MARI KITA SUKSESKAN PEMILIHAN PRESIDEN 2014

.

Kamis, 31 Oktober 2013

Kerapan Sapi Dualisme di Gelar Bersamaan


Pamekasan | Jatimnet - Setelah sebelumnya ada dualisme penyelenggaraan karapan sapi, yaitu kelompok yang pro Rekeng dan kelompok yang pro Pakkopak, akhirnya keduanya diselenggarakan secara bersamaan.
Tetapi penyelenggaraan keduanya berbeda tempat, dengan waktu yang sama, yaitu tanggal 3 November 2013 ini. Karapan sapi yang menggunakan cara rekeng akan digelar di Kabupaten Pamekasan sedangkan yang  pakkopak akan digelar di Kabupaten Bangkalan.
Tetapi, menanggapi hal itu, tokoh pengerap Madura Arsu Munjiyat mengatakan, penyelenggaraan karapan sapi pakkopak di Kabupaten Bangkalan itu Ilegal, sedangkan karapan sapi dengan menggunakan rekeng legal, sebab sudah berlangsung sejak lama dan pesertanya berdasarkan seleksi mulai tingkat bawah.
Sebenarnya yang bangkalan itu cuma enam pasang, tetapi karena kebijaksanaan Bupati Bangkalan, untuk melengkapi 24 peserta,Bupati bangkalan mengundang dari Kabuparten lain,” katanya saat ditemui di gedung Bakorwil IV Pamekasan.
Lebih lanjut ia mengatakan, pakkopak itu sebenarnya tidak ada pesertanya, tetapi pesertanya diundang, tetapi peserta karapan sapi rekeng tanpa diundang, justru mengikuti seleksi dari tingkatan bawah. Kalau rekeng, sudah berdasarkan seleksi dari tingkat kecamatan, hingga tingkat Kabupaten,dan pesertanya tidak harus diundang, tetapi dengan sendirinya ikut,” tegasnya.
Kedepan ia berharap kepada pemerintah khususnya kepada Bakorwil, agar penyelenggaraan karapan sapi (Gubeng) itu, tidak ada dualisme lagi. Tolong dikembalikan budaya itu, budaya itu yang ada hanya karapan sapi, tidak ada pakem baru dan lama, yang ada cuma budaya karapan sapi,dan diupayakan agar tidak ada lagi dualisme agar tidak terjadi perpecahan antara pengerap,” harapanya.
Bahkan ia mengutip pernyataan Wakil Gubernur Jawa Timur Gus Ipul yang mengatakan,”Bukan Madura kalau Tanpa kerapan sapi”. Itu kata Gus Ipul, dan karapan sapi itu satu-satunya hanya ada di Madura, tidak ada ditempat lain, bahkan diseluruh dunia tidak ada, selain di Madura,” ulasnya.(does)