Acara Semalam di Madura Dipangkas Tinggal Dua Jam Madura
Pamekasan | Jatimnet - Acara gelar pesona budaya yang dikemas dalam kegiatan Semalan di Madura yang digelar pemkab Pamekasan hanya berlangsung dua jam. Kegiatan kolosal ini tidak sesuai dengan namanya, dan terkesan hanya sebatas tontonan kalangan pejabat pemkab dan kelompok masyarakat tertentu saja, karena lokasinya tertutup, yakni di depan pendopo Bupati Pamekasan.
Masyarakat yang menonton pertunjukan ini juga tidak terlalu ramai, bahkan penonton dan para undangan banyak yang pulang sebelum acara selesai
Rombongan Bupati tiba dilapangan Pendopo dengan iringan music Hadrah, layaknya rombongan penganten. Bupati Pamekasan Achmad Syafii membuka acara itu.
Dalam sambutannya menyatakan, kegiatan itu sebenarnya merupakan kegiatan rutin tahunan dengan untuk melestarikan budaya Madura, serta sebagai ajang promosi wisata budaya. Kegiatan seperti kami harapkan juga bisa menopang perekonomian masyarakat di Pamekasan ini,” kata Syafii.
Tari Songson Senum, yakni tari asal Pamekasan binaan Suparman, mengawali gelar pesona budaya Madura itu, sebelum bupati Achmad Syafii menyampaikan sambutan. Selanjutnya tari modern yang dikolaborasi dengan gerakan etnik Madura.
Lalu tari Gemantakah, yakni tari yang melambangkan pemujaan dilanjutkan dengan peragaan busana batik yang dipadu dengan lagu Paseser Jumiang. Sedangkan sangar seni dari kabupaten Sumenep menampilkan tari Ghembhang Paseser, disusul tari Banyu Orep, dari Sampang, lalu diselingi tari Lengleng Tarebung, yang diperagakan pemuda dan pemudi Pamekasan.
Ini bukan semalam di Madura namanya, tapi dua jam di Pamekasan. Kalau seperti ini kan hanya menghabiskan anggaran saja, wong tidak dipromosikan ke daerah-daerah lain,” kata salah seorang penonton pada acara itu. (does)
