MARI KITA SUKSESKAN PEMILIHAN PRESIDEN 2014

.

Rabu, 30 Oktober 2013

Karapan Sapi Rekeng Piala Presiden / Gubeng Tetap Digelar


Pamekasan | Jatimnet - Setelah sebelumnya penyelenggaraan karapan sapi (Gubeng) piala Presiden dengan menggunakan cara kekerasan terhadap sapi (rekeng) dinyatakan tidak digelar tahun ini karena ada dualisme penyelenggaraan, yaitu kelompok yang pro Rekeng, dan kelompok yang pro terhadap cara pakkopak,
Akhirnya penyelenggaraan karapan Gubeng “rekeng” tersebut diputuskan untuk digelar. Kepastian itu didapat, setelah sejumlah pengerap dari empat Kabupaten Se-Madura, yang mengatas namakan Pecinta Olah raga Karapan Sapi Madura (Porkesam) mendatangi kantor Bakorwil IV Pamekasan. Rabu 30/10 pagi.
Dalam pertemuan itu, diputuskan Gubeng digelar pada tanggal 03 Novenber 2013 mendatang, di lapangan R.Soenarto Pamekasan. Salah satu pejabat dilingkungan Bakorwil IV Pamekasan, Hasan Mursy mengatakan, penyelenggaraan Gubeng tahun 2013 ini harus sukses, sehingga pihaknya menyerahkan kepanitiaan kepada para tokoh dan pengerap dan pihak Bakorwil hanya menyediakan anggarannya.
Pelaksanaan karapan sapi ini, kami pasrahkan kepada kepanitiaan, dan penyelenggaraannya harus sukses,” terangnya dalam forum tersebut.
Dana yang disediakan oleh pihaknya untuk kepanitiaan sebanyak Rp.50 juta, dan dana tersebut harus dipertanggung jawabkan kepada pihaknya.
Kita pasrahkan kepada panitia, kalau dana  kurang ya pinter-pinternya panitia lah untuk mencari dana,”tegasnya.
Ketua panitia penyelenggara Gubeng H.Suparto mengatakan, penyelenggaraan gubeng dengan cara rekeng itu merupakan even tahunan dan telah berlangsung sejak lama bahkan sejak nenek moyang kita,
Madura dikenal di nasional bahkan internasional karena kerapan sapinya, tetapi pihaknya terkejud ketika penyelenggaraan gubeng itu tidak lagi merebutkan piala presiden, tetapi justru diubah menjadi perebutan piala Gubernur.
Nama penyelenggaraannya tetap piala Presiden, meskipun pialanya diubah piala Gubernur,” ulasnya.
Dijelaskan, peserta yang akan ikut dalam gubeng “rekeng” tersebut sebanyak 24 pasang sapi dari empat kabupaten di Madura, masing-masing kabupaten sebanyak 6 pasang hasil sleksi tingkat kabupaten, jelasnya(does)