadi meninggalnya pasien RSUD dr. H Slamet Martodirjo dengan dilarangnya orang tua maupun saudara dari pasien tersebut untuk berada disamping pasien tersebut untuk bisa menyaksikan bahkan mendo’akan pasien bersangkutan mendekakati ajal (sakaratul maut).
Hal tersebut merupakan perturan atau kebijakan yang tidak manusiawi, memangkas prinsip Persaudaraan dan silaturrahmi dalam hal menjenguk orang sakit sungguh demikian hal tersebut sangatlah bertentangan dengan Prinsip social kemanusiaan dan prinsip ajaran Agama.
Dalam hal tersebut mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pamekasan Perduli Sehat (AMPAS) melakukan Demo jum’at 18/10 didepan RSUD dr H Slamet Martodirjo dalam demo tersebut pihak keamanan dari ke Polisian tidak tampak dilokasi tersebut,yang mengakibatkan kemacetan yang panjang disepanjang jalan pamekasan sampang kemana pihak Kepolisian kok demo dibiarkan menganggu penguna jalan.
Menurut Korlap Aksi Zainal waktu wawancarai oleh wartawan jatimnet mengatakan bahwa Peratuaran tersebut merupakan bagian prinsip pelayanan yang optimal.
“Kami anggap itu semua hanyalah Alibi dan praktek yang tidak berpihakkepada pasien pada khusunya dan rakyat pada umumnya”Ujar Zaenal.
“Belum lagi kurangnya fasilitas yang ada, seperti npenyediaan air bersih para keluarga Pasien dan pengunjung, ruang tunggu keluarga pasien yang tidak ada, kamar pasien yang terasa pengap dan panas (tidak layak bagi orang sakit)” Sambungnya.
“Sedangkan birokrasi administrasi yang ruwet untuk pasien Jamkesmas/jamkesda, semua adalah bukti bahwa RSUD dr. H Slamet Martodirjo masih belum memberikan kepercayaan (Trust) kesemua lapisan masyarakat Pamekasan pada khusunya Madura umumnya “ ujar Zaenal dengan lantang sekali.
“Kami atas nama Ampas menuntut Direktur RSUD beserta manajemen harus bertanggung jawab kepada keluarga pasien yang meninggal beberapa hari yang lalu, menghapus peraturan atau kebijakan tidak pro pasien, optimalisasi yang professional dan tidak kapitalis, penuhi fasilitas yang sampai saat ini tidak ada,jangan diskriminasikan pasien Jamkesmas dan Jamkesda mereka juga manusia” teriakan Zaenal dengan lantang (Does)

Read more...

Pembobolan Toko Terjadi Lagi di Kota Gerbang Salam


Pamekasan | Jatimnet - Terkait Pembobolan toko pracangan di Jalan Bahagia toko milik Marhatul Mahmudah tepat depan SMPN 3 Pamekasan. Kapolsek Kota Pamekasan mengatakan, sebelumnya ada mobil berwarna silver yang mondar-mandir di depan toko tersebut.
Berdasarkan informasi dari warga, sebelum peristiwa pembobolan terjadi, ada mobil Avanza berwarna silver yang mondar-mandir,” kata Kapolsek Kota Pamekasan IPTU Dwi Yatmoko, kepada sejumlah wartawan, jumat (18/10/13) pagi.
Dijelaskan, dalam pembobolan itu sejumlah barang berhasil dibawa kabur oleh pelaku, yaitu berupa uang sekitar Rp.12 juta beras 8 karung serta rokok puluhan slop.Kami akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut,” terangnya.
Ia juga mengatakan, peristiwa pembobolan dan pencurian itu merupak peristiwa kedua dalam sepekan, setelah sebelumnya pembobolan juga terjadi di pusat counter HP, sebanyak 6 counter di Parteker Trade Center (PTC) dikuras isinya, diperkirakan kerugian dalam pencurian counter itu sekitar Rp.150 juta.(Does)

Read more...

Kamis, 17 Oktober 2013

Pembangunan Sport Center Pamekasan

Membutuhkan Tambahan Dana Rp.108 M
 

Pamekasan | Jatimnet  - Untuk pembangunan stadion yang ideal dan bertaraf nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan masih membutuhkan dana tambahan sekitar Rp.108 Milyar.
Hal itu diungkapkan oleh Kadisporabud Kabupaten Pamekasan Jhon Yulianto, menurutnya, pembangunan mega proyek stadion di Kabupaten Pamekasan itu masih membutuhkan dana yang sangat besar, bahkan dari dana yang sudah ada skitar Rp, 27,5 M diperkirakan masih harus ada tambahan dana sekitar Rp.108 milyar, bahkan bisa lebih agar stadion bertaraf nasional impian masyarakat kabupaten pendidikan itu bisa terwujud.
Untuk membangun stadion yang ideal itu, dari dana yang sudah ada, kira-kira kita masih membutuhkan dana sekitar Rp.108 milyar,” katanya
Dijelaskan, pembangunan stadion ideal itu, sesuai dengan rekomendasi dari PSSI, dimana stadion bisa dikategorikan memenuhi satandart nasional apabila, lapangan stadion (Rumput), bisa menjamin keselamatan pemain, ada ruang evakuasi, ruang perangkat pertandingan, serta harus ada Ruang media massa.Semua itu harus dipenuhi, agar stadion ini bisa menggelar pertandingan ISL,” ulasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Pamekasan, Taufiqurrahman yang juga menemui peserta audensi itu mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pamekasan, masih belum mampu untuk membiayai pembangunan stadion tersebut secara langsung, tetapi harus bertahap.Kalau sekaligus jelas APBD kita tidak akan mampu, kalau kita anggarkan semua ke stadion maka pembangunan akan macet,” katanya menjelaskan.
Sehingga pihaknya terus melakukan upaya, untuk terus menyelesaikan pembangunan stadion tersebut, baik menggunakan dana dari APBD secara bertahap sesuai dengan arahan dari BPK, juga mencari dana lain dari luar APBD.
Penjelasan itu, ia sampaikan dihadapan seluruh anggota komisi C DPRD Kabupaten Pamekasan, serta seluruh peserta audensi dari yayasan tretan mania, yang mendesak dan mempertanyakan kelanjutan pembangunan stadion, yang telah dicetuskan pada tahun 2008 sampai saat ini masih belum selesai.
Taufik juga menegaskan, pihaknya juga mempunyai semangat yang sama dengan pengurus yayasan tretan mania untuk segera menyelesaikan pembangunan stadion tersebut. Kita semua mempunyai semangat yang sama, agar pembangunan stadion ini bisa segera selesai, dan kami akan terus berusaha semaksimal mungkin,” tegasnya.(does)

Read more...

Di Surabaya Warga Madura Sering Mencari Hiburan



Surabaya | Jatimnet - “Station Top Ten” beralamat di Jalan Basuki Rahman Surabaya. Nama tempat hiburan malam di Surabaya ini cukup familiar di sebagian masyarakat di Pulau Garam Madura.
Bahkan, hampir 60 persen pengunjung tempat hiburan malam ini adalah warga Madura. Baik yang tinggal di Madura sendiri, maupun warga Madura yang tinggal di Surabaya. Tempat hiburan malam “Station” ini, menjadi tempat hiburan yang menarik, karena musiknya memang setiap malam diputar di salah satu radio swasta di Surabaya yang pendengarnya kebanyakan memang warga Madura.
Akses menuju tempat hiburan ini, sebenarnya tidaklah sulit. Karena terletak di sepanjang jalur akses utama Kota Surabaya, yakni tepat di mall Tunjungan Plaza. Station, memang cukup menawarkan sensasi yang mengundang selera bagi penggemar hiburan malam.
Disamping karena musiknya cukup rancak, dan yang lebih menjadi daya tarik di tempat hiburan malam ini, karena pengunjung bebas dari berbagai usia. Tidak heran, jika banyak anak-anak usia sekolah juga sering dijumpai di tempat hiburan malam ini.
Suguhan penari-penari erotis yang menawarkan sensasi sensual yang mengundai gairah, seolah menjadi daya tarik tersendiri, bagi para penikmat hiburan malam. Ditambah lagi, sebutan salam-salaman bagi sesama penikmat dunia gemerlap (dugem) memang disediakan oleh disk joky (dj) yang memandu alunan musik.
 Salah seorang warga Madura penikmat hiburan malam di Station Surabaya ini mengaku, dirinya tertarik dengan hiburan malam di lokasi itu, karena berbagai pertimbangan. Selain musik, kemudahan mencari teman kencan untuk mendampinginya hingga pagi hari juga mudah didapat.Kita tinggal pilih disana banyak kok,” katanya menuturkan.
Hampir setiap akhir pekan, RM bersama teman-temannya sesama penikmat hiburan malam bisa dipastikan selalu menyempatkan datang ke “station”. Terkadang bersama anggota DPRD, pejabat pemerintahan, kadang juga bersama temannya sesama pengusaha. Penikmat musik dugen station, ternyata bukan hanya orang umum.
Tidak sedikit diantara para anak-anak kiai atau “Lora” yang juga menjadi penikmat hiburan malam yang serga gemerlap ini.
Tim Jatimnet pernah menjumpai seorang “Lora” di asal salah satu kabupatan di Pulau Madura, juga hadir di lokasi hiburan malam station itu. Ia bersama dengan seorang perempuan berambut lurus dengan tinggi badan sekitar 160 cm meter.
Gaul juga dia ya. Disana punya santri disini eh malah jadi mimpin gedek-gedek, kata warga Madura tetangga Lora itu yang hampir tak percaya dengan apa yang dilihatnya di lokasi hiburan malam itu.
Station sebenarnya bukan merupakan satu-satunya tempat jujukan warga Madura mencari hiburan di Surabaya. Tempat hiburan lainnya yang sering menjadi jujuran warga Madura berlibur sebenarnya banyak. Sebut saja misalnya “Triple Seven (777)” di Jalan Mayjend Sungkono, Kantor Club di Semut Kali dan Koowloon.
Kita cari hiburan disini, kan kalau di Madura garam. Kalau disini kan tidak ada haram. Surabaya kan tidak ada Gerbang Salam,” kata salah seorang penikmat hiburan malam asal Pamekasan. (Tim)

Read more...

Jual Tanah Untuk Rekrutmen PNS


Pamekasan | Jatimnet  - Warga Pamekasan, kini mulai banyak yang hendak menjual tanahnya untuk kepentingan uang pelicin rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang hendak digelar pemkab setempat dalam waktu dekat ini. Kecamatan Pademawu merupakan satu dari 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan.
Warga di kecamatan ini, umumnya berprofesi sebagai pegawai negeri sipil, baik sebagai staf di salah satu satuan kerja perangkat daerah (SKPD) maupun sebagai seorang guru.
Bagi masyarakat di kecamatan ini, menjadi PNS merupakan sebuah dambaan, bahkan masyarakat disana rela menjual tanahnya demi untuk memperjuangkan nasib anaknya menjadi PNS.
“Kalau anak saya,  tahun lalu, habis Rp150 juta, ya saya beli dengan penempatannya juga ke pimpinannya,” kata salah seorang ibu rumah tangga, menceritakan proses perjuangannya menjadikan anaknya pegawai “ menurut Ani demikian nama samaran ibu rumah tangga itu.
Bagi Ani, uang sogok untuk memuluskan seseorang menjadi PNS merupakan hal yang biasa. Warga disana juga tidak segan-segan untuk menjual tanahnya demi memuluskan anaknya menjadi PNS.
Praktik sogok untuk menjabat PNS, menjadikan tentara ataupun Polri, bagi masyarakat di Pademawu, Pamekasan ini sudah bukan menjadi rahasia umum.
Memang ada yang lulus tanpa sogok. Tapi bisa dikatakan seribu satu. Artinya bintangnya memang terang,” tutur warga lainnya . (Does)

Read more...

Ayah Dan Anak Gantian Menjabat Kades

Kini Kembali Ke Ayah Menjabat

Pamekasan | Jatimnet - Setelah 22 tahun satu keluarga, yaitu ayah dan anak menjabat kepala Desa (Kades) Tamberu, Kecamatan Batumarmar, kini setelah purna tugas, jabatan tersebut kembali lagi kepada sang ayah. Abd Sattar sebelumnya sudah memimpin desa tersebut selama 12 tahun,
Pada periode berikutnya Ruspandi yang nerupakan anak kandung Abd.Sattar kembali melanjutkan kepemimpinan desa di wilayah utara Kabupaten Pamekasan itu selama 10 tahun, setelah masa jabatan Ruspandi berakhir pada 14 juli lalu, kini jabatan tersebut dikembalikan lagi kepada Abd.Sattar. Meskipun jabatan tersebut hanya bersifat sementara sebelum ada pemilihan Kepala Desa (Pilkades) untuk menentukan pemimpin selanjutnya, tetapi hal itu menuai kritik dari tokoh masyarakat setempat.
Salah satu tokoh masyarakat desa itu Ahmad mengatakan, seharusnya di Desanya itu sudah diselenggarakan Pilkades, tetapi sampai hari ini Pemerintah Kabupaten maupun Camat Batu Marmar masih belum bersikap tegas, dan pengangkatan Abd.Sattar dinilai cacat hukum.
Ahmad juga menjelaskan, sebelumnya Sekda Kabupaten Pamekasan telah mengangkat sekretaris Desa Tanberu, Rusli, yang merupakan adik kandung Ruspandi, untuk menjadi pelaksana tugas, tetapi yang bersangkutan tidak berkenan.
Dalam Perda tentang Desa, dijelaskan, jika Sekdes tidak berkenan menjadi Plt, maka pihak kecamatan yang menjabatnya, tetapi kok, Camat Batumarmar malah menunjuk orang tua Ruspandi untuk menjadi Plt,” keluh Ahmad.
Sehingga, ia dan tokoh masyarakat lainnya, berharap agar Pemkab Pamekasan memberikan sanksi tegas kepada Camat Batu Marmar itu, kerena dinilai main mata dengan Ruspandi, sehingga Pilkades di Desa itu tidak segera digelar.
Menanggapi hal itu, Camat Batumarmar Fathurrahman membantah tudingan tersebut, bahkan menurutnya, pihaknya telah membentuk panitia Pilkades sejak sebelum masa Jabatan Ruspandi berakhir, tetapi karena ada perselisihan akhirnya tidak terlaksana.
Semua tudingan itu tidak benar, kami sudah melakukan pembentukan Panitia (Pilkades) sejak sebelum masa jabatan Kades berakhir, tetapi gagal karena ada kericuhan di tingkatan bawah,” kata Fathurrahman, rabu 16/10
Lebih lanjut ia mengatakan, untuk membentuk panitia itu, pihaknya masih menunggu penerbitan SK dari bagian Pemdes Pemkab Pamekasan’’ tegasnya. (does)

Read more...

Kamis, 03 Oktober 2013

Sidak Hewan Kurban Jelang Idhul Adha


Pamekasan | Jatimnet -  menjelang hari raya Idul Adha 1434 Hijriyah, yang jatuh pada tanggal 15 Oktober Mendatang, hewan kurban di sejumlah pasar hewan di Kabupaten Pamekasan mengalami perkembangan pesat, untuk mengantisipasi adanya hewan yang mengandung penyakit dalam hal itu Dinas Perternakan Kabupaten Pamekasan melakukan sidak.ke sejumlah pasar hewan yang ada di Pamekasan.
Menurut Kepala Dinas Peternakan Bambang Prayogi, melalui sekretarisnya Munafi mengatakan, sidak tersebut dilakukan oleh pihaknya, dalam rangka menghadapi hari raya Idul Adha. Sidak ini dilakukan menjelang hari raya, dan sudah menjadi agenda rutin tiap tahun,” kata Munafii melalui sambungan teleponnya. Kamis (03/10/13) pagi.
Dijelaskan, sidak tersebut bertujuan untuk memerikasa hewan kurban maupun hewan yang akan dikonsumsi oleh masyarakat Pamekasan. Hewan itu kan ada dua, pertama kemungkinan akan disembelih untuk dikonsumsi pada hari raya dan kedua untuk dijadikan sebagai kurban,” ulasnya.
Dihawatirkan, hewan yang dijual dipasar saat ini berpenyakit, sehingga pihaknya terus mengawasi dan memantau di beberapa pasar Kabupaten Pamekasan.. Pemeriksaan tersebut dimulai dari pasar 17 Agustus, dan akan berlanjut kesejumlah pasar lainnya.
Dipasar 17 Agustus sendiri, pihaknya menemukan sejumlah hewan yang sudah terkena penyakit, sehingga pihaknya melakukan langkah-langkah untuk mengobati hewan-hewan tersebut. Bagi hewan yang kurang sehat oleh tim dokter langsung diberi suntikan,ada beberapa yang diberi obat secara langsung, sehingga ketika Idul Adha nanti hewan-hewan itu sudah sehat,” tegasnya.
Sidak tersebut akan dilakukan hingga beberapa hari kedepan, dan sejumlah pasar lainnya. Hari ini kita sidak di pasar 17, hari Sabtu yaitu di pasar Keppo,kemudian pada hari senin di Pasar Palengaan, hari Selasadi pasar Keppo, dan kamis yang akan datang di Pasar waru,” ungkapnya.(Does)

Read more...

Pengrajin Batik Perang Inovasi


Pamekasan | Jatimnet - Ditengah naiknya harga bahan-bahan untuk produksi batik, yang saat ini sudah mencapai 50 persen, membuat pengrajin batik di Kabupaten Pamekasan, harus berinovasi agar tetap bertahan.
Salah satu pengarajin batik asal Desa Larangan Bedung Kacamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan Safari (45) mengatakan, saat ini harga bahan baku batik sudah mengalami kenaikan hingga mencapai 50 persen.
Dijelaskan, harga kain yang awalnya Rp.18 ribu per meter, saat ini mengalami kenaikan hingga mencapai Rp. 22 ribu. Kenaikan itu sudah terjadi secara bertahap, sejak bulan Juli tahun 2012 lalu mas, dan harag Rp.22 ribu itu sudah sejak awal 2013 lalu,” kata Safari
Masih Safari, selain harga kain naik, juga bahan lainnya ikut naik, bahkan harga malam, kenaikannya hingga mencapai Rp.13 juta per kwintal. Kalau dulu perkwintalnya masih Rp.6 jutaan mas, sekarang sudah sekitar Rp.13 juta,” keluhnya.
Tetapi dalam kondisi itu, ia tetap tidak menaikkan harga batik tulis hasil produksinya, sebab pelanggannya tetap menginginkan harga untuk tidak dinaikkan. Pelanggan kan tidak mau tahu mas, mereka tetap menginginkan harga yang seperti biasnya,” ulasnya.
Sehingga agar produksi batiknya tidak merugi dan tetap bertahan ditengah ketatnya persaingan pengrajin batik di wilayah itu, ia terus berinovasi untuk menarik pembeli. Kita buat motif yang baru mas, jadi dari motif yang baru itu kita bisa menjulanya lebih mahal, sehingga kita tidak mengalami kerugian yang besar,” jelasnya.
Saat ini pengusaha batik tulis ini tengah menyiapkan motif baru, yaitu motif kelinci dengan harga Rp.250 ribu, serta motif Daun sirih yang dihargai Rp. 350 ribu per lembarnya. Kalau yang sudah ada di pasaran itu, seperti Biur,sekar jagat, abstrak, harganya sekitar Rp.125-150 ribu per lembar, tetapi untuk motif baru kan harganya bisa lebih tinggi,” ulasnya.(Does)

Read more...

Program Khusus Bagi Polisi Yang Over Weak


Pamekasan | Jatimnet -  Anggota Polisi di Polres Pamekasan yang mengalami over weak (kelebihan berat badan) diberi program khusus, yaitu senam setiap pagi serta lari setiap hari.
    Kegiatan senam itu, dilaksanakan setiap pagi, sekitar pukul 10.00 WIB, dan lari pada siang hari, sekitar pukul 13.00 WIB. Dan aktifitas itu akan berlangsung hingga 30 hari  ke depan.
    Kabag Humas Polres Pamekasan, AKP.Siti Maryatun mengatakan, program  itu dilaksanakan, agar anggota kepolisian mempunyai bentuk tubuh yang mendekati ideal. setiap hari program itu akan digelar hingga satu bulan  ke depan,” katanya menjelaskan, Rabu(02/10/13) siang.
    Lebih lanjut ia mengatakan, dengan program itu, diharapkan mampu membuat postur tubuh anggota kepolisian menjadi idela. Program itu akan diselenggarakan secara terus menerus, sehingga anggota kepolisian benar-benar menjaga kondisi fisiknya. Biar kondisi fisik polisi itu selalu bugar, dan sehat, sehingga mampu menjalankan tugasnya dengan baik,” tegasnya.
    Dijelaskan, anggota kepolisian yang saat ini mengikuti program itu sebanyak 30 orang, dan program itu akan terus diselenggarakan oleh pihaknya, hingga secara fisik, seluruh anggota kepolisian mendekati bentuk tubuh ideal.(Does)

Read more...

Rabu, 02 Oktober 2013

Peringati Hari Batik, Liputan Memakai Batik



Pamekasan | Jatimnet Madura - Setelah Badan PBB untuk kebudayaan UNESCO, menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non bendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity), milik Bangsa Indonesia pada tanggal 2 Oktober tahun 2009 lalu. Dan pemerintah Indonesia menetapkan tanggal itu sebagai hari batik Nasional. Wartawan di Kabupaten Pamekasan liputan dengan mengguinakan batik.
Salah satu wartawan yang liputan menggunakan batik Lutfi Alwi mengatakan, ia beserta wartawan lainnya sepakat untuk menggunakan batik pada tanggal 2 oktober 2013 ini, untuk memperingati hari batik Nasional. Kami sengaja memakai batik hari ini, karena sekarang kan hari batik nasional,” kata wartawan Madura FM itu, saat liputan pengrajin batik di Dusun Nang Kernang, Desa Klampar Kecamatan Proppo. Rabu (02/10/13) pagi.
Wartawan lainnya Muchsin mengatakan, selain memperingati hari batik nasional, ia beserta wartawan lainnya memakai batik untuk melestarikan batik, khususnya batik tulis Pamekasan. Ini sebagai bentuk kecintaan terhadap batik tulis Pamekasa,” kata wartawan harian Surya itu.
Sementara itu, sekretaris Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) Taufiqurrahman mengatakan, pihaknya memang menganjurkan seluruh anggota AJP untuk memakai batik, pada hari batik nasional ini. kami sepakat untuk memakai batik pada hari batik nasional ini, sebab batik merupakan warisan budaya nusantara,” katanya.
Selain itu, sambung Taufik, tujuan memakai batik itu juga untuk mempromosikan batik tulis Pamekasan,untuk diketahui, Kabupaten Pamekasan oleh Gubernur Jawa Timur, ditetapkan sebagai kota batik pada tahun 2009.
Kita ketahui bahwa di Kabupaten Pamekasan terdapat empat kecamatan yang menjadi pusat kerajinan batik, yaitu Kecamatan Proppo, Kecamatan Palengaan, Kecamatan Pegantenan dan Kecamatan kota Pamekasan.(Does)

Read more...